Featured image of post Investasi Kabupaten Tangerang Tembus Rp40,15 Triliun, Serap 22.353 Tenaga Kerja

Foto: TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat

Investasi Kabupaten Tangerang Tembus Rp40,15 Triliun, Serap 22.353 Tenaga Kerja

Realisasi investasi di Kabupaten Tangerang mencapai Rp40,15 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Nilai tersebut menempatkan Kabupaten Tangerang sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar di Provinsi Banten, sekaligus menunjukkan besarnya aktivitas usaha yang berlangsung di wilayah ini.

Data itu disampaikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang. Nilai investasi Kabupaten Tangerang menyumbang 43,22 persen dari seluruh realisasi investasi di Banten. Capaian tersebut berasal dari berbagai proyek dengan skala dan sektor yang beragam, mulai dari industri makanan, kawasan perumahan, jasa, hingga industri mesin dan peralatan.

Kuartal III menyumbang Rp11,10 triliun

Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang Hendar Herawan menjelaskan, pada kuartal III 2026 atau periode Juli sampai September, investasi yang masuk tercatat Rp11,10 triliun. Nilai itu berasal dari 12.816 proyek yang berjalan di Kabupaten Tangerang.

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi penyumbang terbesar. Investasi domestik mencapai Rp8,18 triliun atau sekitar 74 persen dari total realisasi kuartal tersebut. Nilai itu tersebar dalam 7.344 proyek yang dikerjakan oleh pelaku usaha dalam negeri.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp2,91 triliun atau sekitar 26 persen. Investasi asing tersebut masuk melalui 5.472 proyek. Komposisi ini memperlihatkan bahwa kegiatan usaha di Kabupaten Tangerang tidak hanya ditopang oleh perusahaan dengan modal dari luar negeri, tetapi juga oleh ekspansi dan pembukaan usaha dari investor domestik.

Industri makanan menjadi sektor dengan nilai terbesar

Berdasarkan bidang usaha, industri makanan menjadi sektor dengan kontribusi investasi paling besar. Sektor ini mencatat nilai Rp2,99 triliun atau sekitar 26,95 persen dari realisasi yang dilaporkan pada kuartal III. Nilai tersebut berasal dari 540 proyek, termasuk proyek yang mendapatkan pendanaan dari investor asal Tiongkok.

Besarnya investasi industri makanan cukup masuk akal melihat karakter Kabupaten Tangerang sebagai kawasan dengan jumlah penduduk besar, jaringan distribusi luas, serta kedekatan dengan pusat konsumsi Jabodetabek. Selain mendatangkan modal, industri makanan juga berpotensi menciptakan rantai pasok bagi petani, pemasok bahan baku, pelaku logistik, usaha pengemasan, hingga UMKM yang menjadi mitra penjualan.

Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran berada di urutan berikutnya dengan nilai Rp1,44 triliun atau 13,03 persen. Investasi ini tersebar dalam 487 proyek. Perkembangan pada sektor tersebut berkaitan erat dengan pertumbuhan kawasan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi baru di Kabupaten Tangerang.

Sektor jasa lainnya mencatat investasi Rp1,91 triliun atau 10,73 persen melalui 1.109 proyek. Adapun kelompok industri mesin, elektronik, peralatan medis, instrumen listrik, presisi, optik, dan jam membukukan Rp1,04 triliun atau 9,39 persen dari total investasi melalui 663 proyek.

Investasi lain datang dari industri logam dasar, barang logam, serta peralatan nonmesin. Sektor tersebut menyumbang sekitar Rp500 miliar atau 4,51 persen dan tersebar dalam 505 proyek.

Dampak investasi perlu terasa bagi warga

DPMPTSP Kabupaten Tangerang menyebut masuknya modal juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada kuartal III 2026, sebanyak 22.353 tenaga kerja Indonesia tercatat terserap melalui berbagai proyek investasi.

Angka penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu ukuran penting untuk melihat manfaat investasi bagi masyarakat. Nilai modal yang besar akan lebih bermakna apabila membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar, meningkatkan keterampilan pekerja, dan mendorong tumbuhnya usaha pendukung di lingkungan proyek.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan pertumbuhan investasi berjalan seimbang dengan kepentingan masyarakat. Pengawasan lingkungan, kepatuhan terhadap aturan ketenagakerjaan, transparansi perizinan, serta peluang kemitraan dengan usaha lokal perlu terus diperhatikan. Dengan begitu, investasi tidak hanya terlihat dalam nilai rupiah, tetapi juga terasa melalui pendapatan keluarga, aktivitas UMKM, dan kualitas layanan ekonomi di tingkat lokal.

Capaian Rp40,15 triliun menunjukkan Kabupaten Tangerang masih menjadi salah satu tujuan utama investasi di Banten. Tantangan berikutnya adalah menjaga iklim usaha tetap sehat, mempercepat layanan perizinan, dan memastikan proyek yang masuk memberi manfaat jangka panjang bagi warga Kabupaten Tangerang.

Ruang tumbuh bagi pelaku usaha lokal

Data investasi juga perlu dibaca dari sisi peluang bagi pelaku usaha kecil. Ketika pabrik makanan, kawasan industri, perkantoran, dan perusahaan jasa berkembang, kebutuhan terhadap pemasok lokal ikut meningkat. Kebutuhan itu bisa berupa katering, transportasi, jasa kebersihan, pengadaan kemasan, percetakan, pemeliharaan bangunan, hingga penyedia bahan baku.

Pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang dapat mengambil peluang tersebut apabila memiliki akses informasi, pendampingan, dan standar usaha yang sesuai. Pemerintah daerah bersama pengelola kawasan industri dapat mempertemukan perusahaan besar dengan usaha lokal melalui forum kemitraan, pameran produk, dan katalog pemasok. Pola seperti ini membantu agar perputaran ekonomi tidak berhenti di perusahaan penanam modal saja.

Di sisi tenaga kerja, penyerapan 22.353 orang pada kuartal III perlu diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kebutuhan industri yang semakin beragam membuat pelatihan teknis, sertifikasi, dan penguasaan teknologi menjadi penting. Sekolah kejuruan, balai latihan kerja, perguruan tinggi, serta perusahaan dapat menyusun pelatihan berdasarkan kebutuhan posisi yang benar-benar tersedia di lapangan.

Pertumbuhan investasi juga harus berjalan bersama dengan penataan ruang dan perlindungan lingkungan. Pemerintah perlu memastikan setiap proyek memenuhi dokumen lingkungan, mengelola limbah, menjaga akses jalan, serta memperhatikan ketersediaan air dan dampak lalu lintas. Pengawasan sejak awal lebih baik daripada menunggu munculnya keluhan warga setelah kegiatan usaha berjalan.

Dengan pengelolaan yang transparan, angka investasi dapat diterjemahkan menjadi manfaat yang lebih luas: lapangan kerja, peluang kemitraan, peningkatan keterampilan, dan tumbuhnya pusat ekonomi baru. Capaian besar tersebut bukan hanya statistik, melainkan bahan evaluasi agar pembangunan Kabupaten Tangerang tetap inklusif dan berkelanjutan.

Sumber: TangerangNews

Portal Berita Cikayasa & Tangerang Raya
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy