Warga Tangerang Raya yang punya usaha rintisan, agensi digital, atau produk berbasis kecerdasan buatan kini punya alamat baru di internet. Sejak 5 Oktober 2026, domain .ai.id resmi dibuka untuk pendaftaran umum, tanpa perlu dokumen khusus dan tanpa harus menjadi bagian dari lembaga riset tertentu.
Pendaftaran dilakukan lewat registrar resmi Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dengan mekanisme first come, first served. Artinya, siapa pun yang lebih dulu menyelesaikan proses registrasi sesuai ketentuan, dialah yang berhak memakai nama domain tersebut.
Apa Itu .ai.id?
.ai.id adalah domain tingkat kedua berbasis kode negara Indonesia (ccTLD) yang khusus ditujukan untuk ekosistem kecerdasan artifisial. Domain ini digagas PANDI bersama Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA), dan menurut KORIKA menjadi domain berbasis kode negara pertama di dunia yang dirancang khusus sebagai identitas digital ekosistem AI suatu negara.
Kalau selama ini pelaku usaha AI di Indonesia memakai domain .com, .id biasa, atau .ai milik Anguilla, kehadiran .ai.id memberi ruang identitas yang secara harfiah menyebut Indonesia di belakangnya.
Ketua Umum KORIKA, Prof. Hammam Riza, menyebut pembukaan pendaftaran untuk umum sebagai pintu masuk yang lebih luas bagi pelaku AI nasional.
“Dengan dimulainya fase General Availability, pendaftaran .ai.id telah resmi dibuka untuk umum. Kami berharap akses yang semakin luas ini dapat mendorong lebih banyak startup, perusahaan, peneliti, institusi pendidikan, komunitas, maupun individu untuk memanfaatkan .ai.id dalam membangun identitas digital sekaligus memperkuat ekosistem AI Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Senada, Ketua PANDI Isnawan menilai kemudahan akses ini membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk memakai domain tersebut.
Empat Fase yang Dilalui Sebelum Dibuka Umum
Sebelum sampai ke tahap pendaftaran bebas, .ai.id melewati empat fase yang dirancang agar pembagian nama tetap adil:
- Sunrise (2 Juni - 2 Juli 2026) — khusus pemilik merek dagang terdaftar.
- Grandfather (13 Juli - 13 Agustus 2026) — untuk pemilik domain .id yang sudah aktif.
- Landrush (24 Agustus - 24 September 2026) — dibuka untuk umum dengan skema harga premium.
- General Availability (mulai 5 Oktober 2026) — pendaftaran bebas lewat jaringan registrar resmi PANDI.
Apabila ada lebih dari satu pihak yang mengajukan nama domain identik, penentuan hak pakai dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.
Kisaran Harga: Mulai Ratusan Ribu Rupiah
Untuk nama domain berisi tiga karakter atau lebih, PANDI menetapkan harga rekomendasi registrasi sekitar Rp100.000 per tahun. Beberapa registrar bahkan memasang tarif mulai Rp80.000, dengan biaya perpanjangan di kisaran angka yang sama.
Harga melonjak tajam untuk nama pendek. Domain dua karakter direkomendasikan Rp15 juta, sedangkan satu karakter menembus Rp150 juta. Skema ini mengikuti pola pasar domain global, di mana nama yang singkat dan mudah diingat dihargai sebagai aset premium.
Sebagai pembanding, domain .ai milik Anguilla yang populer di kalangan startup AI dunia dibanderol sekitar 80-200 dolar AS per tahun, dan sebagian registrar menerapkan kontrak minimum dua tahun. Artinya, untuk kebutuhan identitas usaha kecil dan menengah, .ai.id masih jauh lebih ramah kantong.
Kenapa Penting untuk Pelaku Usaha di Tangerang Raya?
Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan punya populasi UMKM dan pekerja digital yang besar, mulai dari penyedia jasa pemasaran digital, pengembang aplikasi, rumah produksi konten, sampai komunitas pembelajar AI di kawasan Serpong, Ciputat, dan Cikupa. Sebagian besar dari mereka masih mengandalkan alamat surel gratisan dan tautan portofolio seadanya saat menawarkan jasa ke klien.
Domain khusus seperti .ai.id bisa membantu di tiga hal. Pertama, kredibilitas: klien korporat maupun instansi lebih mudah percaya pada penyedia jasa yang punya alamat resmi, bukan tautan sementara. Kedua, branding: akhiran .ai.id langsung memberi tahu calon klien bahwa produk yang ditawarkan menyentuh ranah kecerdasan buatan atau otomasi. Ketiga, portabilitas: domain bisa diarahkan ke portofolio, toko daring, maupun sistem internal, sehingga tidak bergantung pada satu platform tertentu.
Bagi yang sedang membangun portofolio untuk melamar kerja di bidang teknologi, memiliki domain sendiri juga sering menjadi pembeda saat tahap penyaringan.
Catatan Sebelum Membeli
Ada beberapa hal yang sebaiknya dicermati sebelum ikut mendaftar.
Pertama, domain hanyalah alamat dan identitas. Membeli .ai.id tidak membuat sebuah produk otomatis berbasis AI, sama seperti membeli jaket tidak membuat seseorang jadi pilot. Nilai jual tetap ditentukan oleh kualitas layanan.
Kedua, daftarkan nama lewat registrar resmi PANDI, bukan melalui perantara tak dikenal. Pastikan data kontak yang dicantumkan benar, karena data itulah yang dipakai saat memperpanjang atau memindahkan domain di kemudian hari.
Ketiga, jangan tergesa-gesa menebus nama premium berharga puluhan juta rupiah bila kebutuhan saat ini masih sebatas portofolio atau eksperimen. Nama tiga karakter dengan biaya ratusan ribu rupiah sudah cukup untuk memulai.
Keempat, siapkan rencana perpanjangan. Domain yang telat diperpanjang bisa masuk masa tenggang dan berisiko dilepas kembali ke publik.
Peluang yang Terbuka
Bagi ekosistem digital Tangerang Raya, dibukanya .ai.id untuk umum menambah pilihan identitas yang murah dan jelas asalnya. Selama masa Landrush, nama-nama strategis memang sudah lebih dulu diambil lewat skema premium, tetapi masih banyak kombinasi nama brand lokal yang tersedia.
Pemerintah daerah juga punya peluang memanfaatkannya, misalnya untuk program digitalisasi UMKM atau kanal layanan berbasis AI yang lebih mudah diingat warga. Yang jelas, ketersediaan nama domain bagus tidak menunggu lama. Selama mekanismenya first come, first served, siapa yang bergerak lebih dulu yang mendapatkannya.
Sumber: detikInet - Domain .ai.id Kini Bisa Dibeli Umum, Startup hingga Individu Bisa Daftar
