Featured image of post Debit Cisadane Naik, Pasokan Air Perumdam TKR di Teluknaga dan Kebon Cau Kembali Normal

Foto: Lensametro.com

Debit Cisadane Naik, Pasokan Air Perumdam TKR di Teluknaga dan Kebon Cau Kembali Normal

Debit Sungai Cisadane meningkat seiring hujan merata sejak awal Oktober. Perumdam TKR Kabupaten Tangerang memastikan produksi dan distribusi air bersih di Teluknaga, khususnya Kebon Cau, berjalan normal.

Pasokan air bersih di kawasan pesisir utara Kabupaten Tangerang berangsur pulih dalam beberapa hari terakhir. Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) Kabupaten Tangerang memastikan proses produksi dan distribusi air bersih di Wilayah Teluknaga, khususnya Kebon Cau, berjalan tanpa kendala.

Kepastian itu disampaikan setelah petugas melakukan pemantauan langsung di lapangan. Kondisi tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Tangerang sejak awal Oktober 2026, yang berdampak pada naiknya debit air sungai sebagai sumber bahan baku.

“Pasokan air kepada pelanggan berjalan aman dan lancar,” kata Direktur Utama Perumdam TKR Kabupaten Tangerang, Sofyan Sapar, Minggu (1/11/2026), seperti dilansir Lensametro.com.

Hujan merata, debit Cisadane ikut terangkat

Sungai Cisadane merupakan salah satu sumber air baku utama bagi sistem pelayanan Perumdam TKR. Selama musim kemarau, debit sungai yang turun membuat kapasitas pengolahan instalasi ikut terbatas, sementara kebutuhan warga tetap tinggi.

Sejak awal Oktober, hujan mulai turun lebih merata di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. Aliran air yang masuk ke intake instalasi pun bertambah, sehingga proses pengolahan kembali berjalan sesuai desain kapasitas harian.

“Sejak awal Oktober, hujan mulai turun secara lebih merata. Kondisi tersebut turut berdampak pada peningkatan debit Sungai Cisadane yang menjadi salah satu sumber air baku utama Perumdam TKR,” ujar Sofyan.

Peningkatan debit bahan baku itu, lanjutnya, membuat tahapan pengolahan berjalan normal. Produksi air bersih di instalasi tidak lagi menghadapi kendala bahan baku seperti pada puncak kemarau, sehingga distribusi ke pelanggan bisa dilakukan sebagaimana mestinya.

Bagi warga, perubahan ini terasa langsung. Keluhan soal air yang mengalir kecil atau mati pada jam tertentu biasanya menumpuk saat debit sungai menurun. Kini, dengan bahan baku yang kembali mencukupi, tekanan air di jaringan pelanggan diharapkan lebih stabil, terutama pada jam pemakaian puncak pagi dan sore.

IPA Bojong Renged jadi penopang kawasan pesisir

Sofyan menjelaskan, kondisi pasokan di Kebon Cau turut ditopang oleh operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bojong Renged yang lokasinya relatif dekat dengan kawasan tersebut. IPA ini menjadi salah satu andalan pelayanan di wilayah Teluknaga dan sekitarnya.

Berdasarkan pantauan petugas teknik di IPA Bojong Renged, proses pengolahan maupun aliran air menuju jaringan distribusi saat ini berada dalam keadaan normal. Tidak ada laporan gangguan berarti yang memengaruhi pelayanan ke pelanggan.

“Kami terus melakukan pemantauan intensif untuk menjaga kontinuitas pelayanan,” kata Sofyan.

Ia menegaskan, dengan hujan yang turun lebih merata, debit Cisadane sebagai sumber air baku utama sudah mulai meningkat. Kondisi produksi di IPA Bojong Renged pun tercatat normal, sehingga pasokan untuk pelanggan di Teluknaga, khususnya Kebon Cau, dinilai aman.

Kawasan Kebon Cau sendiri berada di Kecamatan Teluknaga, salah satu kecamatan pesisir di Kabupaten Tangerang yang berbatasan langsung dengan laut. Karakter wilayah pesisir membuat kualitas dan kuantitas bahan baku air menjadi persoalan yang perlu dipantau sepanjang tahun, baik saat kemarau maupun ketika hujan deras datang.

Warga diminta tenang, petugas siaga 24 jam

Perumdam TKR mengimbau masyarakat tidak khawatir dan tetap tenang terkait pasokan air bersih. Perusahaan memastikan petugas bersiaga selama 24 jam untuk melakukan pemantauan, baik di sisi pengolahan maupun di jaringan distribusi.

Langkah itu penting karena gangguan pelayanan tidak selalu berasal dari instalasi. Persoalan di jaringan, seperti kebocoran pipa, penurunan tekanan di ujung jaringan, atau pekerjaan pihak ketiga di jalur pipa, tetap bisa memunculkan keluhan warga meski produksi di instalasi normal.

Sofyan juga berharap, memasuki musim hujan, sumber air baku tetap terjaga. Dengan begitu, pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa berlangsung aman dan berkelanjutan, tanpa perlu lagi bergantung pada penyesuaian jadwal pengaliran seperti yang kerap terjadi saat debit sungai menyusut.

Bagi pelanggan, kondisi ini memberi ruang untuk kembali menjalani aktivitas harian tanpa khawatir kehabisan air. Namun kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di kawasan pesisir yang rawan terdampak cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas sangat tinggi dalam waktu singkat bisa mengubah kualitas air baku, misalnya ketika limpasan membawa sedimen dan material organik dalam jumlah besar ke alur sungai.

Karena itu, pemantauan kualitas air di intake menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan harian. Petugas perlu memastikan dosis bahan kimia pengolahan sesuai dengan karakter air yang masuk, agar air yang terdistribusi tetap memenuhi baku mutu.

Sinyal baik bagi pelanggan di utara Tangerang

Normalnya kembali pelayanan di Teluknaga dan Kebon Cau menjadi sinyal baik bagi pelanggan Perumdam TKR di wilayah utara Kabupaten Tangerang. Kawasan ini terus berkembang sebagai daerah permukiman dan kawasan industri, sehingga permintaan air bersih dari tahun ke tahun cenderung naik.

Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri menempatkan layanan air perpipaan sebagai salah satu prioritas, sejalan dengan upaya menekan ketergantungan warga pada air tanah. Penggunaan air tanah berlebihan di kawasan pesisir membawa risiko penurunan permukaan tanah dan intrusi air laut, yang dampaknya jangka panjang bagi permukiman.

Dengan sumber baku yang kembali mengalir deras, Perumdam TKR memiliki modal untuk menjaga kontinuitas pelayanan sekaligus memperluas cakupan sambungan rumah di wilayah yang belum terlayani. Namun perusahaan tetap diminta menjaga komunikasi dengan pelanggan, terutama saat ada pekerjaan perbaikan jaringan yang berpotensi mengganggu aliran air sementara.

Untuk sementara, pesan yang ditekankan kepada warga cukup sederhana: pasokan air di Teluknaga dan Kebon Cau aman, dan petugas tetap berjaga memantau kondisi pengolahan serta distribusi dari waktu ke waktu.

Sumber: Lensametro.com

Portal Berita Cikayasa & Tangerang Raya
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy