Lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Mereka berhasil meraih Juara 1 pada Yogyakarta Open Tournament (YOT) VI 2026 International Karate Championship Piala Kemenpora RI yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pada 28 hingga 30 Agustus 2026 lalu.
Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Inkado DIY (Pengurus Provinsi Indonesia Kendo/Karate-Do Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta) tersebut menjadi ajang pembuktian bagi para atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Dari sekian banyak peserta yang bertanding di berbagai kelas dan kategori, lima mahasiswa UMJ berhasil mengunci posisi juara pertama di kategori masing-masing. Pencapaian ini menjadikan UMJ sebagai salah satu kampus dengan kontribusi terbesar dalam perolehan medali emas pada kejuaraan tahun ini.
Daftar Peraih Medali Emas
Kelima peraih Juara 1 tersebut berasal dari berbagai fakultas dan kategori pertandingan. Ananda Widyadhana Magnabella dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) meraih Juara 1 Kumite Kelas Senior +84 kg Putra. Satrio Teutuko Pambuko Roso, juga dari FIP, sukses menjadi Juara 1 Kata Mahasiswa. Dedes Pitriyah dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) meraih Juara 1 Kumite Mahasiswa -50 kg Putri.
Prestasi lainnya diraih Nur Rahmadian (FIP) yang menjadi Juara 1 Kumite Mahasiswa -67 kg Putra, serta Ardelle Stina Aabidah dari Fakultas Hukum (FH) yang meraih Juara 1 Kumite Mahasiswa -68 kg Putri.
Kesuksesan kelima atlet ini mencakup berbagai disiplin karate, mulai dari kumite (tanding) hingga kata (jurus), serta meliputi kelas senior maupun kategori mahasiswa. Keberagaman kategori ini menunjukkan kedalaman pembinaan yang dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate UMJ.
Cerita di Balik Kemenangan
Di balik kesuksesan tersebut, tersimpan perjuangan yang tidak mudah. Ananda misalnya, harus menyesuaikan waktu latihan karena sedang menjalani Program Pengenalan Lingkungan Kampus dan Keorganisasian Mahasiswa (PLPKKN) di Gunungkidul, Jawa Tengah. Persiapan yang singkat tidak menyurutkan semangatnya untuk bertanding di kejuaraan internasional.
“Sebenarnya persiapan saya sangat pendek karena saya sedang melaksanakan PLPKKN di Gunungkidul. Jadi, saya mengambil izin selama seminggu untuk pulang ke Depok untuk berlatih menutup ketertinggalan saya selama saya PLPKKN di sini,” ujar Ananda.
Latihan intensif tersebut membuahkan hasil manis. Ananda berhasil meraih Juara 1 setelah mengalahkan Tim PPLM DKI Jakarta pada pertandingan final. Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan dan disiplin latihan dapat mengalahkan keterbatasan waktu persiapan.
“Mengikuti Yogyakarta Open Tournament menjadi pengalaman yang sangat berharga karena saya bisa mengukur kemampuan, bertemu atlet-atlet dari berbagai daerah, dan mendapatkan banyak pelajaran dari setiap pertandingan,” ungkap Ananda.
Sementara itu, Ardelle juga mempersiapkan diri dengan menjalani latihan intensif sebelum mengikuti pertandingan. Persiapan tersebut ia lakukan bersamaan dengan latihan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Karate 2026 yang akan segera berlangsung di Semarang. Ardelle terpilih sebagai salah satu perwakilan atlet karate dari Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
“Kadang ngeluh capek dan sakit badan, tapi ingat kalau usaha itu nggak akan mengkhianati hasil. Bukan ingin jadi juara, tapi ingin tampil dengan maksimal supaya menghasilkan hal yang baik,” ujar Ardelle.
Bagi mahasiswa Ilmu Hukum angkatan 2025 tersebut, karate bukan sekadar aktivitas kompetisi. “Pesan saya, selalu optimis dan sabar. Kesan saya, karate adalah sebagian hidup saya,” pungkas Ardelle.
Dampak Prestasi bagi Komunitas Olahraga
Keberhasilan lima mahasiswa UMJ ini memiliki dampak yang cukup signifikan bagi komunitas olahraga bela diri di kawasan Jabodetabek. Prestasi di tingkat internasional menjadi tolok ukur penting bagi pembinaan atlet muda, terutama di kalangan mahasiswa yang harus membagi waktu antara akademik dan olahraga.
Di Tangerang Raya sendiri, komunitas karate cukup aktif dengan keberadaan beberapa dojo dan klub yang berafiliasi dengan Percasi. Beberapa kejuaraan tingkat daerah telah digelar sepanjang tahun 2026, termasuk Open Turnamen Catur Piala Bupati Tangerang dan berbagai kompetisi bela diri lainnya. Prestasi mahasiswa UMJ ini diharapkan dapat memicu semangat para atlet muda di wilayah Tangerang Raya untuk terus berlatih dan mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Ananda berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UMJ untuk berani mengikuti kompetisi, berlatih dengan disiplin, dan percaya pada proses. Ia juga mendorong tim karate UMJ untuk terus meningkatkan latihan sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) DKI Jakarta tahun depan.
UMJ dan Pembinaan Atlet Berprestasi
Prestasi ini semakin memperkuat posisi UMJ sebagai salah satu kampus yang aktif dalam pembinaan bakat olahraga, khususnya di bidang bela diri. Keberhasilan atlet-atlet dari berbagai fakultas menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di UMJ tidak terbatas pada satu jurusan atau program studi tertentu, melainkan terintegrasi dengan kegiatan kemahasiswaan secara luas.
Bagi masyarakat Tangerang Raya, prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri mengingat UMJ merupakan salah satu perguruan tinggi yang berlokasi di kawasan Jabodetabek dan berkontribusi aktif dalam pengembangan atlet-atlet muda berprestasi. Semoga capaian ini terus berlanjut dan menginspirasi generasi atlet berikutnya. Dengan semakin banyaknya ajang kompetisi karate baik tingkat daerah maupun nasional, peluang bagi atlet muda untuk berkembang menjadi semakin terbuka lebar.
Sumber: ANTARA
