Ribuan jurus baku yang bergerak serentak di satu lapangan stadion—itulah gambaran yang ingin ditorehkan Kota Tangerang pada peringatan Hari Olahraga Nasional tahun ini. Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tangerang menyiapkan Gebyar Silat Benteng di Stadion Benteng Reborn, Jumat 9 Oktober 2026, dengan target mulia: memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori penampilan pencak silat massal.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyatakan dukungan penuh atas kegiatan yang melibatkan ribuan pesilat pelajar SD dan SMP se-Kota Tangerang tersebut. Bagi pemerintah kota, acara ini bukan sekadar pertunjukan massa, melainkan salah satu cara memperkenalkan bela diri tradisional Indonesia kepada generasi muda sekaligus meramaikan rangkaian Haornas 2026.
Dukungan Penuh Dispora Kota Tangerang
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan pihaknya mengapresiasi dan mendukung kelancaran agenda Gebyar Silat Benteng. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenalkan cabang olahraga pencak silat yang telah banyak menyumbangkan prestasi bagi Kota Tangerang.
“Kami mengapresiasi sekaligus mendukung penuh kelancaran agenda Gebyar Silat Benteng di Kota Tangerang. Tidak sekadar penampilan massal, agenda ini menjadi kesempatan untuk mengenalkan cabang olahraga pencak silat yang telah banyak menyumbangkan prestasi bagi Kota Tangerang,” ujar Kaonang, Rabu (30/9/2026).
Dukungan yang dimaksud bukan hanya seremonial. Pemkot Tangerang menyiapkan dukungan penyelenggaraan agar ribuan pelajar yang terlibat dapat tampil aman dan nyaman di Stadion Benteng Reborn, salah satu venue olahraga yang belakangan rutin dipakai untuk kegiatan berskala besar di kawasan Kecamatan Tangerang.
Ribuan Pelajar Peragakan Jurus Baku Bersama
Ketua IPSI Kota Tangerang, Irman Pujahendra, menjelaskan bahwa Gebyar Silat Benteng dicanangkan mampu memecahkan catatan MURI pada kategori penampilan pencak silat massal. Caranya sederhana namun menuntut latihan: mengundang pesilat pelajar SD dan SMP di wilayah Kota Tangerang untuk menampilkan jurus baku silat secara bersama-sama.
“Kami nanti mengundang para pesilat dari kalangan pelajar SD dan SMP di wilayah Kota Tangerang untuk menampilkan jurus baku silat secara bersama-sama,” ujar Irman.
Selain mengejar rekor, kegiatan ini dimaksudkan untuk mempopulerkan pencak silat di kalangan generasi muda. Irman menilai Gebyar Silat Benteng sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi dan prestasi atlet pencak silat Kota Tangerang, serta mendorong semakin banyak pelajar yang mengenal dan menekuni olahraga bela diri tradisional Indonesia tersebut.
Tantangan Menyamai Catatan MURI Nasional
Target memecahkan rekor MURI bukan hal yang bisa dianggap remeh. Beberapa daerah sebelumnya sudah mencatatkan angka peserta yang sangat besar pada kategori serupa. Pada 2023, sekitar 10.000 pesilat di Kota Banjar, Jawa Barat, mengikuti pagelaran seni ibing pencak silat dan tercatat dalam MURI. Jawa Barat juga pernah mencatat 3.668 pesilat dalam Pasanggiri dan Ibing Rampak Pencak Silat. Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat sekitar 10.000 pesilat pada kegiatan serupa di halaman kantor gubernur.
Angka-angka itulah yang menjadikan Gebyar Silat Benteng menarik untuk ditunggu. IPSI Kota Tangerang harus memastikan jumlah peserta dan keseragaman jurus memenuhi kriteria penilaian MURI. Bila berhasil, Kota Tangerang akan menambah satu daftar rekor baru dalam buku Museum Rekor Dunia Indonesia dari dunia bela diri nasional.
Prestasi Olahraga Pelajar yang Jadi Latar
Gebyar Silat Benteng tidak berdiri sendiri. Kegiatan ini tumbuh dari fondasi prestasi olahraga pelajar Kota Tangerang yang belakangan terbilang kuat. Pada Haornas 2026, Kota Tangerang kembali menegaskan komitmen membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan melalui pembinaan atlet, peningkatan fasilitas, dan penyelenggaraan kompetisi.
Kota Tangerang berhasil mempertahankan gelar juara umum POPDA XII Provinsi Banten 2026 dengan total 256 medali, terdiri dari 106 emas, 75 perak, dan 84 perunggu. Kontingen kota juga mengirimkan 411 atlet yang bertanding pada 26 cabang olahraga. Di saat yang sama, Kota Tangerang juga menjadi juara umum Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Banten 2026 dengan 17 emas, 10 perak, dan 3 perunggu—bukti bahwa pembinaan olahraga diarahkan secara inklusif, termasuk bagi atlet pelajar penyandang disabilitas.
Pembinaan sejak usia pelajar juga dilakukan lewat Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD), yang menyiapkan atlet sejak sekolah agar memiliki kemampuan, pengalaman bertanding, dan mental kompetitif.
Dari Stadion Benteng Reborn ke Ekosistem Sport City
Selain prestasi, Kota Tangerang juga terus memperluas kapasitas olahraganya. Dalam setahun, lebih dari 25 event olahraga berskala nasional hingga internasional digelar di kota ini, antara lain Open Tournament Piala Kapolri Karate, Silat Open Nasional, futsal perempuan profesional, hingga panjat tebing nasional. Seluruh rangkaian itu memperkuat arah Kota Tangerang membangun ekosistem Sport City yang tidak hanya berorientasi prestasi, tetapi juga aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Fasilitas pendukungnya pun terus ditambah. Saat ini tersedia 36 gedung olahraga, delapan stadion, dan 66 lapangan terbuka yang dikelola untuk mendukung aktivitas olahraga warga. GOR Nambo dan GOR Gondrong diarahkan menjadi venue untuk event berskala besar, sementara pada 2027 direncanakan pembangunan GOR di kawasan Modernland untuk cabang basket indoor dan hoki indoor.
Di tengah fasilitas itu, Stadion Benteng Reborn menjadi pilihan Gebyar Silat Benteng. Venue ini selama ini dipakai untuk berbagai kegiatan olahraga dan keramaian warga, sehingga menjadi lokasi yang familiar bagi pelajar dan perguruan silat di Kota Tangerang.
Pencak Silat, Warisan yang Perlu Dijaga Generasi Muda
Pencak silat sendiri sudah lama dikenal sebagai warisan budaya bangsa. Olahraga bela diri yang memadukan jurus, seni, dan ketahanan mental ini diakui dunia internasional sebagai bagian dari warisan budaya takbenda pada 2019. Di Indonesia, pencak silat hidup di perguruan-perguruan yang tersebar dari tingkat kelurahan hingga nasional.
Bagi pelajar, latihan pencak silat memberi manfaat yang tidak dimatikan sekolah lain: kedisiplinan, kebugaran, ketahanan tubuh, sampai rasa percaya diri. Melalui Gebyar Silat Benteng, pelajar SD dan SMP tidak hanya belajar jurus, tetapi juga merasakan pengalaman tampil di hadapan ribuan penonton dalam satu arena stadion.
Warga Ditunggu di Stadion Benteng Reborn
Dengan demikian, Jumat 9 Oktober 2026 mendatang menjadi tanggal yang layak dicatat warga Kota Tangerang. Gebyar Silat Benteng bakal mempertemukan ribuan pelajar pesilat dalam satu barisan, menampilkan jurus baku secara serentak sambil mengejar satu target: rekor MURI.
Bagi warga yang ingin menyaksikan, kegiatan ini terbuka sebagai bagian dari rangkaian peringatan Haornas di Kota Tangerang. Selain menjadi tontonan, kehadiran penonton sekaligus memberi semangat bagi pelajar yang berlatih berbulan-bulan agar penampilan massal mereka berjalan sempurna.
Kisah Gebyar Silat Benteng pada akhirnya bukan soal angka rekor semata. Ia adalah cerita bagaimana sebuah kota memakai olahraga untuk mempersatukan pelajar, menghidupkan kembali bela diri tradisional, dan menarik perhatian publik bahwa Tangerang tidak hanya soal lalu lintas dan kawasan industri—tetapi juga soal prestasi, budaya, dan generasi muda yang terus bergerak.
Sumber: Pemerintah Kota Tangerang · BantenNow · Pemerintah Kota Tangerang — Haornas 2026 · Pemerintah Kota Tangerang — 25 Event Olahraga
