Persita Tangerang menutup laga pekan keempat BRI Super League 2026/2027 dengan kemenangan dramatis. Menjamu Garudayaksa FC di Banten International Stadium, Sabtu (10/10/2026), Pendekar Cisadane menang 2-1 berkat gol larut Aleksa Andrejic pada menit 90+2.
Tambahan tiga poin itu mengangkat Persita ke peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi delapan poin dari empat pertandingan. Sementara Garudayaksa FC masih tertahan di posisi ke-13 dengan dua poin, hanya unggul dua angka dari zona degradasi.
Laga berjalan ketat sejak awal. Persita mengambil inisiatif menyerang lebih dulu dan sempat menciptakan peluang melalui Rayco Rodriguez serta Alexandre Ramalingom, namun keduanya belum membuahkan hasil. Garudayaksa berbalik memberi ancaman lewat tembakan Carlos Iury, tetapi upaya itu masih bisa diblok lini pertahanan tuan rumah.
Sepanjang sisa babak pertama, kedua tim sama-sama berupaya mencari gol pembuka. Hingga turun minum, papan skor tetap menunjukkan angka 0-0.
Gol salto Ramalingom dan tandukan Brian Rubio
Memasuki babak kedua, Persita langsung memecah kebuntuan. Baru satu menit setelah kick-off babak kedua, tepatnya menit ke-46, Alexandre Ramalingom menaklukkan kiper Garudayaksa lewat tendangan salto. Gol itu berawal dari umpan Hokky Caraka yang ia manfaatkan dengan baik di dalam kotak penalti.
Unggul 1-0, Persita tidak mengendurkan serangan. Beberapa kali gawang Garudayaksa kembali terancam, tetapi belum ada gol tambahan yang tercipta. Sebaliknya, tim tamu justru tampil lebih agresif setelah tertinggal.
Garudayaksa akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-75. Brian Rubio mencetak gol lewat tandukan setelah lolos dari jebakan offside, mengubah skor menjadi 1-1 dan membuat pertandingan kembali terbuka.
Persita sempat mendapat kesempatan emas melalui titik penalti. Namun keputusan wasit tersebut dibatalkan setelah peninjauan video assistant referee (VAR). Keputusan itu sempat membuat laga berjalan menegangkan, terutama karena waktu tersisa semakin tipis.
Pergantian pemain Carlos Pena jadi kunci
Pelatih Persita, Carlos Pena, merespons situasi tersebut dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Ia memasukkan pemain bertipe menyerang seperti Hokky Caraka, Esal Sahrul, dan Aleksa Andrejic demi mengejar gol kemenangan.
Strategi itu berbuah manis. Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Andrejic mencuri bola liar di kotak penalti lawan dan melepaskan tembakan yang menjebol gawang Garudayaksa pada menit 90+2. Stadion bergemuruh, dan Persita memastikan kemenangan 2-1.
Gol tersebut menjadi gol kedua Andrejic musim ini. Pemain asal Serbia itu sebelumnya juga tercatat sebagai pencetak gol penentu kemenangan 3-2 atas Java United FC pada September lalu, juga di masa injury time.
Posisi klasemen dan rekor belum terkalahkan
Berkat hasil ini, Persita belum terkalahkan dalam empat laga awal musim dengan catatan dua kemenangan dan dua hasil imbang. Kemenangan atas Garudayaksa membuat mereka berjarak empat poin dari Persija Jakarta di puncak klasemen.
Kemenangan itu juga terasa penting karena Persita sempat kehilangan momentum di awal musim. Mereka bermain imbang melawan PSIM Yogyakarta dan Java United FC, sebelum akhirnya meraih kemenangan penuh di kandang sendiri.
Di sisi lain, kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Garudayaksa FC. Tim promosi tersebut belum meraih kemenangan dalam empat pertandingan awal, dengan dua hasil imbang dan dua kekalahan. Posisi mereka kini rawan, hanya terpaut dua poin dari zona degradasi.
Ujian sesungguhnya menanti pekan depan
Jadwal pekan kelima langsung menghadirkan ujian berat bagi Persita. Pendekar Cisadane sudah ditunggu Persija Jakarta, tim yang pada pekan yang sama sukses meraih kemenangan 4-0 atas tuan rumah PSIM Yogyakarta.
Laga melawan Persija menjadi pertemuan sarat gengsi. Kedua klub memiliki basis suporter besar di wilayah Jabodetabek dan pertemuan mereka kerap berjalan panas, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Bagi warga Tangerang Raya, kemenangan ini menambah modal kepercayaan diri Persita sebelum menghadapi salah satu kandidat juara tersebut. Dukungan dari tribun Banten International Stadium sendiri menjadi salah satu faktor yang disebut para pemain membantu mereka tampil lebih tenang di babak kedua.
Dari sisi permainan, laga kontra Garudayaksa memperlihatkan pola yang mulai terbaca dari Persita musim ini. Mereka cenderung kesulitan menuntaskan peluang di babak pertama, lalu mempercepat tempo dan menumpuk pemain menyerang setelah turun minum. Pola itu berulang di beberapa laga dan menjadi catatan tersendiri bagi tim pelatih menjelang laga-laga besar berikutnya.
Yang juga menarik, dua gol Persita lahir dari skema berbeda. Gol pertama berawal dari umpan pendek di dalam kotak penalti, sedangkan gol kedua datang dari kemampuan membaca bola liar. Kombinasi penyelesaian terencana dan naluri di momen kacau semacam itu menjadi modal penting saat menghadapi tim dengan pertahanan rapat.
Poin penuh yang menjaga asa
Dengan delapan poin dari empat laga, Persita menjaga asa bersaing di papan atas BRI Super League 2026/2027. Jalur empat pertandingan tanpa kekalahan bukan pencapaian kecil bagi tim yang bermarkas di Kabupaten Tangerang ini.
Namun tantangan sebenarnya baru dimulai. Rangkaian laga melawan tim papan atas akan menguji kedalaman skuad, terutama karena rotasi pemain di lini serang mulai menjadi andalan Carlos Pena untuk mencari gol di menit-menit akhir.
Bagi publik Tangerang Raya, kemenangan dramatis semacam ini punya daya tarik tersendiri. Gol di masa injury time selalu menjadi momen yang paling diingat penonton, dan Andrejic kini mencatatkan namanya dua kali sebagai penentu kemenangan di penghujung laga.
Jika tren ini berlanjut, Persita berpeluang lebih lama bertahan di zona empat besar. Tapi laga melawan Persija pekan depan akan jadi ujian sesungguhnya: apakah kemenangan-kemenangan dramatis ini bagian dari kualitas, atau justru pertanda tim masih terlalu bergantung pada momen-momen akhir pertandingan.
Sumber: ANTARA News | Media Indonesia | Situs Resmi Persita
