Featured image of post Gol Menit 96 Pablo Ganet Selamatkan Persita, Pendekar Cisadane Belum Terkalahkan

Foto: Instagram @persita.official

Gol Menit 96 Pablo Ganet Selamatkan Persita, Pendekar Cisadane Belum Terkalahkan

Persita Tangerang harus puas berbagi angka saat menjamu Bali United di Banten International Stadium, Serang, Minggu (25/10/2026) sore. Laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 itu berakhir 1-1, dengan gol penyama kedudukan lahir di penghujung masa tambahan waktu.

Tertinggal lebih dulu sejak menit ke-28, Pendekar Cisadane nyaris pulang dengan tangan kosong. Pablo Ganet menjadi penyelamat. Gelandang asal Guinea Khatulistiwa itu mencatatkan namanya di papan skor pada menit 96 alias menit keenam masa injury time, memastikan tuan rumah tetap mengantongi satu poin di depan pendukungnya sendiri.

Hasil ini memang belum sesuai target. Manajemen dan tim pelatih memasang kemenangan sebagai harga mati di kandang, terutama karena Bali United datang sebagai salah satu tim papan atas. Namun sepak bola tidak selalu berjalan sesuai rencana, dan satu poin dari laga seketat itu tetap punya arti bagi posisi Persita di klasemen.

Jalannya pertandingan

Bali United membuka keunggulan lewat Marko Dugandzic. Penyerang asal Kroasia itu memanfaatkan celah di lini belakang Persita dan menaklukkan kiper tuan rumah pada menit ke-28. Bagi Dugandzic, gol tersebut terasa istimewa karena menjadi gol perdananya bersama Serdadu Tridatu sejak bergabung.

Setelah tertinggal, Persita meningkatkan tempo. Bola lebih banyak beredar di kaki pemain tuan rumah, sementara Bali United memilih menunggu dan mengandalkan serangan balik. Sejumlah peluang tercipta, tetapi penyelesaian akhir anak asuh Carlos Pena kerap melenceng, terlalu lemah, atau terhenti di kaki bek lawan.

Situasi makin sulit karena Bali United disiplin menjaga area pertahanan. Mereka menutup ruang di sepertiga akhir, memaksa Persita melebar ke sisi lapangan dan melepas umpan silang yang mudah diantisipasi. Menit demi menit berjalan, dan papan skor tetap 1-0 untuk tim tamu.

Perubahan baru terasa di penghujung laga. Persita menaikkan garis pertahanan, memasukkan lebih banyak pemain ke kotak penalti, dan meninggalkan risiko di belakang. Upaya itu berbuah pada menit 96. Ganet muncul di posisi tepat dan menyelesaikan peluang menjadi gol yang membuat stadion bergemuruh.

Carlos Pena: kami layak menang

Pelatih Persita, Carlos Pena, tidak menyembunyikan kekecewaannya. Menurut pelatih berkebangsaan Spanyol itu, timnya seharusnya membawa pulang tiga poin, bukan satu.

“Kami mendapatkan satu poin pada akhirnya, tetapi sejujurnya saya merasa kami pantas mendapatkan tiga poin hari ini,” kata Pena selepas pertandingan.

Pena menilai Persita tampil jauh lebih agresif dibanding laga-laga sebelumnya. Ia bahkan menyebut pertandingan melawan Bali United sebagai laga dengan peluang terbanyak yang diciptakan timnya sepanjang musim ini.

“Saya yakin pada pertandingan ini kami menciptakan peluang paling banyak dibandingkan enam laga sebelumnya di liga. Namun, kami kurang akurat dalam memanfaatkan kesempatan. Kami tidak bisa mencetak lebih banyak gol,” ujarnya.

Meski kecewa, mantan pelatih Persija Jakarta itu tetap memberi apresiasi kepada para pemainnya. Semangat pantang menyerah dinilainya sebagai modal penting untuk laga-laga berikutnya.

“Hal positifnya tim tidak menyerah dan terus berusaha sampai akhir. Kami bisa mendapatkan satu poin melawan lawan yang sangat sulit,” tutup Pena.

Rekor belum terkalahkan masih terjaga

Bagi Persita, hasil imbang ini punya sisi terang. Rapor tanpa kekalahan mereka di BRI Super League 2026/2027 masih bersih. Dari enam laga yang sudah dilakoni, Persita mengumpulkan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang, dengan total 12 poin.

Catatan itu menempatkan Persita di peringkat keenam klasemen sementara, sementara tim-tim di atasnya sudah menjalani tujuh pertandingan. Artinya, jika laga tunda bisa dimaksimalkan, posisi Pendekar Cisadane berpotensi merangkak naik cukup signifikan.

Di puncak klasemen masih ada Persija Jakarta dengan 18 poin dari tujuh laga. Dewa United menyusul dengan 14 poin, disusul Bali United, Persib Bandung, dan Madura United yang sama-sama mengoleksi 13 poin. Persita menempel tepat di bawah kelompok itu dengan 12 poin.

Yang menarik, produktivitas gol Persita tergolong sehat. Dari enam laga, mereka mencetak 12 gol dan hanya kebobolan sembilan kali. Rasio itu menempatkan mereka sebagai salah satu tim dengan selisih gol positif di papan tengah atas.

Pekerjaan rumah: penyelesaian akhir

Persoalan yang paling menonjol dari laga melawan Bali United bukan soal pertahanan, melainkan efektivitas di depan gawang. Persita menciptakan banyak peluang, tetapi hanya satu yang berbuah gol, dan itu pun lahir dari situasi darurat di menit terakhir.

Pola ini sebenarnya sudah muncul di beberapa laga sebelumnya. Persita kerap mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang, tetapi gagal mengubahnya menjadi angka. Dalam jangka panjang, kebiasaan membuang peluang bisa mahal, terutama saat menghadapi tim yang efisien seperti Bali United.

Carlos Pena menyadari hal itu. Baginya, masalahnya bukan pada pola permainan, tetapi pada ketenangan dan akurasi pemain saat berada di depan gawang. Latihan penyelesaian akhir pun hampir pasti menjadi menu utama dalam sesi-sesi latihan pekan ini.

Dari sisi komposisi, Persita punya modal cukup. Pablo Ganet tampil sebagai pemain yang mampu muncul di momen krusial. Golnya ke gawang Bali United menunjukkan naluri seorang gelandang box-to-box yang paham kapan harus masuk ke kotak penalti.

Apa artinya bagi warga Tangerang Raya

Persita adalah klub yang identik dengan Kabupaten Tangerang. Markas latihan dan basis pendukungnya berada di wilayah Tangerang Raya, meski laga kandang digelar di Banten International Stadium yang berada di Serang. Kondisi ini membuat perjalanan menonton bukan perkara murah bagi warga.

Dari kawasan seperti Cikasungka, Adiyasa, Solear, Cisauk, hingga Serpong dan BSD, suporter harus menempuh perjalanan darat cukup panjang untuk menyaksikan langsung laga kandang. Karena itu, setiap hasil di BIS selalu punya makna emosional tersendiri bagi warga yang nekat meluangkan waktu dan biaya.

Hasil imbang melawan Bali United memang menyisakan rasa kecewa. Namun rekor belum terkalahkan membuat Persita masih diperhitungkan di papan atas. Bagi warga Tangerang Raya, itu cukup menjadi alasan untuk tetap menunggu laga berikutnya dengan harapan yang sama: tiga poin, bukan sekadar satu.

Sementara itu, bagi Bali United, satu poin di kandang Persita tetap bernilai. Mereka menjaga posisi di papan atas dan mempertahankan jarak dengan pemuncak klasemen. Serdadu Tridatu pulang dengan catatan empat kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan dari tujuh laga.

Duel Persita melawan Bali United juga menjadi pengingat bahwa kompetisi musim ini berjalan sangat rapat. Selisih poin antartim di papan atas tipis. Satu hasil imbang bisa mengubah posisi beberapa peringkat sekaligus, dan tim yang paling konsisten menjaga performa biasanya yang bertahan di jalur perburuan gelar.

Untuk Persita, konsistensi itu sudah terlihat dari rapor tanpa kekalahan. Yang kini ditunggu adalah peningkatan ketajaman di lini depan. Jika masalah penyelesaian akhir bisa diperbaiki, bukan tidak mungkin Pendekar Cisadane benar-benar menembus delapan besar seperti target yang dicanangkan manajemen sejak awal musim.

Sumber: Aktual Tangerang, Bola.com

Portal Berita Cikayasa & Tangerang Raya
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy