Boemi Fest 2026 siap menghangatkan akhir Agustus dengan festival musik dan lingkungan yang unik di Tepian Sungai Cisadane, Kampung Ekowisata Keranggan, Tangerang Selatan. Event yang mengusung tema “Earth Still Green — Sungai Sebagai Jantung di Tengah Kota” ini akan berlangsung pada 29–30 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB.
Berbeda dari festival musik pada umumnya, Boemi Fest menggabungkan hiburan musik dengan aksi nyata peduli lingkungan. Konsep ini membuat festival ini menarik bukan hanya bagi pencinta musik, tetapi juga bagi komunitas pegiat lingkungan, anak muda, dan keluarga.
Lima Pilar Pengalaman Boemi Fest
Boemi Fest 2026 menawarkan lima pengalaman utama yang menjadi pilar acara. Pertama, Riverside Camp — pengunjung bisa bermalam di bantaran sungai dalam zonasi urban nature, merasakan langsung kedekatan dengan alam. Kedua, Lomba Bersih Sungai — kompetisi aksi pembersihan sampah secara berkelompok yang menjadi ajang kolaborasi warga.
Ketiga, Riverside Bazar — bazaar produk ekonomi kreatif lokal, produk outdoor, dan kuliner UMKM. Keempat, Sharing Session — talkshow dan workshop mitigasi bencana serta waste management. Kelima, Riverside Music — atmosfer musik di pinggiran sungai yang memberikan pengalaman emosional berbeda dari konser indoor.
Lima pilar ini dirancang untuk membuat pengunjung merasakan bahwa menjaga lingkungan bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, kolektif, dan bermakna.
Lineup Musik dan Narasumber
Boemi Fest 2026 menghadirkan sejumlah nama besar di panggung musiknya. The Panturas, The Cloves & The Tobacco, Dongker, The Kick, Baba Loman, Ipang Hore Hore, Binafsih, serta Tunas Muda akan tampil selama dua hari acara.
Untuk program talkshow dan workshop, Boemi Fest menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Nadya Gianifa dan Djukardi “Bongkeng” Adriana akan berbagi pengalaman tentang petualang bertanggung jawab. Sementara itu, workshop daur ulang sampah akan dipandu oleh GudRND, dan workshop safety kegiatan sungai oleh Made Brown.
Susur Sungai Cisadane sambil memungut sampah menjadi aktivitas yang paling ditunggu. Kegiatan ini mengajak pengunjung untuk berkontribusi langsung dalam menjaga kebersihan sungai yang menjadi urat nadi kehidupan warga Tangerang Selatan.
Lokasi, Tiket, dan Akses
Boemi Fest 2026 berlokasi di Tepian Sungai Cisadane, Kampung Ekowisata Keranggan, Tangerang Selatan. Lokasi ini dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi atau ojek online. Pengunjung disarankan datang lebih awal karena area parkir terbatas.
Tiket Boemi Fest 2026 tersedia secara online melalui ticket.boemifest.id. Harga tiket bervariasi tergantung kategori yang dipilih, termasuk tiket day pass dan tiket camping untuk pengunjung yang ingin bermalam di area riverside camp.
Festival ini menjadi salah satu event akhir pekan paling menarik di Tangerang Selatan, menggabungkan hiburan, edukasi lingkungan, dan semangat kebersamaan dalam satu rangkaian acara.
Tanggal Pelaksanaan: 29–30 Agustus 2026 Jam: 10.00–23.00 WIB Lokasi: Tepian Sungai Cisadane, Kampung Ekowisata Keranggan, Tangerang Selatan Tiket: ticket.boemifest.id Penyelenggara: Boemi Fest
Mengapa Boemi Fest Berbeda dari Festival Musik Lainnya
Boemi Fest 2026 menawarkan pengalaman yang sangat berbeda dari festival musik pada umumnya. Lokasi di tepian Sungai Cisadane memberikan atmosfer yang tidak bisa didapatkan di venue konvensional. Suara gemericik air sungai menjadi latar belakang alami yang melengkapi harmoni musik di panggung utama.
Konsep sungai sebagai jantung kota yang diusung Boemi Fest memiliki makna mendalam. Sungai Cisadane bukan sekadar objek wisata, tetapi merupakan urat nadi kehidupan warga Tangerang Selatan. Melalui festival ini, kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai ditanamkan dengan cara yang menyenangkan.
Lomba Bersih Sungai yang menjadi salah satu pilar utama festival berhasil menarik partisipasi puluhan komunitas lingkungan. Tim-tim yang berpartisipasi berlomba membersihkan sampah di sepanjang bantaran sungai, menciptakan dampak nyata bagi kelestarian Sungai Cisadane.
Workshop daur ulang sampah oleh GudRND juga mendapat sambutan antusias dari pengunjung. Banyak peserta yang belajar cara mengubah sampah menjadi produk bernilai jual tinggi, membuka peluang usaha baru di bidang daur ulang.
Dampak Lingkungan dan Komunitas
Boemi Fest 2026 tidak hanya sekadar festival musik, tetapi juga merupakan gerakan nyata peduli lingkungan. Lomba Bersih Sungai yang menjadi salah satu pilar utama festival berhasil mengumpulkan puluhan tim dari berbagai komunitas lingkungan di Tangerang Selatan dan sekitarnya.
Selama lomba berlangsung, tim-tim peserta membersihkan sampah di sepanjang bantaran Sungai Cisadane. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan didaur ulang oleh komunitas daur ulang yang berpartisipasi. Hasil kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa festival bisa menjadi wahana aksi lingkungan yang efektif.
Workshop ECO Content Creator juga menjadi program baru yang menarik. Workshop ini mengajarkan cara membuat konten digital yang mengangkat isu-isu lingkungan, memberikan inspirasi bagi anak muda untuk menggunakan media sosial sebagai alat advokasi lingkungan.
Dampak positif Boemi Fest tidak berhenti setelah festival berakhir. Beberapa komunitas yang terbentuk selama event berlangsung berencana untuk melanjutkan program-program lingkungan secara rutin, menjaga semangat Earth Still Green tetap menyala sepanjang tahun. Sumber: boemifest.id
