Kawasan pergudangan di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, dihebohkan oleh kebakaran hebat pada Selasa (20/10/2026) siang. Sembilan gudang ludes dilalap api setelah kobaran api merambat cepat ke bangunan-bangunan yang saling berdekatan. Puluhan personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah di tengah kondisi musim kemarau yang membuat suplai air menjadi langka.
Sembilan gudang terbakar, dari bahan baku minuman hingga produksi sepatu
Berdasarkan inventarisir BPBD Kota Tangerang, total sembilan gudang terdampak dalam peristiwa tersebut, terbagi atas tujuh gudang di area utama dan dua gudang di area terpisah. Gudang-gudang yang terbakar meliputi Gudang produk Momoyo yang berisi bahan baku minuman dan tumpukan kardus, gudang penyimpanan paket milik Shopee, serta gudang dan tempat produksi sepatu milik PT Sepatu Anak Bangsa.
Api pertama kali terlihat dari salah satu sudut ruangan Gudang Momoyo yang berisi tumpukan kardus. Kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting pada alat pendingin ruangan. Kencangnya hembusan angin serta material gudang yang didominasi bahan mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar dan menyebar ke bangunan di sekitarnya.
Salah seorang pekerja di lokasi, Muji, mengungkapkan bahwa dirinya dan rekan-rekannya sempat berupaya memadamkan titik api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun upaya itu gagal karena api sudah terlanjur membesar.
“Awalnya dari pojokan sana pak. Tahu-tahu apinya sudah lumayan besar. Kita ke sana untuk bantu memadamkan pakai APAR, tapi sudah tidak bisa karena apinya cepat membesar,” ujar Muji di lokasi kejadian.
Muji menambahkan, asap tebal langsung membubung tinggi dan memenuhi area pergudangan hanya dalam hitungan menit. Ia juga menjelaskan bahwa bangunan-bangunan gudang di lokasi saling berdekatan sehingga api dengan mudah merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
60 personel dan 16 unit mobil pemadam dikerahkan
Menerima laporan kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang langsung menerjunkan tim ke lokasi. Pemadaman juga dibantu personel dari Damkar Kabupaten Tangerang dan jajaran TNI.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 13.55 WIB. Saat tim tiba di lokasi, api sudah membesar dan telah melahap beberapa gudang.
“Kami menerima laporan pukul 13.55 WIB bahwa ada kebakaran di Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, khususnya kawasan pergudangan. Saat tim sampai di lokasi, api sudah membesar dan melahap beberapa gudang,” kata Andia.
Untuk menjinakkan kobaran api, BPBD Kota Tangerang mengerahkan 60 personel dengan 16 unit mobil pemadam kebakaran, dibantu unit dari Damkar Kabupaten Tangerang dan TNI. Pihaknya juga berupaya keras mengamankan suplai air di tengah kondisi musim kemarau.
“Personel yang diterjunkan ada 60 orang dengan 16 unit mobil pemadam kebakaran, dibantu unit dari Damkar Kabupaten Tangerang dan TNI. Kami sudah menemukan titik sumber air dan diupayakan statik agar pasokan air tidak terputus, mengingat kondisi fenomena El Nino saat ini membuat sumber air lumayan sulit didapatkan,” tutur Andia.
Andia menambahkan, material di dalam gudang menjadi penyebab utama cepatnya api membesar. “Kebakaran lebih cepat merambat bukan hanya karena struktur bangunan, melainkan karena isi gudang yang didominasi bahan-bahan mudah terbakar. Begitu ada percikan atau pemantik dari korsleting listrik, api langsung menyambar,” tegasnya.
Panik berhamburan, tapi tidak ada korban jiwa
Peristiwa ini sempat memicu kepanikan luar biasa di antara para pekerja. Banyak dari mereka berhamburan menyelamatkan diri sambil berusaha mengamankan barang-barang berharga milik perusahaan dari kobaran api.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Seluruh pekerja berhasil dievakuasi dan menyelamatkan diri sebelum api mengepung seluruh area pergudangan.
Meski tidak menelan korban jiwa, kerugian materil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai miliaran rupiah mengingat banyaknya mesin produksi, stok barang, dan bahan baku yang hangus terbakar. Saat ini, penyebab pasti timbulnya api masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut pihak Polsek Jatiuwung.
Peringatan di tengah musim kemarau
Kebakaran di Jatiuwung menjadi pengingat bahwa risiko kebakaran meningkat signifikan saat musim kemarau. Material kering, kardus, dan bahan kimia di dalam gudang membuat api mudah menjalar, sementara pasokan air untuk pemadaman menjadi terbatas. BPBD Kota Tangerang sebelumnya juga mencatat sejumlah titik kebakaran lain selama periode kemarau, mulai dari tumpukan sampah hingga bangunan kosong.
Bagi pemilik gudang dan fasilitas penyimpanan, kejadian ini menegaskan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik dan alat pendingin ruangan secara berkala, penyediaan APAR yang memadai, serta memastikan jalur evakuasi dan akses mobil pemadam tidak terhalang. Kerugian materil yang ditaksir miliaran rupiah menunjukkan bahwa pencegahan jauh lebih murah daripada menanggung akibatnya.
Dari sisi penanganan, kecepatan respons menjadi kunci dalam kejadian ini. Laporan yang masuk pukul 13.55 WIB langsung direspons dengan penurunan puluhan personel dan belasan armada, sehingga api dapat dicegah merambat lebih jauh ke kawasan permukiman warga yang berada di sekitar area pergudangan. Koordinasi lintas instansi antara BPBD Kota Tangerang, Damkar Kabupaten Tangerang, dan TNI juga memperkuat upaya pemadaman, terutama saat titik sumber air di lokasi mulai menipis.
Kawasan Pasir Jaya dan Jatiuwung sendiri dikenal sebagai salah satu sentra pergudangan di Kota Tangerang. Konsentrasi bangunan gudang yang berdempetan membuat risiko kebakaran lintas bangunan relatif tinggi, karena percikan api dapat berpindah lewat atap, ventilasi, atau tumpukan material di area sempit antar gedung. Karena itu, penataan jarak antar gudang, penyediaan hydrant yang terawat, serta ketersediaan akses jalan bagi mobil pemadam menjadi hal yang perlu terus dijaga oleh pengelola kawasan.
Sumber: Pemkot Tangerang
