Dewa United Banten harus menerima kenyataan pahit untuk kali kedua. Tim basket kebanggaan Tangerang itu kembali kalah di partai puncak IBL All Indonesian, kali ini dari Satria Muda Pertamina Bandung dengan skor tipis 75-77 di GOR Laga Tangkas, Bogor, Minggu (1/11/2026) malam WIB.
Selisih dua angka itu terasa begitu menyakitkan karena Dewa United sebenarnya punya ruang untuk memaksa pertandingan berlanjut. Ketika laga menyisakan 12 detik dan kedudukan 75-76, dua lemparan bebas Julian Chalias hanya satu yang masuk. Bola rebound sempat dikuasai Erick Ibrahim Junior, tetapi jump shot penentu tak menemui sasaran. Sandy Ibrahim Aziz mengamankan bola, dan Satria Muda memastikan gelar juara bertahan mereka.
Bagi warga Tangerang Raya, kekalahan ini meninggalkan rasa yang sama seperti tahun lalu. Dewa United Banten adalah klub yang sejak 2023 berbasis di Tangerang dengan kandang Dewa United Arena, dan di pentas IBL All Indonesian mereka kembali harus menonton tim lain mengangkat trofi di laga terakhir.
Jalan pertandingan yang berbalik berkali-kali
Satria Muda membuka laga dengan sangat meyakinkan. Dua tembakan tiga angka Abraham Damar Grahita dan Sandy Ibrahim Aziz membuat mereka unggul 10-2 dalam hitungan menit pertama. Dewa United sempat tampak kewalahan sebelum akhirnya bangkit lewat penetrasi Dio Tirta Saputra, Erick Ibrahim Junior, dan pemain muda Krisma Putra.
Perubahan tempo itu berhasil. Three point play Krisma Putra membalikkan keadaan, dan Dewa United menutup kuarter pertama dengan keunggulan sepuluh angka. Dominasi berlanjut di awal kuarter kedua ketika Kennie Elbert Kristianto dan Dio Tirta membawa tim menjauh.
Namun Satria Muda punya Abraham Damar. Delapan poinnya di kuarter kedua, dua di antaranya dari garis tiga angka, membawa Satria Muda kembali memimpin 37-34. Dewa United merespons dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 44-41.
Kuarter ketiga berlangsung seperti adu pukul yang tak berhenti. Kedua tim silih berganti memimpin, dengan Dewa United sempat melejit enam angka sebelum dikejar. Poin demi poin dari Dio Tirta dan Abraham Damar membuat kuarter ketiga berakhir sama kuat, 60-60.
Di kuarter keempat, Abraham mengambil alih permainan. Sepuluh poin beruntunnya membawa Satria Muda unggul tujuh angka dan seolah menjauh. Dewa United tidak menyerah. Three point play Erick Ibrahim saat laga tersisa 52 detik kembali menipiskan jarak dan membuat bangku Satria Muda tegang hingga detik terakhir.
Abraham Damar jadi penentu, Yudha Saputera jadi mesin assist
Statistik akhir menjelaskan mengapa Satria Muda bisa bertahan. Abraham Damar Grahita mencetak 21 poin dari 19 percobaan tembakan, sepuluh di antaranya lahir di kuarter keempat, dan dinobatkan sebagai MVP Final. Julian Chalias menambahkan 18 poin plus tujuh rebound, Sandy Ibrahim 15 poin, dan Dame Diagne mencetak double-double 10 poin dengan 13 rebound.
Yang menarik, Yudha Saputera hanya mencetak empat poin tetapi menyumbang 15 assist. Distribusi bola itulah yang membuat Satria Muda tetap hidup ketika Dewa United menekan.
“Ujian yang sangat luar biasa. Abraham luar biasa hari ini. Yudha juga membuat 15 assist. Semua pemain tampil luar biasa,” kata pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh, kepada media usai laga.
Dari kubu Dewa United, Dio Tirta memimpin dengan 17 poin disusul Erick Ibrahim dengan 14 angka. Kontribusi keduanya menjadi alasan Dewa United mampu bertahan hingga peluit akhir, meski pada akhirnya harus mengakui keunggulan lawan.
“Ini bukti kerja keras tim, karena kami benar-benar berjuang untuk mendapatkan kemenangan kali ini. Respect juga untuk tim Dewa United, tetapi kami sudah berhasil back-to-back,” ujar Yudha Saputera.
Perjalanan Dewa United menuju final
Jejak Dewa United ke partai puncak sebenarnya tidak kalah dramatis. Di semifinal, Sabtu (31/10/2026), mereka menyingkirkan tuan rumah Bogor Hornbills dengan skor 75-72. Kaleb Ramot Gemilang menjadi pencetak angka terbanyak Dewa United dalam laga itu dengan 17 poin.
Semifinal tersebut juga berlangsung ketat. Dewa United sempat unggul 29-20 di kuarter pertama dan 46-42 saat jeda, sebelum Hornbills berbalik memimpin 61-60 di kuarter ketiga. Dewa United baru bisa menyamakan kedudukan 63-63 dan menutup laga dengan kemenangan tiga angka.
Di sisi lain, Satria Muda melaju ke final setelah menyingkirkan Pelita Jaya Jakarta. Pertemuan di final itu mengulang skenario tahun lalu, ketika Satria Muda juga mengalahkan Dewa United. Bedanya, final edisi kali ini dimainkan dalam satu pertandingan, bukan best of three seperti musim sebelumnya.
IBL All Indonesian sendiri merupakan turnamen yang secara khusus mengedepankan pemain lokal. Format ini membuat persaingan tidak bergantung pada pemain asing, sehingga kedalaman skuad dan kematangan pemain dalam negeri menjadi penentu. Bagi klub seperti Dewa United, ajang ini sekaligus menjadi ukuran seberapa siap pemain lokal mereka mengambil peran besar.
Apa artinya bagi basket Tangerang Raya
Kekalahan dua angka di final bukan akhir dari segalanya, tetapi tetap menyisakan pekerjaan rumah. Dewa United sudah dua musim berturut-turut sampai ke partai puncak turnamen ini dan dua kali pula harus mengakui keunggulan Satria Muda. Pola itu menunjukkan tim asal Tangerang ini konsisten berada di jajaran elite, namun belum mampu menutup langkah terakhir.
Dari sisi pertandingan, ada beberapa hal yang bisa dibaca. Dewa United mampu membalikkan momentum berkali-kali, tetapi kehilangan konsentrasi pada momen-momen kecil: dua lemparan bebas yang hanya jadi satu angka, rebound yang lepas, dan peluang terakhir yang tidak dikonversi. Di level final, selisih dua poin memang selalu lahir dari detail semacam itu.
Bagi publik Tangerang Raya, kehadiran klub yang rutin bersaing di final adalah modal tersendiri. Basket di kawasan ini punya ekosistem yang hidup, mulai dari kompetisi pelajar, turnamen antarkampus, hingga kejuaraan daerah yang rutin digelar di kota dan kabupaten. Prestasi Dewa United di pentas nasional memberi contoh nyata bagi pemain muda bahwa jalur menuju kompetisi tertinggi memang terbuka.
Satria Muda kini berhak merayakan gelar back-to-back, sementara Dewa United Banten pulang dengan medali runner-up dan catatan bahwa jarak mereka dengan juara hanya dua poin. Untuk sebuah klub yang baru beberapa tahun menetap di Tangerang, catatan itu tetap layak dihargai, sekaligus menjadi pengingat bahwa langkah terakhir justru yang paling sulit.
Sumber: detikSport - Kalahkan Dewa United, Satria Muda Juara IBL All Indonesian 2026
