Featured image of post Indosat dan Huawei Luncurkan Teknologi AI yang Bisa Terjemahkan Panggilan Telepon Secara Real-Time

Foto: Katadata/Kamila Meilina

Indosat dan Huawei Luncurkan Teknologi AI yang Bisa Terjemahkan Panggilan Telepon Secara Real-Time

Pernahkah Anda kesulitan berkomunikasi dengan lawan bicara yang berbahasa berbeda melalui telepon? Atau terganggu suara bising saat menerima panggilan penting di tempat umum? Masalah-masalah tersebut tampaknya segera memiliki solusi berkat kemitraan strategis antara Indosat Ooredoo Hutchison dan Huawei yang baru saja diumumkan di Jakarta pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Kedua perusahaan telekomunikasi dan teknologi raksasa itu resmi meluncurkan Agentic Technology Partnership, sebuah kolaborasi yang menggabungkan kekuatan jaringan 5G Indosat dengan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan jaringan pintar milik Huawei. Hasil kerja sama ini adalah serangkaian inovasi yang siap mengubah cara masyarakat Indonesia berkomunikasi melalui telepon.

Next-Gen AI Mobile Calling: Telepon Pintar Bernyali AI

Produk unggulan dari kemitraan ini adalah teknologi Next-Gen AI Mobile Calling, yang membawa kemampuan AI langsung ke dalam layanan panggilan suara konvensional. Artinya, pengguna tidak perlu lagi mengunduh aplikasi pihak ketiga atau menggunakan perangkat khusus untuk menikmati fitur-fitur cerdas tersebut — semuanya terintegrasi langsung di jaringan Indosat.

“Langkah ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat berkomunikasi, mengatasi hambatan seperti bahasa dan lingkungan bising, serta membuat aktivitas digital mereka menjadi lebih sederhana,” ujar Desmond Cheung, Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, dalam acara peluncuran di Jakarta Pusat.

Ada empat fitur utama yang ditawarkan oleh Next-Gen AI Mobile Calling:

1. Terjemahan Panggilan Real-Time

Fitur ini memungkinkan percakapan dalam bahasa berbeda diterjemahkan secara langsung — baik dalam bentuk suara maupun teks — selama panggilan berlangsung. Bayangkan Anda sedang menelepon rekan bisnis dari Jepang atau menerima panggilan dari klien berbahasa Inggris, dan setiap kata yang diucapkan langsung diterjemahkan ke bahasa Indonesia tanpa jeda yang mengganggu.

Teknologi ini sangat relevan bagi Indonesia yang memiliki ribuan pulau dengan ratusan bahasa daerah, sekaligus menjadi negara dengan aktivitas perdagangan internasional yang terus meningkat. Kemampuan menerjemahkan percakapan secara real-time bisa menjadi jembatan komunikasi bagi pelaku UMKM yang ingin melebarkan sayap bisnis ke pasar internasional tanpa kendala bahasa.

2. Peredam Kebisingan Berbasis AI

Fitur kedua dirancang untuk menghilangkan suara bising dari lingkungan pengguna maupun lawan bicara. Dengan demikian, percakapan tetap terdengar jelas meskipun dilakukan di tempat ramai seperti pasar, mal, atau stasiun kereta. Teknologi ini menggunakan algoritma AI yang mampu membedakan suara manusia dari kebisingan latar belakang dan secara otomatis mengurangi gangguan tersebut.

3. Panggilan Suara Visual Interaktif

Fitur ini menghadirkan pengalaman telepon yang lebih kaya dengan konten visual. Pengguna bisa melakukan pemesanan makanan, reservasi hotel, atau menghubungi pusat layanan pelanggan melalui panggilan suara yang dilengkapi antarmuka visual interaktif. Alih-alih hanya mendengarkan suara robot yang membacakan opsi menu, pengguna bisa melihat dan memilih opsi langsung dari layar ponsel.

4. IDOLCALL: Avatar Digital Selebritas

Fitur yang satu ini mungkin paling unik dan menghibur. IDOLCALL memungkinkan pengguna memilih selebritas favorit mereka, lalu avatar digital dari selebritas tersebut akan muncul di layar ponsel saat panggilan berlangsung. Avatar bisa menyampaikan pesan-pesan yang sudah diatur sebelumnya, seperti ucapan selamat ulang tahun atau sapaan spesial.

Meskipun fitur ini terdengar seperti hiburan semata, secara teknis IDOLCALL menunjukkan kemampuan AI dalam membuat avatar digital yang realistis dan responsif — sebuah terobosan yang bisa dikembangkan lebih jauh untuk kebutuhan bisnis dan pendidikan di masa depan.

