Featured image of post Kekeringan Melanda Sejumlah Wilayah, Pemkot Tangerang Siagakan Suplai Air Bersih 24 Jam

Foto: Diskominfo Kota Tangerang / tangerangkota.go.id

Kekeringan Melanda Sejumlah Wilayah, Pemkot Tangerang Siagakan Suplai Air Bersih 24 Jam

Pemkot Tangerang mengerahkan hampir 10 armada tangki air setiap hari dengan total distribusi sekitar 40 ribu liter untuk warga terdampak kekeringan, lengkap dengan call center 24 jam.

Kekeringan belum juga mereda di sejumlah wilayah Kota Tangerang. Hujan yang jarang turun sejak beberapa pekan terakhir membuat pasokan air di permukiman warga menipis, terutama di kawasan yang mengandalkan sumur gali atau sumber air terbatas. Menjawab kondisi itu, Pemerintah Kota Tangerang menambah kekuatan pendistribusian air bersih ke titik-titik yang paling membutuhkan.

Setiap hari, hampir 10 armada tangki air dikerahkan untuk menyalurkan sekitar 40 ribu liter air bersih. Jumlah itu merupakan gabungan dari tiga instansi: Perumda Tirta Benteng (PDAM), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kerja sama lintas instansi ini bertujuan memastikan air bersih sampai ke permukiman yang pasokannya terbatas.

Rincian Armada dan Jumlah Distribusi

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menjelaskan rincian armada yang beroperasi. Dari total distribusi harian, PDAM mengerahkan lima mobil tangki dengan kapasitas penyaluran sekitar 20 ribu liter air bersih. Sisanya dilengkapi armada BPBD dan DLH sehingga total distribusi mencapai sekitar 40 ribu liter setiap hari.

“Dari total distribusi harian tersebut, PDAM mengerahkan lima mobil tangki dengan kapasitas penyaluran sekitar 20 ribu liter air bersih. Sementara itu, dukungan armada BPBD dan DLH melengkapi distribusi hingga mencapai sekitar 40 ribu liter setiap harinya,” ujar Mahdiar, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan agar penyaluran air dapat berjalan efektif dan tidak ada wilayah yang terlewat.

Sembilan Titik di Kecamatan Pinang

Berdasarkan data penyaluran pada Senin (26/10/2026), distribusi air bersih menjangkau sembilan titik di Kecamatan Pinang. Lokasi tersebut meliputi empat titik di Kelurahan Kunciran Jaya, dua titik di Kelurahan Cipete, dua titik di Kelurahan Panunggangan Utara, serta satu titik di Kelurahan Pakojan.

Di Kelurahan Kunciran Jaya, penyaluran dilakukan di RT 02/RW 02, RT 03/RW 02, RT 04/RW 03, dan RT 05/RW 03 dengan dukungan armada DLH. Sementara itu, distribusi melalui PDAM menjangkau wilayah Kelurahan Cipete, Kelurahan Panunggangan Utara, dan Kelurahan Pakojan.

Khusus di Kelurahan Cipete, penyaluran air bersih di RT 03/RW 04 untuk sementara dilakukan melalui musala setempat agar masyarakat lebih mudah mengakses pasokan air. Penyaluran di titik lainnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing.

Warga yang mengantre membawa jerigen dan wadah berbagai ukuran untuk menampung air yang disalurkan dari tangki. Bagi ibu rumah tangga dan warga lanjut usia, ketersediaan air di musala atau titik terdekat sangat menentukan karena jarak menuju sumber air bersih lain cukup jauh.

Distribusi air bersih memang tidak berjalan sendirian. Selain PDAM, BPBD, dan DLH, keberhasilan penyaluran juga bergantung pada koordinasi di tingkat kelurahan dan RT yang menentukan titik mana yang lebih dulu dilayani. Dengan pembagian peran seperti ini, kebutuhan warga di setiap kelurahan bisa dipetakan sebelum armada berangkat dari posko.

Warga Diminta Segera Melaporkan Kondisi Kekeringan

Selain menyalurkan air, kehadiran petugas di lapangan juga membantu memetakan wilayah yang benar-benar kekurangan. Beberapa RT yang letaknya jauh dari jaringan perpipaan atau yang sumurnya mengering sering kali baru terdeteksi setelah warga menyampaikan laporan. Karena itu, mekanisme pelaporan menjadi bagian penting dari seluruh rangkaian distribusi.

Mahdiar mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar segera melaporkan kondisi tersebut kepada petugas. Informasi yang disampaikan warga akan membantu proses koordinasi dan penentuan kebutuhan distribusi di lapangan, sehingga armada dapat diarahkan ke titik yang benar-benar membutuhkan.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan suplai air bersih atau ingin melaporkan kondisi kekeringan dapat menghubungi Call Center BPBD Kota Tangerang di nomor 021-5582-144. Layanan tersebut aktif selama 24 jam sehingga warga dapat menyampaikan laporan kapan pun dibutuhkan.

Menguji Ketahanan Air di Tengah Perubahan Iklim

Kondisi ini bukan kali pertama dialami Kota Tangerang. Kemarau panjang sudah beberapa kali memaksa pemerintah kota menyalurkan air bersih ke wilayah-wilayah rawan kekeringan. Sebelumnya, Pemkot Tangerang juga mengajukan percepatan pengerukan Sungai Cisadane untuk menghadapi kemarau panjang, mengingat sungai tersebut menjadi salah satu sumber baku air utama.

Ancaman kekeringan yang berulang menuntut strategi jangka panjang, mulai dari konservasi sumber air, perbaikan jaringan perpipaan, hingga pengelolaan tata ruang yang tidak lagi mengorbankan area resapan. Perubahan pola hujan yang semakin sulit diprediksi membuat ketahanan air menjadi isu yang makin relevan bagi warga kota, bukan sekadar persoalan musiman di pengujung tahun.

Bagi warga Kota Tangerang yang merasakan kesulitan air bersih, pintu pelaporan BPBD terbuka setiap saat. Satu laporan dari warga bisa menjadi dasar petugas menentukan titik distribusi berikutnya, sehingga 40 ribu liter air per hari tersebut benar-benar sampai ke rumah-rumah yang paling membutuhkan. Layanan call center 24 jam ini juga memudahkan warga yang tinggal di wilayah terpencil untuk menyampaikan keluhan tanpa harus datang langsung ke kantor BPBD.

Sumber: tangerangkota.go.id

Portal Berita Cikayasa & Tangerang Raya
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy