<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Ekonomi on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/categories/ekonomi/</link><description>Recent content in Ekonomi on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Sat, 26 Sep 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/categories/ekonomi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>BPS Catat 20.878 Sarjana Menganggur di Tangerang Raya, Tangsel TPT-nya Tertinggi</title><link>https://cikayasa.com/p/bps-catat-20.878-sarjana-menganggur-di-tangerang-raya-tangsel-tpt-nya-tertinggi/</link><pubDate>Sat, 26 Sep 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/bps-catat-20.878-sarjana-menganggur-di-tangerang-raya-tangsel-tpt-nya-tertinggi/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/bps-catat-20.878-sarjana-menganggur-di-tangerang-raya-tangsel-tpt-nya-tertinggi/cover.jpg" alt="Featured image of post BPS Catat 20.878 Sarjana Menganggur di Tangerang Raya, Tangsel TPT-nya Tertinggi" /&gt;&lt;p&gt;Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap angka yang perlu menjadi perhatian serius: sebanyak 20.878 orang berpendidikan sarjana di Tangerang Raya tercatat masih menganggur. Angka ini bersumber dari Sensus Ekonomi 2026 yang mencakup tiga wilayah, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat pendidikan masyarakat Tangerang Raya terus meningkat, kesenjangan antara ketersediaan lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan tenaga kerja di pasar lokal masih menjadi persoalan yang perlu dipecahkan secara bersama.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kota-tangerang-paling-terdampak"&gt;Kota Tangerang Paling Terdampak
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Dari ketiga wilayah tersebut, Kota Tangerang menyumbang jumlah pengangguran sarjana terbesar. Kepala BPS Kota Tangerang, Muladi Widastomo, memaparkan bahwa dari 179.900 angkatan kerja berpendidikan perguruan tinggi, sebanyak 12.675 orang masih menganggur. Artinya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada kelompok ini mencapai 7,05 persen.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Angka ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat pendidikan tinggi, tantangan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai tetap menjadi persoalan,&amp;rdquo; ujar Muladi, Sabtu (29/8/2026).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tingginya angka pengangguran sarjana di Kota Tangerang bukan tanpa alasan. Sebagai kawasan urban dengan aktivitas ekonomi yang padat, kota ini menjadi magnet bagi pendatang dari berbagai daerah yang mencari peluang kerja. Hal ini otomatis menambah persaingan di pasar kerja formal maupun informal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sementara itu, TPT di Kota Tangerang Selatan justru lebih tinggi, yakni 7,51 persen. Heri Purnomo, Statistisi Ahli Madya BPS Kota Tangsel, mencatat ada 4.636 orang berpendidikan perguruan tinggi yang menganggur dari total 61.757 angkatan kerja di wilayah tersebut. Angka ini menjadi yang tertinggi di antara tiga wilayah di Tangerang Raya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tangsel yang dikenal sebagai kawasan residensial dan bisnis ini memang memiliki populasi yang terus bertambah seiring pesatnya pembangunan hunian dan pusat perbelanjaan. Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut belum sepenuhnya mampu menyerap lulusan perguruan tinggi secara optimal.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kabupaten-tangerang-relatif-lebih-baik"&gt;Kabupaten Tangerang Relatif Lebih Baik
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, Kabupaten Tangerang menunjukkan kondisi yang relatif lebih baik dibanding dua kota tetangganya. Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Tangerang, Masayu Nourma Yunita Sari, mengungkapkan bahwa dari 128.865 angkatan kerja berpendidikan sarjana, hanya 3.567 orang yang masih menganggur. Sisanya, 125.298 orang sudah berhasil mendapatkan pekerjaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Di tahun 2025, pengangguran yang sarjana di Kabupaten Tangerang ada 3.567 dan yang sudah bekerja 125.298 orang,&amp;rdquo; ungkap Masayu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keberhasilan Kabupaten Tangerang dalam menyerap tenaga kerja sarjana kemungkinan berkaitan dengan keberadaan kawasan industri yang luas, seperti di Cikupa, Cikupa, dan Pasar Kemis. Kawasan industri ini menyediakan berbagai posisi yang bisa diisi oleh lulusan perguruan tinggi, mulai dari tenaga administrasi hingga manajemen.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="mengapa-sarjana-sulit-kerja"&gt;Mengapa Sarjana Sulit Kerja?
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Fenomena pengangguran di kalangan sarjana bukan hal baru di Indonesia. Namun, data BPS ini memperkuat kekhawatiran bahwa kesenjangan antara ketersediaan lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan pasar kerja di Tangerang Raya masih cukup lebar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beberapa faktor yang biasanya berkontribusi antara lain: ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, persaingan ketat di sektor formal, serta masih dominannya industri manufaktur di Tangerang Raya yang lebih membutuhkan tenaga kerja terampil atau vokasi ketimbang sarjana.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak bisa dipungkiri, banyak lulusan perguruan tinggi yang masih mengharapkan pekerjaan di sektor formal dengan gaji yang sesuai ekspektasi. Padahal, peluang di sektor UMKM, ekonomi kreatif, atau bahkan menjadi wirausahawan muda sangat terbuka lebar, khususnya di kawasan Tangerang Raya yang memiliki jaringan distribusi dan konektivitas yang baik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kota Tangerang dan Tangsel sebagai kawasan urban dengan populasi padat tentu memiliki dinamika pasar kerja yang lebih kompleks. Kedua kota ini menjadi pusat aktivitas ekonomi yang menarik pendatang dari berbagai daerah, sehingga persaingan memperebutkan posisi kerja semakin ketat.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="pemerintah-diminta-perkuat-link-and-match"&gt;Pemerintah Diminta Perkuat Link and Match
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Data ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan institusi pendidikan di Tangerang Raya untuk terus memperkuat keterampilan lulusan sesuai kebutuhan industri. Program pelatihan kerja, magang, dan kerja sama dengan dunia usaha perlu diperluas agar lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang relevan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain itu, pengembangan sektor ekonomi kreatif dan UMKM di wilayah Tangerang Raya juga bisa menjadi alternatif penyerapan tenaga kerja, khususnya bagi generasi muda lulusan perguruan tinggi yang belum mendapatkan pekerjaan formal. Pemerintah daerah bisa memfasilitasi akses permodalan dan pemasaran bagi para wirausahawan muda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan jumlah penduduk usia kerja yang terus bertambah, Tangerang Raya membutuhkan strategi komprehensif untuk mengurangi angka pengangguran di kalangan terdidik. Solusinya bukan hanya terletak pada pembukaan lapangan kerja baru, tetapi juga pada penyiapan sumber daya manusia yang siap dan fleksibel menghadapi berbagai peluang di dunia kerja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://kabar6.com/bps-catat-sarjana-menganggur-di-tangerang-raya-20-878-orang/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;BPS Catat Sarjana Menganggur di Tangerang Raya 20.878 Orang&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>