Intelligent Cloud Drive: AI untuk Pengelolaan Data

Kerja sama Indosat dan Huawei tidak berhenti di layanan panggilan. Kedua perusahaan juga memperkenalkan Intelligent and Intent-Driven Cloud Drive, sebuah layanan penyimpanan berbasis cloud yang memanfaatkan AI untuk membantu pengguna mengelola konten digital mereka.

Layanan ini dirancang untuk membantu pengguna menyimpan, mengakses, mengatur, dan membagikan foto, video, dokumen, serta berbagai konten digital lainnya. Yang menarik, AI di dalamnya bisa menganalisis dokumen secara otomatis, melakukan transkripsi dari file audio atau video, serta membuat ringkasan dari dokumen panjang atau hasil rapat.

Selain itu, AI juga digunakan untuk meningkatkan kualitas foto — mulai dari memperbaiki foto lama yang sudah memudar, melakukan penyuntingan otomatis, hingga meningkatkan resolusi gambar. Fitur-fitur ini tentu sangat bermanfaat bagi pekerja profesional yang sering menangani dokumen dalam jumlah besar, maupun pengguna umum yang ingin mengelola galeri foto mereka dengan lebih efisien.

Visi Indosat Menuju AI-Native Telco

Di balik peluncuran teknologi-teknologi baru ini, tersimpan ambisi besar Indosat untuk bertransformasi menjadi AI-Native Telco — yaitu perusahaan telekomunikasi yang memanfaatkan AI dalam setiap aspek pengembangan jaringan dan layanannya.

Xin Dajiang, Chairman of the Board Huawei Indonesia, menegaskan bahwa Agentic Network bukan sekadar konsep teknologi, melainkan arah yang sedang dituju bersama oleh Huawei dan Indosat. “Di masa depan ini, jaringan akan menjadi lebih cerdas, layanan akan lebih proaktif, dan ekosistem akan menjadi lebih terbuka,” kata Xin.

Ia menambahkan bahwa Huawei akan memanfaatkan keahlian di bidang konektivitas, infrastruktur cloud, dan AI untuk mendukung transformasi Indosat. Langkah ini sejalan dengan tren global di mana operator telekomunikasi di berbagai negara mulai mengadopsi AI tidak hanya sebagai fitur tambahan, tetapi sebagai tulang punggung operasional mereka.

Desmond Cheung juga menegaskan bahwa nilai AI tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologinya, tetapi juga oleh kemampuannya memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Bersama Huawei, kami mengambil langkah penting untuk menghadirkan manfaat AI ke lebih banyak masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Bagaimana dengan Warga Tangerang Raya?

Bagi warga Tangerang Raya, hadirnya teknologi AI Mobile Calling ini memiliki dampak langsung yang signifikan. Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang merupakan rumah bagi jutaan pengguna Indosat yang setiap hari berkomunikasi melalui telepon. Dengan jaringan 5G yang terus diperluas di kawasan Tangerang Raya, fitur terjemahan real-time dan peredam kebisingan bisa segera dinikmati oleh warga setempat.

Bagi pelaku UMKM di kawasan industri seperti BSD City, Gading Serpong, atau Karawaci, teknologi ini bisa menjadi alat ampuh untuk berkomunikasi dengan mitra bisnis internasional tanpa perlu menyewa jasa penerjemah. Sementara bagi pekerja yang sering menerima panggilan di lingkungan kantor yang bising, fitur peredam kebisingan bisa meningkatkan produktivitas komunikasi mereka.

Masih Tahap Pengembangan

Perlu dicatat bahwa fitur-fitur tersebut saat ini masih dalam tahap pengembangan dan akan terus dimaksimalkan. Indosat dan Huawei belum mengumumkan kapan secara pasti fitur-fitur ini akan tersedia untuk seluruh pengguna, baik pengguna nomor Indosat maupun pelanggan bisnis.

Namun, peluncuran Agentic Technology Partnership ini menandai langkah signifikan dalam transformasi digital Indonesia. Dengan menggabungkan infrastruktur jaringan 5G yang sudah ada dengan kemampuan AI terkini, Indosat dan Huawei menunjukkan bahwa masa depan komunikasi di Indonesia bukan lagi sekadar impian, melainkan sedang dibangun secara nyata.

Sumber: Katadata.co.id

Portal Berita Cikayasa & Tangerang Raya
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy