Featured image of post Disdik Tangerang Imbau Orang Tua Jemput Anak Selama Aksi 27-28 Agustus

Foto hanya ilustrasi

Disdik Tangerang Imbau Orang Tua Jemput Anak Selama Aksi 27-28 Agustus

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mengimbau seluruh orang tua dan wali murid untuk menjemput langsung anak-anak mereka dari sekolah pada 27 hingga 28 Agustus 2026. Imbauan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi menyusul adanya rencana aksi penyampaian pendapat di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang diperkirakan berpotensi mempengaruhi arus lalu lintas di Tangerang Raya.

SE bernomor B/526/400.3.1/VIII/2026 tersebut ditujukan kepada seluruh kepala TK/PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Tangerang. Kepala Disdik Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik, khususnya saat mereka dalam perjalanan pulang dari sekolah.

Penetapan SE ini merupakan bentuk respons cepat dari pemerintah kota terhadap perkembangan situasi di Jakarta yang belakangan ini cukup dinamis. Dengan jumlah sekolah mencapai ratusan unit tersebar di 29 kecamatan, Disdik menyadari pentingnya koordinasi masif agar seluruh lapisan masyarakat mendapat informasi yang tepat waktu.

Aturan Penjemputan dan Larangan bagi Siswa

Dalam surat yang ditetapkan pada 26 Agustus 2026 tersebut, Disdik meminta agar siswa SD dan SMP dijemput langsung oleh orang tua, wali murid, atau anggota keluarga yang telah dipercaya saat jam kepulangan tiba. Siswa juga diimbau untuk tidak pulang sendiri, tidak menggunakan transportasi umum tanpa pendampingan, serta tidak berkumpul di luar lingkungan sekolah setelah kegiatan belajar mengajar selesai.

Selain itu, orang tua atau wali murid diminta untuk segera berkomunikasi dengan guru kelas atau wali kelas apabila mengalami keterlambatan penjemputan akibat pengalihan arus lalu lintas maupun kemacetan yang mungkin terjadi. Setelah dijemput, siswa diharapkan langsung menuju rumah dan menghindari aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak selama masa aksi berlangsung.

"Dinas Pendidikan Kota Tangerang berharap seluruh pihak, terutama sekolah dan orang tua/wali murid, dapat bekerja sama menjalankan imbauan tersebut demi memastikan peserta didik tetap aman selama periode pelaksanaan aksi demonstrasi," ujar Wahyudi di Tangerang.

Antisipasi Dampak ke Tangerang Raya

Kebijakan ini tidak terlepas dari situasi keamanan di Jakarta yang belakangan ini cukup dinamis. Rencana aksi unjuk rasa di kawasan DPR RI diprediksi akan menarik massa dari berbagai daerah, termasuk Tangerang Raya. Beberapa ruas jalan utama yang menghubungkan Tangerang dengan Jakarta berpotensi mengalami kepadatan atau bahkan penutupan sementara.

Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota sendiri sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya kepadatan di beberapa titik strategis, termasuk jalur tol dan stasiun kereta api. Penyekatan jalur di beberapa ruas jalan dilakukan untuk mencegah massa aksi bergerak ke Jakarta melewati wilayah Tangerang. Kondisi ini tentu berdampak langsung pada mobilitas warga, termasuk para pelajar yang harus pulang sekolah pada jam-jam sibuk.

Situasi serupa juga dirasakan oleh orang tua siswa di berbagai kecamatan di Kota Tangerang. Beberapa warga mengaku sudah mulai mengatur jadwal penjemputan sejak pagi hari untuk mengantisipasi kemacetan yang diperkirakan memburuk menjelang siang dan sore hari. Sekolah-sekolah di kawasan yang dekat dengan jalur akses utama seperti Kecamatan Cipondoh, Karang Tengah, dan Pinang menjadi yang paling waspada.

Respons Sekolah dan Orang Tua

Beberapa sekolah di Kota Tangerang sudah mulai menyebarkan informasi kepada orang tua melalui grup WhatsApp kelas sejak Rabu malam. Para guru meminta orang tua untuk memastikan ketersediaan kendaraan pribadi atau menugaskan anggota keluarga yang bisa menjemput tepat waktu.

Sejumlah orang tua mengaku memahami kebijakan tersebut meski harus menyesuaikan jam kerja mereka. "Memang agak merepotkan, tapi demi keselamatan anak, lebih baik dijemput langsung. Nanti kalau ada apa-apa di jalan kan repot," ujar salah satu orang tua siswa SD di Kecamatan Cipondoh.

Sementara itu, beberapa sekolah juga menyiapkan posko informasi bagi orang tua yang membutuhkan bantuan terkait pengalihan arus lalu lintas. Guru-guru piket diinstruksikan untuk tetap menemani siswa yang belum dijemput hingga orang tua atau wali datang ke sekolah. Koordinasi antara sekolah dengan RT/RW setempat juga diperkuat untuk memastikan tidak ada siswa yang terlantar.

Pengalihan Arus Lalu Lintas

Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Tangerang Kota telah menyiagakan personel di sejumlah titik rawan kepadatan. Beberapa ruas jalan yang diprediksi terdampak antara lain Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Daan Mogot, serta akses Tol Tangerang yang mengarah ke Jakarta. Pengalihan arus bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi di lapangan.

Bagi warga Tangerang yang tidak memiliki kepentingan mendesak di luar rumah, Disdik menyarankan untuk tetap beraktivitas seperti biasa di dalam lingkungan rumah masing-masing selama dua hari ke depan. Imbauan ini juga berlaku bagi masyarakat umum, tidak hanya siswa sekolah, untuk mengurangi potensi terjadinya gesekan atau kerumunan yang tidak diinginkan.

Imbauan untuk Tetap Waspada

Disdik Kota Tangerang menegaskan bahwa imbauan ini bersifat antisipatif dan bukan berarti kegiatan belajar mengajar dihentikan. Sekolah tetap buka seperti biasa, namun jam kepulangan bisa disesuaikan sesuai kondisi terkini di lapangan. Para orang tua diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari sekolah maupun pihak berwenang terkait perkembangan situasi.

Langkah preventif ini menjadi pengingat bahwa kondisi keamanan di suatu wilayah dapat berdampak luas, tidak hanya pada aktivitas ekonomi dan transportasi, tetapi juga pada rutinitas pendidikan anak-anak. Kerja sama antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua menjadi kunci utama dalam memastikan keselamatan seluruh peserta didik di Kota Tangerang selama masa-masa yang tidak menentu seperti ini.

Sumber: Suara.com

Portal Berita Cikayasa & Tangerang Raya
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy