GOR Gondrong di Jalan Sawah Dalam, Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, menjadi pusat perhatian ratusan pelajar dan mahasiswa se-Tangerang Raya pada Minggu (25/10/2026). Hari ini adalah hari terakhir alias The Finals Piala by.U 2026 Tangerang Series, turnamen futsal pelajar yang sejak Jumat (23/10) menyaring tim-tim terbaik dari tiga jenjang: SMP, SMA/SMK, dan — untuk pertama kalinya tahun ini — perguruan tinggi.
Sejak pagi, arena yang biasa dipakai turnamen futsal pelajar di Kota Tangerang itu dipadati suporter sekolah. Panitia menjadwalkan rangkaian semifinal lintas kategori pada hari ketiga, lalu ditutup dengan partai final dan penyerahan trofi. Tiga gelar juara kota diperebutkan sekaligus dalam satu hari, sehingga kepadatan pertandingan jauh lebih tinggi dibanding dua hari sebelumnya.
Bukan cuma trofi kota yang diperebutkan
Yang membuat Tangerang Series berbeda dari turnamen futsal pelajar biasa ada pada jenjang hadiahnya. Piala by.U 2026 bukan sekadar kompetisi antar sekolah, tetapi pintu masuk ke program talent scouting nasional. Dari seluruh rangkaian series di 16 kota, panitia memilih 14 pemain terbaik untuk mengikuti training camp bersama klub futsal profesional Unggul FC Malang.
Bagi peserta yang menonjol, ada dua jalur lanjutan yang dibuka penyelenggara. Pertama, Campus Scholarship Opportunity hasil kerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan STKIP Pasundan. Kedua, Club Professional Contract Opportunity lewat kolaborasi dengan Unggul FC Malang. Artinya, penampilan seorang pelajar di lapangan GOR Gondrong hari ini bisa berujung pada beasiswa kuliah atau kontrak pembinaan di klub profesional.
Selain itu, juara di tingkat kota tetap menerima uang pembinaan, sertifikat, dan medali. Tema yang diusung tahun ini, “Nyalakan Semangatmu, Tunjukkan Bisamu”, secara terbuka memposisikan turnamen sebagai batu loncatan, bukan sekadar ajang hiburan akhir pekan.
Rekam jejak yang bukan kaleng-kaleng
Klaim itu bukan tanpa dasar. Pada penyelenggaraan 2025, Piala by.U melibatkan 1.080 sekolah dengan partisipasi sekitar 12 ribu atlet pelajar, dan disaksikan lebih dari 1 juta penonton daring. Dari program talent scouting-nya, 13 pemain terpilih mendapat kesempatan mengikuti training camp bersama Fafage Banua, Blacksteel Papua, dan Cosmo JNE.
Skala itu menjelaskan mengapa Tangerang Series tahun ini terasa berbeda dari turnamen-turnamen sekolah yang rutin digelar di kota ini. Penyelenggara menempatkan Tangerang sebagai salah satu dari 16 kota penyelenggara, sejajar dengan Semarang, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, hingga Medan. Untuk wilayah Tangerang, tahap kualifikasi digelar 10 Oktober 2026, dan tim yang lolos itulah yang bertanding di GOR Gondrong sejak 23 Oktober.
Sejumlah tim yang tampil di Tangerang Series terpantau dari unggahan akun resmi @pialabyu, di antaranya Futsal Universitas Pamulang untuk kategori perguruan tinggi dan SMK Bina Insani Tangerang. Keduanya mewakili karakter peserta tahun ini: kampus dan sekolah vokasi yang selama ini jarang mendapat panggung futsal berskala nasional.
Kategori universitas, wajah baru kompetisi
Kehadiran kategori universitas menjadi perubahan paling mencolok pada edisi 2026. Selama beberapa tahun, Piala by.U identik dengan pelajar SMP dan SMA. Tahun ini mahasiswa akhirnya masuk ke kompetisi yang sama, dengan konsekuensi teknis tersendiri: jumlah pemain yang didaftarkan minimal 10 dan maksimal 18 orang per tim, dengan syarat minimal tiga pemain berposisi kiper.
Setiap tim juga boleh membawa satu pelatih, maksimal dua ofisial, dan satu koordinator suporter yang bertanggung jawab selama kompetisi. Seluruh pemain wajib berstatus siswa atau mahasiswa aktif di sekolah atau kampus yang diwakili, dan wajib menggunakan kartu by.U atau Telkomsel. Nomor punggung dibatasi angka 1 sampai 18 dan bersifat tetap selama turnamen, mengikuti Daftar Susunan Pemain (DSP) yang diserahkan ke panitia.
Dari sisi biaya, registrasi dibedakan per jenjang: Rp300.026 untuk SMP/sederajat, Rp500.026 untuk SMA/sederajat, dan Rp500.027 untuk perguruan tinggi. Pembayaran baru dilakukan setelah tim dinyatakan lolos seleksi awal, lalu bukti bayar diunggah ke situs resmi pialabyu.com. Skema ini menjelaskan mengapa kualitas tim yang lolos ke GOR Gondrong relatif merata — seleksi administrasi berjalan sebelum kompetisi dimulai.
GOR Gondrong, rumah lama futsal pelajar Tangerang
Bagi warga Cipondoh dan sekitarnya, nama GOR Gondrong bukan hal baru. Venue ini sudah lama menjadi langganan kejuaraan futsal pelajar di Kota Tangerang. Pada Agustus 2026, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang mencatat Dhillon Championship II di lokasi yang sama diikuti 117 tim futsal pelajar selama lima hari, 8–12 Agustus. Kejuaraan Daerah (Kejurda) Futsal Piala Gubernur Banten juga pernah digelar di GOR Gondrong, begitu pula rangkaian Wondr Futsal Series Tangerang.
Konsistensi itu memberi keuntungan praktis: akses jalan, area parkir, dan UMKM di sekitar arena sudah terbiasa dengan lonjakan kunjungan akhir pekan. Namun, warga yang hendak menonton hari ini perlu memperhitungkan cuaca. BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk Jabodetabek pada 25–26 Oktober 2026, dengan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah termasuk Tangerang. Penonton disarankan membawa jas hujan dan datang lebih awal agar tidak kehabisan tempat di tribune.
Bagi sekolah dan kampus yang belum pernah ikut, penyelenggara membuka pintu untuk kota-kota berikutnya. Setelah Tangerang, rangkaian Piala by.U 2026 berlanjut ke Lampung (series 30 Oktober–1 November), Bekasi (6–8 November), Makassar (20–22 November), Banjarmasin dan Palembang (13–15 November), Surabaya (27–29 November), Malang dan Lombok, Pekanbaru, lalu ditutup Medan dan Pontianak pada Januari 2027.
Yang dipertaruhkan setelah peluit akhir
Apa pun hasilnya hari ini, Tangerang Series meninggalkan jejak yang lebih panjang dari sekadar daftar juara. Nama-nama pemain yang menonjol akan masuk pantauan talent scouting, dan dari situ peluang beasiswa maupun pembinaan klub terbuka. Untuk kota yang selama ini lebih dikenal lewat klub profesional seperti Persita Tangerang, jalur pembinaan usia sekolah dan mahasiswa seperti ini mengisi ruang yang kerap kosong.
Di sisi lain, penyelenggara juga menghadirkan maskot “Piyu”, jingle resmi, pop-up booth untuk pembelian kuota dan penukaran U-Coin dengan merchandise, serta promo starter pack SIM card berisi 5 GB seharga Rp25.000 untuk 14 hari — bagian dari cara mereka menempelkan produk ke kehidupan sehari-hari peserta.
Hari ini, sebelum piala berpindah tangan, yang tersisa adalah pertanyaan sederhana: siapa yang paling siap di menit-menit terakhir. Sebab di turnamen seperti ini, satu penyelamatan kiper atau satu gol di detik terakhir bisa menentukan apakah seorang pelajar Tangerang pulang membawa medali saja, atau sekaligus membuka pintu ke jenjang yang lebih tinggi.
Sumber: by.U — Piala by.U 2026 Resmi Digelar, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya | Radio Idola Semarang — Piala by.U 2026 Semarang Series Cetak Juara Baru | Piala by.U | Dispora Kota Tangerang — Dhillon Championship
