Pemerintah Kota Tangerang melalui organisasi Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia Kuat (PETRIK) baru-baru ini menggelar sesi tes fisik bagi puluhan pegiat olahraga tradisional. Tes ini bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan bagian dari persiapan serius menyongsong dua kompetisi besar tingkat Provinsi Banten yang rencananya berlangsung dalam rentang waktu Oktober hingga Desember mendatang.
Ketua PETRIK Kota Tangerang, Alfian Fitrohzal, menjelaskan bahwa tes fisik dilakukan di Stadion Benteng Reborn, Kecamatan Tangerang, pada Kamis (10/9/2026). Tujuannya jelas: mengukur dan mengevaluasi daya tahan, stamina, serta ketahanan mental para pegiat olahraga tradisional agar benar-benar siap menghadapi dua ajang kompetisi yang dinantikan, yaitu Pekan Olahraga Tradisional Daerah (POTRADDA) III Banten dan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Banten.
“Kami menyelenggarakan tes fisik kemarin tidak hanya untuk mengajar angka tetapi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan fisik dan mental para pegiat olahraga tradisional yang sudah dipilih,” ujar Alfian. Ia menambahkan bahwa para pegiat diharapkan tetap fokus menjalani persiapan demi meraih prestasi yang telah menjadi target bersama.
Dua Kompetisi Bergengsi Menanti
POTRADDA III Banten 2026 rencananya akan digelar di Kota Cilegon, sementara FORPROV II Banten akan menjadi tuan rumah di Kota Tangerang sendiri. Kedua ajang ini merupakan bagian dari program pembinaan olahraga masyarakat yang dikelola oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) di tingkat provinsi.
Meskipun KORMI belum mengumumkan tanggal pelaksanaan resmi untuk kedua kompetisi tersebut, persiapan di lapangan sudah berjalan cukup intensif. Para pegiat olahraga tradisional dari berbagai penjuru Kota Tangerang telah mengikuti serangkaian seleksi dan latihan sejak beberapa bulan terakhir.
Sebagian besar pegiat yang menjalani tes fisik di Stadion Benteng Reborn diproyeksikan untuk menjadi bagian dari Skuad Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Kota Tangerang. PORTINA merupakan wadah pembinaan atlet-atlet olahraga tradisional yang nantinya akan mewakili Kota Tangerang di berbagai ajang kompetisi provinsi maupun nasional.
Dukungan Penuh dari Dispora
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memberikan dukungan penuh terhadap program pembinaan yang sedang dijalankan PETRIK. Dukungan ini mencakup fasilitas latihan, sarana dan prasarana, serta pembinaan berkelanjutan bagi para atlet muda.
“Prestasi tidak bisa lahir secara instan. Setiap putaran, latihan, dan tetes keringatnya menjadi bagian dari proses menuju prestasi yang membanggakan,” kata Kaonang. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Pemkot Tangerang memahami bahwa pembinaan olahraga tradisional membutuhkan proses jangka panjang, bukan sekadar seremonial sesaat.
Komitmen ini sejalan dengan visi Pemkot Tangerang dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan, seperti yang dikemukakan momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 beberapa hari sebelumnya. Kota Tangerang memang terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap sarana olahraga, termasuk olahraga tradisional yang selama ini kurang mendapat perhatian dibandingkan olahraga modern.
Jejak Prestasi di POTRADDA Sebelumnya
Kota Tangerang bukan nama baru di pentas POTRADDA. Pada ajang POTRADDA Provinsi Banten tahun 2024, Kota Tangerang telah menurunkan 40 pemain yang tersebar di lima cabang permainan tradisional, yaitu egrang, hadang, terimpah panjang, sumpitan, dan gasing. Para pemain tersebut merupakan hasil seleksi dari Pekan Olahraga Tradisional Kota (Potradkot) yang digelar pada Juli 2024.
Kala itu, Kaonang selaku Kepala Dispora menyampaikan optimisme bahwa Kota Tangerang mampu menjadi juara umum di POTRADDA tingkat Provinsi Banten. Optimisme yang sama kembali terpancar dalam persiapan POTRADDA III tahun ini, meskipun tantangan tentu berbeda karena persaingan antardaerah di Provinsi Banten semakin kompetitif.
Olahraga tradisional sendiri memiliki karakteristik khas yang membedakannya dari olahraga modern. Egrang misalnya, membutuhkan keseimbangan dan koordinasi tubuh yang baik. Hadang menguji kecepatan dan kelincahan para pemain dalam melewati rintangan. Sementara sumpitan dan gasing menuntut ketepatan dan konsentrasi tinggi. Semua cabang ini tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga melestarikan warisan budaya olahraga Indonesia yang sudah ada sejak nenek moyang.
FORPROV II: Tangerang Jadi Tuan Rumah
Menariknya, tahun ini Kota Tangerang tidak hanya mengirimkan atlet ke kompetisi tingkat provinsi, tetapi juga dipercaya menjadi tuan rumah FORPROV II Banten 2026. Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa infrastruktur dan kemampuan penyelenggaraan olahraga di Kota Tangerang sudah diakui oleh KORMI Provinsi Banten.
FORPROV sendiri merupakan singkatan dari Festival Olahraga Masyarakat Provinsi, sebuah ajang yang lebih luas cakupannya dibandingkan POTRADDA. Selain kompetisi olahraga tradisional, FORPROV juga menjadi ruang bagi masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga rekreasi dan kebugaran. Ajang ini diharapkan mampu menggerakkan更多 partisipasi warga dalam aktivitas fisik sekaligus memperkenalkan kembali keberagaman olahraga tradisional Indonesia.
Persiapan sebagai tuan rumah tentu memerlukan kesiapan yang lebih matang, mulai dari venue, akomodasi peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Banten, hingga aspek keamanan dan kenyamanan selama pelaksanaan. Dukungan penuh dari Dispora Kota Tangerang menjadi kunci dalam memastikan FORPROV II dapat berjalan sukses dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta dan pengunjung.
Pentingnya Melestarikan Olahraga Tradisional
Di tengah maraknya popularitas olahraga modern seperti sepak bola, bulu tangkis, dan e-sports, keberadaan olahraga tradisional seperti egrang, hadang, gasing, dan sumpitan seringkali terpinggirkan. Padahal, olahraga tradisional ini memiliki nilai-nilai budaya yang sangat penting untuk dilestarikan.
Kota Tangerang melalui PETRIK dan Dispora menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga warisan olahraga nusantara ini. Dengan terus menyiapkan atlet dan mengirimkan mereka ke kompetisi tingkat provinsi, diharapkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga tradisional akan kembali meningkat, khususnya di kalangan generasi muda.
Selain itu, olahraga tradisional juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi para atlet muda. Nilai-nilai seperti sportivitas, gotong royong, dan kebersamaan yang melekat dalam setiap permainan tradisional merupakan bekal berharga bagi generasi penerus bangsa.
Dengan semangat persiapan yang terus digelorakan, Kota Tangerang tampaknya siap untuk tampil gemilang di POTRADDA III dan menjadi tuan rumah yang sukses untuk FORPROV II Banten 2026. Para pegiat olahraga tradisional pun semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik demi mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
Sumber: Tangerangkota.go.id
