Featured image of post Gencar Angkut Sampah Liar, Kecamatan Solear Ajak Warga Wujudkan Lingkungan Bersih

Gencar Angkut Sampah Liar, Kecamatan Solear Ajak Warga Wujudkan Lingkungan Bersih

Tim kebersihan Kecamatan Solear rutin mengangkut sampah liar di berbagai titik rawan. Warga diajak membuang sampah pada tempatnya demi lingkungan yang sehat.

SOLEAR — Pemerintah Kecamatan Solear tak main-main dalam urusan kebersihan. Melalui tim kebersihan kecamatan, pengangkutan sampah liar kini dilakukan secara rutin dan berkala di sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi pembuangan sampah sembarangan.

Langkah ini diambil sebagai wujud nyata komitmen menjaga kenyamanan lingkungan sekaligus menjawab keluhan warga yang selama ini kerap resah dengan keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal. Dengan pengangkutan rutin, tumpukan sampah yang menumpuk diharapkan bisa ditekan, sehingga potensi pencemaran lingkungan dan munculnya bibit penyakit ikut berkurang.

Camat Solear Rizkia Nurul Fajar, S.STP., M.Si, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah prioritas utama pemerintah kecamatan. “Kami tidak akan tinggal diam melihat tumpukan sampah liar yang merusak estetika dan kesehatan masyarakat. Tim kebersihan akan terus bekerja keras untuk menjaga kebersihan di seluruh wilayah Kecamatan Solear,” ujarnya.

Menyasar titik rawan di seluruh desa

Kegiatan ini menyasar titik-titik rawan di berbagai desa di Kecamatan Solear, termasuk kawasan permukiman dan pemukiman padat di wilayah Cikasungka, Adiyasa, Cikuya, dan sekitarnya. Petugas tidak hanya membersihkan tumpukan sampah yang menggunung, tetapi juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di lokasi yang bukan peruntukannya.

Dalam setiap operasi pengangkutan, tim kebersihan kecamatan mengerahkan minimal dua truk pengangkut sampah dengan kapasitas muatan besar. Petugas bekerja sejak pagi hari untuk membersihkan titik-titik kumpul sampah liar yang teridentifikasi. Proses pengangkutan biasanya memakan waktu empat hingga enam jam, tergantung pada volume sampah yang harus diangkut.

Pendekatan yang digunakan pun persuasif. Masyarakat diajak untuk sama-sama bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, mulai dari hal sederhana seperti membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Dampak sampah liar terhadap kesehatan masyarakat

Keberadaan sampah liar bukan hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius bagi masyarakat. Tumpukan sampah menjadi tempat berkembangbiaknya lalat, nyamuk, dan hama lainnya yang dapat menularkan penyakit seperti demam berdarah, typus, dan diare.

Kepala Puskesmas Solear drg. Andi Prasetyo mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya mencatat cukup banyak kasus penyakit yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan yang buruk. “Kami sangat mendukung langkah kecamatan dalam mengangkut sampah liar. Dengan lingkungan yang bersih, angka penyakit yang berkaitan dengan sanitasi diharapkan bisa menurun,” katanya.

Selain masalah kesehatan, sampah liar juga dapat menyumbat saluran air dan drainase yang berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan tiba. Hal ini sudah beberapa kali terjadi di beberapa titik di Kecamatan Solear, di mana genangan air akibat tersumbatnya saluran drainase oleh sampah mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

Kebersihan adalah tanggung jawab bersama

Pemerintah Kecamatan Solear menegaskan bahwa urusan kebersihan bukan hanya tugas petugas, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan warga, diharapkan budaya hidup bersih terus tumbuh dan menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Dengan lingkungan yang bersih, wilayah Kecamatan Solear akan menjadi tempat tinggal yang lebih sehat, indah, dan nyaman bagi seluruh warganya,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Sosialisasi tentang pengelolaan sampah juga dilakukan secara berkala di setiap desa. Petugas kecamatan mendatangi acara-acara warga seperti pengajian, pertemuan PKK, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya untuk menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dalam sosialisasi tersebut, warga juga diberikan informasi tentang jadwal pengangkutan sampah serta nomor telepon yang bisa dihubungi untuk melaporkan adanya tumpukan sampah liar.

Program bank sampah juga terus digalakkan di berbagai desa di Kecamatan Solear. Melalui program ini, warga dapat menukarkan sampah plastik, kertas, dan logam dengan uang tunai atau kredit yang bisa digunakan untuk pembayaran iuran listrik. Program ini terbukti efektif mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPS liar.

Pemberdayaan masyarakat

Keberhasilan pengelolaan sampah di Kecamatan Solear tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang tergabung dalam kelompok-kelompok swadaya masyarakat (KSM). Beberapa desa sudah membentuk KSM yang bertugas mengelola sampah di tingkat RT dan RW. KSM ini bertanggung jawab memilah, mengumpulkan, dan menyalurkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis ke pengepul atau bank sampah.

“Kami berharap dengan pemberdayaan masyarakat melalui KSM, pengelolaan sampah di Kecamatan Solear bisa menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan. Sampah yang dikelola dengan baik bukan hanya mengurangi volume di TPS, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga,” ujar Sekretaris Kecamatan Solear.

Ke depan, pengangkutan sampah liar dijadwalkan terus berlanjut secara berkala. Warga pun diimbau untuk aktif melaporkan bila menemukan titik-titik pembuangan sampah liar baru, agar bisa segera ditindaklanjuti oleh tim kebersihan. Keterlibatan warga menjadi kunci agar Solear terbebas dari sampah liar dan tetap nyaman dihuni.

Selain upaya pengangkutan sampah liar, Kecamatan Solear juga merencanakan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) resmi di beberapa titik strategis yang dapat dijangkau oleh seluruh warga. TPS resmi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat.

Berkat kerja keras seluruh elemen masyarakat dan komitmen pemerintah kecamatan, Kecamatan Solear menargetkan untuk mencapai lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah liar pada akhir tahun 2026. Target ini sejalan dengan program Kabupaten Tangerang yang mengarahkan seluruh kecamatan untuk menerapkan pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan. Sumber: solear.tangerangkab.go.id

Portal Berita Cikayasa & Tangerang Raya
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy