Warga Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, memulai pembangunan kembali Masjid Jami Baiturrohim. Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid pada Rabu, 4 November 2026. Pembangunan ini menjadi perhatian karena kondisi bangunan lama dinilai sudah tidak laik setelah digunakan selama lebih dari empat dekade.
Bagi masyarakat setempat, pembangunan masjid bukan hanya proyek fisik. Masjid merupakan bagian dari ruang hidup warga: tempat ibadah, tempat bertemu, serta sarana untuk menjalankan kegiatan bersama. Karena itu, proses pemugaran melibatkan unsur pemerintah, wakil rakyat, tokoh masyarakat, ulama, dan warga desa yang bergotong royong sesuai kemampuan masing-masing.
Bangunan lama dinilai berisiko
Ketua Pembangunan Masjid Jami Baiturrohim, Rukyat Idris, menjelaskan bahwa usia bangunan telah mencapai lebih dari 40 tahun. Menurut dia, masjid tersebut baru sekali mengalami pemugaran sehingga kondisi fisiknya perlu mendapat perhatian serius. Keputusan membangun kembali diambil agar sarana ibadah dapat digunakan dengan lebih aman dan layak oleh masyarakat.
Usia bangunan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengelolaan fasilitas publik di tingkat desa. Masjid yang digunakan setiap hari menanggung beban pemakaian yang besar, mulai dari salat berjemaah hingga kegiatan pendidikan dan pertemuan warga. Perawatan rutin dapat membantu, tetapi pada bangunan yang sudah tua, sebagian kerusakan membutuhkan penanganan menyeluruh melalui pemugaran atau pembangunan kembali.
Rukyat menyebut kebutuhan biaya pembangunan diperkirakan lebih dari Rp1 miliar. Pendanaan berasal dari bantuan perusahaan pengelola bantuan dari Saudi Arabia, swadaya masyarakat, serta para donatur. Skema tersebut menunjukkan bahwa pembangunan rumah ibadah di lingkungan warga dapat bertumpu pada kerja bersama sejumlah pihak, dengan pemerintah dan masyarakat saling melengkapi.
Didorong menjadi pusat kegiatan warga
Saat menghadiri peletakan batu pertama, Bupati Maesyal mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Rawa Burung. Ia berharap pembangunan berjalan sesuai rencana dan masjid dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan umat. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat menjaga semangat gotong royong selama proses pembangunan berlangsung.
Menurut Maesyal, fungsi Masjid Jami Baiturrohim nantinya tidak terbatas pada kegiatan ibadah dan syiar Islam. Bangunan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan sosial serta pertemuan yang berkaitan dengan kepentingan umum dan kemajuan Desa Rawa Burung. Dengan fungsi yang lebih luas, masjid dapat menjadi ruang yang mempertemukan warga dari berbagai kelompok dalam kegiatan yang bermanfaat.
Fungsi sosial itu penting bagi desa yang terus berkembang. Pertemuan warga, pengumpulan bantuan, kegiatan pembinaan keagamaan, dan agenda kemasyarakatan membutuhkan tempat yang mudah diakses serta dikenal bersama. Masjid dapat menjalankan peran tersebut apabila ruang dan fasilitasnya dirancang memadai, pengelolaannya terbuka, serta penggunaannya tetap memperhatikan kebutuhan seluruh masyarakat.
Perawatan menentukan manfaat jangka panjang
Peletakan batu pertama menandai awal pekerjaan, bukan akhir dari tanggung jawab. Setelah bangunan selesai, masyarakat tetap perlu menyusun cara perawatan agar masjid tidak kembali mengalami penurunan kondisi dalam waktu singkat. Kebersihan, pemeriksaan fasilitas, pemeliharaan struktur, dan pengelolaan dana operasional menjadi bagian penting dari keberlanjutan rumah ibadah.
Ajakan untuk merawat dan memakmurkan masjid juga disampaikan Bupati Tangerang. Ia meminta masyarakat menjaga sarana ibadah tersebut bersama-sama agar keberadaannya menjadi kebanggaan dan memberikan dampak bagi warga. Pesan itu sejalan dengan kebutuhan agar pembangunan yang dibiayai melalui bantuan dan swadaya benar-benar menghasilkan fasilitas yang digunakan secara aktif.
Dari sisi warga, keterlibatan sejak tahap pembangunan dapat menjadi modal sosial untuk menjaga masjid setelah diresmikan. Masyarakat yang ikut membantu biasanya memiliki rasa memiliki yang lebih kuat. Rasa memiliki itu dapat diterjemahkan dalam bentuk jadwal kerja bakti, dukungan untuk kegiatan anak dan remaja, kepedulian kepada warga yang membutuhkan, serta pengawasan bersama terhadap fasilitas masjid.
Pembangunan Masjid Jami Baiturrohim juga memperlihatkan bahwa kebutuhan fasilitas publik di tingkat desa tidak selalu berdiri sendiri. Rumah ibadah dapat berhubungan dengan pendidikan, kegiatan sosial, penguatan hubungan antarwarga, dan ruang musyawarah. Karena itu, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya kemegahan bangunan, melainkan juga keamanan, kemudahan akses, kualitas pengelolaan, dan manfaat yang dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari.
Warga Desa Rawa Burung kini menunggu proses pembangunan berjalan hingga tuntas. Dengan dukungan pemerintah, bantuan pihak lain, swadaya masyarakat, serta partisipasi para donatur, masjid yang telah berusia lebih dari 40 tahun itu diharapkan dapat berganti menjadi ruang ibadah dan kegiatan sosial yang lebih aman, layak, dan bermanfaat bagi generasi berikutnya.
Bagi warga Kosambi, keberadaan fasilitas bersama seperti ini juga memberi arti penting di tengah perubahan kawasan yang terus berlangsung. Ketika lingkungan desa berkembang, ruang berkumpul yang aman membantu warga menjaga komunikasi dan menyelesaikan kebutuhan bersama. Anak-anak dapat memperoleh ruang belajar nilai keagamaan, remaja memiliki tempat untuk kegiatan positif, sementara orang tua dapat berkoordinasi mengenai agenda sosial. Peran tersebut tentu harus dijalankan dengan tata kelola yang baik dan tetap menghormati keberagaman kebutuhan warga. Dengan demikian, pembangunan masjid tidak berhenti pada penyelesaian struktur bangunan, tetapi berlanjut pada upaya memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.
Sumber: Web Terpadu Kabupaten Tangerang
