TANGERANG RAYA — Semangat menuju penyelenggaraan Tangerang 10K 2026 makin terasa. Lewat kegiatan City Touchdown yang digelar Harian Kompas bersama bank bjb dan Pemerintah Kota Tangerang, para pelari dan komunitas disatukan dalam rangkaian pre-event ajang lari andalan Kota Tangerang tersebut.
Berlangsung di Kopi Nako Alam Sutera, Sabtu (8/8/2026), City Touchdown menjadi ruang temu bagi penyelenggara, pemerintah daerah, mitra, dan komunitas lari. Kegiatan diawali dengan aktivitas lari bersama diikuti sekitar 100 pelari dari berbagai komunitas, kemudian dilanjutkan sesi Open Talks yang membahas kesiapan Tangerang 10K sekaligus perkembangan budaya lari di Indonesia.
Antusiasme pelari terus meningkat
General Manager Event Harian Kompas, Budhi Sarwiadi, mengatakan antusiasme pelari terhadap Tangerang 10K 2026 terus menunjukkan perkembangan positif. Minat tinggi terlihat sejak pembukaan pendaftaran, termasuk pada kategori early bird dan group of three yang terisi dalam waktu relatif cepat.
“Persiapan Tangerang 10K 2026 juga terus dimatangkan dengan melakukan evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya. Sejumlah aspek seperti rute, race pack collection, hingga rangkaian kegiatan bagi pelari disiapkan agar peserta mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap,” tutur Budhi.
Salah satu program yang dihadirkan kembali tahun ini ialah The Frontliner, yang memberi kesempatan bagi pelari komunitas untuk menempati posisi start di barisan terdepan bersama pelari elite nasional sekaligus bersaing memperebutkan podium khusus kategori Frontliner.
Tuan rumah siapkan pengalaman terbaik
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, menyambut positif penyelenggaraan ajang ini. Menurutnya, Tangerang 10K sejalan dengan upaya menjadikan Kota Tangerang sebagai kota yang aktif berolahraga dan memiliki ekosistem lari yang terus bertumbuh.
“Sebagai tuan rumah, kami ingin memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pelari. Tahun ini kami tidak hanya mempersiapkan race day, tetapi juga pengalaman sejak teman-teman tiba di Tangerang,” ujarnya.
Pemkot Tangerang bersama penyelenggara juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari Race Pack Collection di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Festival Kuliner di Stadion Benteng Reborn, hingga layanan shuttle untuk memudahkan mobilitas peserta.
Deputy Corporate Secretary bank bjb, Sani Ikhsan Maulana, menilai Tangerang 10K bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga ruang promosi bagi UMKM dan industri lokal. Tahun lalu 2.500 slot terserap habis, dan tahun ini kuota dinaikkan menjadi sekitar 3.000 slot yang makin tipis menjelang tanggal penyelenggaraan.
Tangerang 10K 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026 di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, mengusung tema “Made To Move” — memadukan sejarah, perkembangan modern, dan semangat komunitas Kota Tangerang.
Kota Tangerang sendiri memiliki potensi besar dalam mengembangkan sport tourism melalui ajang lari berskala internasional seperti Tangerang 10K. Dengan infrastruktur kota yang terus berkembang dan jumlah komunitas lari yang terus bertambah, Kota Tangerang menjadi lokasi yang strategis untuk penyelenggaraan event olahraga berskala besar.
Program The Frontliner yang dihadirkan kembali tahun ini menjadi salah satu nilai tambah yang membedakan Tangerang 10K dari ajang lari serupa lainnya. Program ini memberikan kesempatan bagi pelari komunitas untuk menempati posisi start di barisan terdepan bersama pelari elite nasional sekaligus bersaing memperebutkan podium khusus kategori Frontliner. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi pelari komunitas untuk terus meningkatkan performa lari mereka.
Deputy Corporate Secretary bank bjb, Sani Ikhsan Maulana, menilai Tangerang 10K bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga ruang promosi bagi UMKM dan industri lokal. “Tangerang 10K menjadi platform yang menghubungkan dunia olahraga dengan ekonomi lokal. Melalui ajang ini, produk-produk UMKM Kota Tangerang mendapatkan exposure yang sangat luas,” ujarnya.
Tahun lalu, 2.500 slot pendaftaran Tangerang 10K terisi habis dalam waktu singkat, menunjukkan antusiasme tinggi dari komunitas lari nasional. Tahun ini, kuota dinaikkan menjadi sekitar 3.000 slot yang makin tipis menjelang tanggal penyelenggaraan. Hal ini menunjukkan bahwa Tangerang 10K telah menjadi event tahunan yang ditunggu-tunggu oleh para pelari dari berbagai daerah.
Pemkot Tangerang bersama penyelenggara juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari Race Pack Collection di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Festival Kuliner di Stadion Benteng Reborn, hingga layanan shuttle untuk memudahkan mobilitas peserta dari luar kota. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman menyeluruh bagi para peserta, bukan hanya pada hari pelaksanaan lomba tetapi juga selama berada di Kota Tangerang.
Kota Tangerang Selatan, sebagai salah satu kota penyangga Ibukota, memiliki potensi besar dalam mengembangkan sport tourism. Dengan lokasi yang strategis dan infrastruktur yang memadai, ajang Tangerang 10K diharapkan dapat menjadi event tahunan yang meningkatkan popularitas Kota Tangerang sebagai destinasi sport tourism di tingkat nasional dan internasional.
Kesiapan Kota Tangerang sebagai tuan rumah Tangerang 10K 2026 juga ditunjukkan dengan peningkatan infrastruktur pendukung event olahraga. Beberapa ruas jalan di sekitar lokasi lomba telah diperbaiki dan diperlebar untuk mengakomodasi mobilitas peserta dan pengunjung. Rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk arah juga telah dipasang di titik-titik strategis untuk memandu peserta dari luar kota.
Selain itu, Pemkot Tangerang juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan tim medis di sepanjang rute lomba. Titik-titik water station dan pos kesehatan akan disiapkan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta selama mengikuti ajang lari tersebut. Persiapan matang ini menunjukkan keseriusan Kota Tangerang dalam menjadi tuan rumah yang baik bagi ajang olahraga berskala nasional.
Dengan tema “Made To Move” yang mengusung semangat pergerakan dan kemajuan, Tangerang 10K 2026 diharapkan dapat menjadi ajang yang tidak hanya menyatukan komunitas lari, tetapi juga menjadi wahana untuk memperkenalkan keindahan dan potensi Kota Tangerang kepada masyarakat luas.
Sumber: tangerangkota.go.id
