Featured image of post Dishub Kota Tangerang Masifkan Perbaikan PJU Pasca Rampungnya Perbaikan Jalan di Sejumlah Titik

Foto: Diskominfo Kota Tangerang

Dishub Kota Tangerang Masifkan Perbaikan PJU Pasca Rampungnya Perbaikan Jalan di Sejumlah Titik

Seiring rampungnya perbaikan jalan di sejumlah titik di Kota Tangerang, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang kini mengalihkan fokus ke pemasangan dan perbaikan penerangan jalan umum (PJU). Langkah ini bertujuan memastikan ruas jalan yang sudah mulus turut dilengkapi perlengkapan keselamatan dan penerangan yang memadai bagi pengguna jalan, baik pejalan kaki, pengendara motor, maupun pengemudi mobil.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Achmad Suhaely menegaskan, jalan yang baru saja diperbaiki tidak boleh berhenti di kondisi mulus saja. Perambuan, alat keselamatan, hingga penerangan jalan merupakan bagian integral dari kenyamanan dan keamanan berlalu lintas, terutama pada malam hari ketika visibilitas menurun drastis.

“Jalan yang mulus pun harus dilengkapi dengan perlengkapan jalan itu sendiri, mulai dari perambuan dan alat-alat keselamatan, termasuk penerangan jalan umum lainnya,” ujar Suhaely, Kamis (10/9/2026).

Prioritas Perbaikan di Titik yang Dilaporkan Warga

Dalam pelaksanaannya, Dishub memprioritaskan penanganan berdasarkan laporan masyarakat terkait gangguan PJU. Saat ini, beberapa titik sudah mendapat penanganan, antara lain Jalan Cipto Mangunkusumo, Jalan Padjajaran, serta beberapa titik di Jalan Thamrin. Ketiga ruas jalan tersebut merupakan salah satu ruas padat lalu lintas di Kota Tangerang yang menjadi urat nadi aktivitas warga setiap harinya.

Selain itu, untuk penanganan jangka pendek, Dishub juga akan memfokuskan perbaikan pada sejumlah ruas jalan yang sudah masuk dalam antrean laporan. Di antaranya Jalan M. Toha, Jalan Bayur, serta beberapa titik di wilayah Periuk yang akan segera dilengkapi PJU maupun perlengkapan jalan lainnya.

Dishub memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara bertahap. Dalam kondisi normal, penanganan gangguan PJU dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga tiga hari kerja, dengan mempertimbangkan antrean pekerjaan dan kondisi kerusakan di lapangan. Durasi ini sudah termasuk proses identifikasi kerusakan, pengadaan komponen, hingga pemasangan ulang di lokasi.

Empat Tim Dikerahkan untuk Percepat Pelayanan

Untuk mempercepat penyelesaian perbaikan, Dishub mengerahkan empat tim yang mencakup wilayah Tengah, Barat, dan Timur, ditambah satu tim piket yang standby untuk penanganan mendesak. Pembagian wilayah ini memungkinkan setiap tim fokus pada area masing-masing tanpa tumpang tindih, sehingga waktu respons terhadap laporan warga bisa lebih cepat.

Penanganan pada malam hari tetap mempertimbangkan keselamatan petugas di lapangan. Meski demikian, kebutuhan perbaikan PJU justru paling mendesak pada kondisi gelap, mengingat fungsi utama PJU adalah memberikan penerangan bagi pengguna jalan pada malam hari. Kondisi ini menuntut Dishub untuk menyeimbangkan antara kecepatan penanganan dan aspek keselamatan pekerja.

Program “Tangerang Menyala” Jadi Jembatan Pelaporan

Program “Tangerang Menyala” yang diluncurkan Pemerintah Kota Tangerang menjadi salah satu jembatan antara warga dengan Dishub dalam melaporkan gangguan PJU. Melalui barcode khusus yang tersebar di sejumlah titik, warga dapat dengan mudah melaporkan lampu PJU mati, rambu rusak, atau perlengkapan jalan lainnya yang membutuhkan perhatian.

Selain melalui barcode Tangerang Menyala, laporan juga dapat disampaikan melalui kanal LAKSA milik Pemkot Tangerang maupun media sosial resmi Dishub. Dengan adanya multiple channel pelaporan ini, Dishub berharap tidak ada lagi gangguan PJU yang luput dari penanganan karena keterbatasan akses pelaporan.

PJU Sebagai Bagian dari Infrastruktur Jalan yang Terintegrasi

Kota Tangerang sendiri memiliki ratusan unit PJU yang tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari kawasan pusat kota hingga wilayah pinggiran. Perawatan dan perbaikan rutin menjadi kunci menjaga kualitas penerangan jalan, terutama di ruas-ruas strategis yang menjadi lalu lintas utama masyarakat.

Program perbaikan PJU pasca perbaikan jalan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan jalan secara menyeluruh. Dengan menyelesaikan perbaikan jalan terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan PJU dan perlengkapan jalan lainnya, Dishub memastikan bahwa setiap ruas jalan yang diperbaiki benar-benar siap digunakan secara optimal oleh masyarakat.

Langkah ini juga sejalan dengan program pemerintah kota dalam mewujudkan kota yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Perbaikan PJU yang terintegrasi dengan perbaikan jalan menunjukkan pendekatan holistik dalam pengelolaan infrastruktur jalan, bukan sekadar menambal lubang atau memasang lampu satu per satu tanpa koordinasi yang jelas.

Dampak terhadap Keamanan dan Aktivitas Malam Warga

Kerusakan PJU selama ini menjadi salah satu keluhan utama warga Kota Tangerang, terkait dengan keamanan di malam hari. Jalan yang gelap karena lampu PJU mati kerap menjadi celah bagi tindak kriminal seperti pencurian dan begal. Dengan diperbaikinya PJU secara masif pasca perbaikan jalan, warga diharapkan merasa lebih aman saat melintas pada malam hari, baik yang sedang bekerja maupun yang sedang dalam perjalanan pulang.

Selain aspek keamanan, PJU yang berfungsi baik juga berkontribusi terhadap keselamatan lalu lintas. Pengendara dapat melihat rambu lalu lintas, marka jalan, dan kondisi jalan di depannya dengan lebih jelas. Hal ini penting mengingat Kota Tangerang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi, terutama pada jam-jam sibuk dan malam hari. Dengan semakin banyaknya PJU yang berfungsi normal, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas akibat kurangnya penerangan dapat diminimalisasi.

Sumber: Pemerintah Kota Tangerang

Portal Berita Cikayasa & Tangerang Raya
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy