Featured image of post Garudayaksa FC Hadapi Tantangan Perbanyak Penonton di BRI Super League, Persita Menanti

Foto: Bola.com/KLY Media Production

Garudayaksa FC Hadapi Tantangan Perbanyak Penonton di BRI Super League, Persita Menanti

Manajemen Garudayaksa FC berharap besar laga kandang tim berjuluk Spirit of Garuda di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat bisa terus dipadati penonton seiring berjalannya musim BRI Super League 2026/2027. Sebagai tim promosi yang baru pertama kali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Garudayaksa FC memang masih dalam proses membangun basis suporter setia yang diharapkan bisa menjadi kekuatan tersendiri di kandang.

Dalam tiga laga yang sudah diarungi sejauh ini, Garudayaksa FC baru sekali menghelat laga kandang, yakni saat menjamu Persik Kediri di Stadion Pakansari pada Jumat 11 September 2026. Sayangnya, laga yang berakhir dengan kekalahan dua gol tanpa balas tersebut hanya dihadiri 386 orang penonton. Dari jumlah itu, 328 orang duduk di tribun timur Gate 7 dan 58 orang di tribun VIP Barat. Jumlah tersebut memang masih sangat kecil untuk ukuran tim yang bermain di kasta teratas, namun manajemen tetap melihat sisi positif dari animo warga Cibinong dan sekitarnya yang sudah mulai menunjukkan ketertarikan.

Sebagai perbandingan, saat Garudayaksa FC masih bermain di Liga 2 musim lalu, jumlah penonton di laga kandang pertama juga tidak jauh berbeda. Namun ketika tim yang kala itu ditukangi Widodo C. Putro menjamu Persikad Depok di laga home terakhir, jumlah penonton mencapai 4.000-an orang. Angka ini menjadi bukti bahwa animo suporter bisa meningkat drastis seiring prestasi tim di lapangan. Manajemen Garudayaksa FC pun optimistis pola serupa akan terulang di BRI Super League musim ini.

Optimisme itu tentu tidak tanpa dasar. Beberapa laga kandang melawan tim-tim besar seperti Borneo FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Persib Bandung masih menanti di bulan-bulan mendatang. Pertandingan-pertandingan melawan tim-tim raksasa tersebut diprediksi akan mendongkrak jumlah penonton secara signifikan. Apalagi, kehadiran pemain bintang seperti Andik Vermansah, mantan pemain Timnas Indonesia yang pernah berkarier di Malaysia, menjadi daya tarik tersendiri bagi calon suporter yang penasaran dengan aksinya di lapangan.

Musim ini memang menjadi momen bersejarah bagi Garudayaksa FC. Tim yang berbasis di Cibinong ini sukses promosi ke BRI Super League setelah musim lalu menggondol gelar juara Pegadaian Championship Liga 2 2025/2026. Promosi ke kasta tertinggi menjadi buah dari kerja keras seluruh elemen klub, mulai dari manajemen, pelatih, hingga pemain yang tampil konsisten sepanjang musim lalu.

Performa Garudayaksa FC di lapangan juga patut diacungi jempol. Dari tiga laga yang sudah dilalui, tim asuhan Milos Joksic ini belum terkalahkan. Pada laga perdana, Garudayaksa mampu mencuri satu poin saat bertandang ke Stadion Jatidiri, Semarang, setelah bermain imbang 1-1 melawan Java United FC. Kekalahan 0-2 dari Persik Kediri di kandang menjadi catatan minor satu-satunya, sebelum kembali meraih hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya. Catatan ini menunjukkan ketahanan mental yang cukup baik untuk tim promosi yang baru pertama merasakan atmosfer BRI Super League.

Kini, fokus Garudayaksa FC telah beralih ke laga berikutnya. Pada 10 Oktober mendatang, atau usai jeda FIFA matchday, Milos Joksic dan pasukannya akan menyambangi Banten International Stadium (BIS) di Serang untuk menantang tuan rumah Persita Tangerang. Laga ini menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan pecinta sepak bola Tangerang Raya, mengingat kedua tim memiliki sejarah pertemuan yang menarik dan ambisi yang sama-sama besar di musim ini.

Persita Tangerang sendiri sedang dalam kondisi yang cukup baik di awal musim. Dari tiga laga yang sudah dilakoni, Pendekar Cisadane belum terkalahkan dengan catatan dua hasil imbang dan satu kemenangan. Pemain anyar Tyronne Del Pino, gelandang asal Spanyol berusia 35 tahun, menjadi salah satu bintang dengan mencetak gol spektakuler saat bermain imbang 2-2 melawan PSM Makassar di Stadion BJ Habibie, Parepare. Konsistensi Persita di awal musim menjadi modal berharga untuk menjamu Garudayaksa FC di Banten International Stadium.

Meski demikian, Persita masih memiliki masalah infrastruktur yang harus diselesaikan. Indomilk Arena Stadium, kandang utama Persita, masih dalam perbaikan atap yang rubuh akibat angin kencang pada Maret lalu. Presiden Klub Ahmed Zaki Iskandar memastikan perbaikan terus berjalan dan diharapkan paling telat minggu kedua November sudah bisa dipakai kembali. Sementara itu, laga kandang Persita masih digelar di Banten International Stadium, Serang, yang memiliki kapasitas penonton lebih besar dan fasilitas yang memadai.

Kedatangan Garudayaksa FC ke Banten International Stadium pada 10 Oktober nanti diprediksi akan menyuguhkan pertandingan yang menarik. Kedua tim sama-sama memiliki ambisi besar untuk bersaing di papan atas BRI Super League musim ini. Bagi Garudayaksa, kemenangan perdana di musim ini menjadi target utama yang sangat ingin diraih. Sementara bagi Persita, kemenangan di kandang sendiri akan semakin memperkuat posisi mereka di klasemen sementara dan menjaga jarak dari tim-tim di bawahnya.

Bagi seluruh warga Tangerang Raya yang ingin mendukung langsung Persita di Banten International Stadium, laga Persita vs Garudayaksa FC pada 10 Oktober 2026 menjadi salah satu jadwal yang patut dicatat dan tidak boleh dilewatkan begitu saja. Kick-off dijadwalkan pukul 15.30 WIB. Dengan performa apik kedua tim di awal musim, pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit dan menarik untuk disaksikan. Jangan lewatkan kesaksian langsung dari tribun stadion untuk memberikan dukungan penuh bagi Pendekar Cisadane!

Sumber: Bola.com - Dari 386 Penonton, Garudayaksa FC Berharap Pakansari Makin Dipadati Penonton

Portal Berita Cikayasa & Tangerang Raya
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy