Persita Tangerang kembali turun ke lapangan malam ini. Menjamu Isenmulang Kalteng FC pada pekan ke-9 BRI Super League 2026/27, Sabtu (7/11/2026) pukul 19.00 WIB di Banten International Stadium, Pendekar Cisadane memikul satu tanggung jawab yang tidak ringan: menjaga status sebagai satu-satunya tim yang belum pernah kalah sepanjang kompetisi bergulir.
Status itu bukan sekadar gengsi. Hingga pekan ke-8, Persita menjadi satu-satunya klub di BRI Super League yang belum merasakan kekalahan. Dari tujuh pertandingan, skuad asuhan Carlos Pena mengemas empat kemenangan dan tiga hasil imbang, mengumpulkan 15 poin, mencetak 17 gol, dan kemasukan 10 kali. Catatan itu menempatkan mereka di peringkat keenam klasemen — posisi yang belum ideal, tetapi dengan modal kepercayaan diri yang sedang tinggi.
Bagi warga Tangerang Raya, laga ini punya arti tersendiri. Persita adalah klub yang lahir dan dibesarkan di Kabupaten Tangerang, meski untuk sementara harus menjalani laga kandang di Banten International Stadium, Serang. Artinya, pendukung dari kawasan seperti Cikasungka dan Adiyasa di Kecamatan Solear, juga dari berbagai penjuru Tangerang Raya lainnya, mesti menempuh perjalanan lebih jauh untuk menyaksikan tim kebanggaan mereka bermain di depan mata.
Modal Berat dari Kediri
Persita datang ke laga malam ini dengan bekal yang meyakinkan. Pada Sabtu (31/10/2026), mereka menggilas tuan rumah Persik Kediri dengan skor mencolok 5-1 di Stadion Brawijaya. Kemenangan besar di kandang lawan itu menunjukkan bahwa lini serang Pendekar Cisadane sedang dalam kondisi tajam.
Sebelumnya, Persita juga menumbangkan Persija Jakarta dalam laga yang berjalan dramatis. Kemenangan atas tim ibu kota itu lahir lewat pertandingan lima gol, dengan Aleksa Andrejic menjadi penentu melalui gol pada menit 90+5. Claudio Luquinhas lebih dulu membuka keunggulan lewat sundulan pada menit kelima, sebelum laga berbalik menjadi adu ketangguhan yang berakhir dengan kemenangan Persita.
Satu-satunya catatan kurang mengkilap dalam rentetan itu terjadi saat menjamu Bali United di Banten International Stadium. Laga tersebut berakhir imbang 1-1, menandakan bahwa meski sulit dikalahkan, Persita masih menyisakan ruang untuk kehilangan poin penuh di kandang sendiri. Kini, di stadion yang sama, mereka mendapat kesempatan untuk membuktikan bahwa hasil itu hanyalah gangguan sesaat.
Siapa Isenmulang Kalteng FC?
Di atas kertas, Isenmulang Kalteng FC bukan lawan yang menakutkan. Klub ini merupakan wajah baru dari Adhyaksa FC yang kini bermarkas di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Sepanjang musim, mereka baru meraih satu kemenangan dan dua hasil imbang, dengan selisih gol minus 13.
Beban mereka bertambah karena operator liga memangkas dua poin sebelum kompetisi bergulir akibat kewajiban club licensing yang tidak terpenuhi. Dari lapangan mereka sebenarnya mengumpulkan lima poin, tetapi catatan resmi menunjukkan angka tiga poin saja.
Perjalanan awal musim Isenmulang berjalan berat. Mereka kalah 0-4 dari Arema, ditumbangkan Bali United 1-4, takluk 0-2 dari Bhayangkara, lalu menyerah 0-1 dari Persebaya. Baru setelah itu mereka menemukan bentuk permainan: menang 1-0 di markas Persijap, imbang 1-1 dengan Java United, dan bermain imbang tanpa gol melawan PSIM.
