Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Tangerang mencapai puncak keindahan dan kebersamaan melalui rangkaian Festival Maulid Nusantara 7 yang berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Agustus 2026. Penutup acara ditandai dengan pelaksanaan Maulid Tiga Masjid di Masjid Agung Al-Ittihad, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, yang berhasil menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana khidmat dan penuh sukacita.
Acara penutup ini merupakan perwujudan nyata semangat kebersamaan yang dijunjung tinggi oleh Pemerintah Kota Tangerang. Wali Kota Tangerang Drs. H. Sachrudin, M.Si, dalam sambutannya menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak sekadarmemperingati hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW, tetapi lebih dari itu, menjadi momen refleksi untuk mengingat dan mengamalkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Kirab Gunungan: Tradisi yang Menggugah Semangat Kebersamaan
Salah satu daya tarik utama dalam Festival Maulid Nusantara 7 adalah tradisi kirab gunungan yang bergerak dari berbagai titik di Kota Tangerang menuju Masjid Agung Al-Ittihad. Kirab ini melibatkan tiga masjid bersejarah sebagai poros utama: Masjid Jami Kalipasir, Masjid Raya Al-A'zhom, dan Masjid Agung Al-Ittihad. Setiap masjid membawa gunungan hasil bumi dan produk UMKM sebagai simbol syukur dan rasa kepedulian sosial.
Antusiasme masyarakat mencapai puncak ketika rombongan kirab tiba di lokasi. Warga dari berbagai wilayah Tangerang menyambut arak-arakan dengan gembira, bahkan terjadi perebutan gunungan yang menjadi bagian tradisi turun-temurun. Suasana yang hangat dan meriah ini membuktikan bahwa kegiatan Maulid tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ajang memperkuat tali silaturahmi antarwarga.
Kolaborasi Tiga Masjid Ikonik Kota Tangerang
Ketua Panitia Maulid Tiga Masjid, Farhan, menjelaskan bahwa tahun ini menjadi pelaksanaan keempat Maulid Tiga Masjid yang digelar secara kolaboratif. Tiga masjid yang terlibat memang memiliki identitas dan sejarah masing-masing dalam kehidupan umat di Kota Tangerang.
Masjid Jami Kalipasir dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Tangerang, dengan sejarah yang terjaga selama berabad-abad. Masjid Agung Al-Ittihad menjadi ruang berkumpul masyarakat dari berbagai kalangan dan usia. Sementara itu, Masjid Raya Al-A'zhom menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kota Tangerang karena arsitektur dan peranannya dalam kegiatan keagamaan.
"Ketiga masjid ini menjadi masjid yang ikonik. Kami berkolaborasi supaya masyarakat Tangerang secara umum tidak terbatas oleh administrasi Kota Tangerang, Tangerang Selatan, atau Kabupaten Tangerang. Semua bisa bersama-sama, guyub dan bersatu dalam rangka merayakan kelahiran Rasulullah," papar Farhan.
Festival Maulid Nusantara 7: Lima Hari Penuh Khidmat dan Kebersamaan
Rangkaian Festival Maulid Nusantara 7 secara resmi dibuka pada 21 Agustus 2026 dan berlangsung selama lima hari penuh. Kegiatan diawali dengan zikir bersama, pembacaan doa, dan ceramah agama yang menghadirkan para narasumber ternama. Sepanjang pelaksanaan, pameran UMKM dan kegiatan sosial juga turut digelar, memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro untuk memamerkan dan menjual produk unggulan mereka.
Dengan melibatkan berbagai kalangan masyarakat, festival ini juga menjadi wadah untuk menjaga dan melestarikan tradisi Tangerang yang kaya. Kirab perahu dan kirab gunungan menjadi bagian dari warisan budaya yang terus diperkenalkan kepada generasi muda. Farhan menegaskan bahwa tradisi ini tidak boleh hilang dan harus selalu dilestarikan agar anak cucu mengetahui bahwa di Tangerang ada kegiatan yang melibatkan banyak orang dan bertujuan untuk kemaslahatan bersama.
Dampak Sosial dan Ekonomi Kegiatan Maulid
Selain nilai keagamaan dan budaya, Festival Maulid Nusantara 7 juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati lokasi-lokasi kegiatan, memberikan stimuli bagi pelaku UMKM di sekitar Masjid Agung Al-Ittihad dan sekitarnya. Produk makanan, kerajinan tangan, dan souvenir menjadi incaran pengunjung selama pelaksanaan festival.
Pemkot Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Kominfo telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, termasuk parkir, posko kesehatan, dan pengaturan lalu lintas untuk memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan. Partisipasi aktif dari lintas sektor ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan masyarakat yang bernilai tinggi secara budaya dan ekonomi.
Dengan berakhirnya Festival Maulid Nusantara 7, masyarakat Kota Tangerang membawa pulang bukan hanya kenangan indah, tetapi juga pesan-pesan kebaikan yang diharapkan dapat menumbuhkan karakter religius dan solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Tradisi Maulid
Pelaksanaan Festival Maulid Nusantara 7 juga menonjolkan peran penting generasi muda dalam melestarikan warisan budaya religi. Banyak kegiatan, mulai dari panitia hingga pelaksanaan lapangan, dijalankan oleh pemuda dan pemudi Kota Tangerang. Keikutsertaan mereka bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai penyelenggara dan pembawa acara, menunjukkan bahwa tradisi Maulid tetap hidup dan relevan di tengah generasi baru.
Kombinasi antara elemen tradisional dan kontemporer dalam festival ini menjadi daya tarik tersendiri. Kirab gunungan dan kirab perahu, yang merupakan warisan leluhur, dipadukan dengan pameran UMKM dan platform digital untuk menjangkau generasi muda. Pendekatan inovatif ini menjadikan Festival Maulid Nusantara bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai ajang kreativitas dan inovasi budaya.
Pesan Damai dan Toleransi Menuju Masyarakat Tangerang yang Lebih Solid
Kegiatan Maulid di Kota Tangerang juga membawa pesan universal tentang toleransi dan persatuan. Kolaborasi tiga masjid dari lintas administrasi Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang menjadi bukti bahwa perbedaan wilayah dan latar belakang bisa disatukan dalam satu tujuan: merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan menebar kebaikan.
Peserta dan masyarakat umum yang hadir menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan karena dapat menjadi bagian dari momen bersejarah ini. Banyak dari mereka mengaku bahwa kegiatan seperti ini semakin langka dan berharga di tengah hiruk pikuk kehidupan modern. Kegiatan Maulid Tiga Masjid menjadi pengingat bahwa Kota Tangerang memiliki akar budaya yang kuat dan harus terus dijunjung tinggi oleh seluruh generasi.
Sumber: tangerangkota.go.id
