Kabupaten Tangerang mencatatkan angka realisasi investasi sebesar Rp29,04 triliun pada semester pertama 2026. Angka itu menjadikan wilayah Cikasungka ini sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di seluruh Provinsi Banten.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, Haerudin Setiawan, mengatakan capaian tersebut berasal dari dua sumber utama, yaitu Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Realisasi PMA mencapai Rp10,3 triliun, sementara PMDN menyumbang Rp18,74 triliun.
“Untuk semester I tahun 2026 ini, realisasi nilai investasi di Kabupaten Tangerang menembus angka Rp29,04 triliun, dan tertinggi di Provinsi Banten,” ujar Haerudin.
Investasi yang masuk tersebar di sektor properti atau perumahan, industri karet dan plastik, perdagangan dan reparasi, transportasi, gudang dan telekomunikasi, industri logam dasar, barang logam, industri barang kulit dan alas kaki, industri kendaraan bermotor, serta jasa lainnya. Sementara itu, investor yang menanamkan modal berasal dari lima negara Asia: China, Singapura, Jepang, Hongkong, dan Korea Selatan.
Capaian tersebut juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Dari realisasi investasi sebesar Rp29,04 triliun, terbentuk 40.149 lapangan kerja baru untuk masyarakat Kabupaten Tangerang.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Mudji Widodo, menambahkan bahwa angka tersebut sudah mencapai 74,4 persen dari target investasi sebesar Rp39,03 triliun. Artinya, di semester II 2026, tim DPMPTSP masih perlu mengejar sisa target sekitar 9,9 persen agar target tahunan tercapai.
Realisasi investasi yang tinggi ini diprediksi akan terus mendorong pertumbuhan statistik makro ekonomi Kabupaten Tangerang, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lokomotif investasi di Banten.
Sumber: ANTARA News Banten