Tren positif itu berakhir di Si Jalak Harupat. Juara bertahan Persib Bandung membantai mereka 0-4 pada Minggu (1/11/2026), dengan Luka Menalo mencetak dua gol. Dalam laga itu, dua pemain asing Isenmulang, Kenji Nishioka dan Douglas Cruz, sempat terlibat adu argumen di lapangan — sebuah tanda bahwa tekanan pertandingan mulai mengganggu kekompakan tim tamu.
Secara keseluruhan, Isenmulang hanya mencetak tiga gol dalam delapan laga dan kebobolan 16 kali. Angka-angka itu menjelaskan mengapa mereka masih terbenam di zona bawah klasemen.
Duel Taktik: Ketajaman Melawan Tembok Lima Bek
Meski begitu, Isenmulang bukan lawan yang bisa diremehkan sepenuhnya. Saat menghadapi Persib, mereka turun dengan pola lima bek dan hampir pasti menerapkan pendekatan serupa di Serang nanti. Strategi itu sempat membuat mereka hanya kebobolan dua gol dalam tiga laga sebelum dibantai Persib.
Bagi Persita, pola bertahan rapat semacam itu menuntut kesabaran ekstra. Namun tim asuhan Carlos Pena punya kecenderungan tampil paling berbahaya justru ketika lawan membuka ruang — sesuatu yang terlihat jelas saat membongkar pertahanan Persik Kediri. Kombinasi pergerakan Aleksa Andrejic dan kemampuan Claudio Luquinhas dalam duel udara akan menjadi kunci untuk meruntuhkan disiplin bertahan Isenmulang.
Pelatih Isenmulang, Mundari Karya, sebelumnya menilai bahwa kebobolan gol lebih dulu bisa merusak kepercayaan diri para pemainnya. Pernyataan itu menjadi petunjuk penting: jika Persita mampu mencetak gol cepat, laga bisa berjalan jauh lebih mudah. Sebaliknya, jika Isenmulang bertahan hingga turun minum, mereka punya peluang mencuri poin lewat serangan balik.
Malam yang Menentukan Arah Musim
Laga pekan ke-9 ini menjadi titik penting bagi Persita. Kemenangan akan menjaga rekor tak terkalahkan sekaligus mendongkrak posisi mereka dari peringkat enam ke papan atas klasemen. Sebaliknya, hasil imbang atau kekalahan akan membuat jarak dengan kompetitor di atas semakin melebar, terutama karena Persita sudah melewatkan beberapa peluang menambah poin penuh.
Banten International Stadium yang berkapasitas sekitar 30.038 kursi akan menjadi saksi. Klub telah membuka akses pembelian tiket melalui laman resmi mereka, dan manajemen berulang kali mengajak pendukung memadati tribun agar tim mendapat dorongan langsung dari suporter sendiri. Bagi Persita, kehadiran pendukung di stadion kerap menjadi energi tambahan, terutama pada laga-laga malam yang berlangsung ketat.
Pertandingan ini juga bisa disaksikan melalui layanan streaming Vidio bagi warga yang tidak bisa hadir langsung ke Serang. Bagi sebagian pendukung di Tangerang Raya, menonton dari rumah memang jadi pilihan realistis di tengah jarak tempuh yang tidak singkat menuju stadion.
Secara performa, Persita jelas unggul dan di atas kertas menjadi tim yang difavoritkan untuk menjaga rekor tak terkalahkan. Namun sepak bola tidak pernah selesai pada hitungan di atas kertas. Isenmulang datang dengan beban besar, dan tim yang sedang terpuruk sering kali bermain tanpa tekanan — kondisi yang justru berbahaya bagi tuan rumah yang dituntut menang.
Yang jelas, malam ini Pendekar Cisadane mempertaruhkan lebih dari sekadar tiga poin. Mereka mempertaruhkan citra sebagai tim yang paling sulit dikalahkan di kompetisi ini, di depan pendukungnya sendiri, di kota yang mereka bela. Kick-off pukul 19.00 WIB.
Sumber: Persita FC dan RRI
