Persita Tangerang memetik kemenangan dramatis 3-2 atas Persija Jakarta pada lanjutan pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (17/10/2026) malam WIB. Gol Aleksa Andrejic pada menit 90+5 memastikan poin penuh bagi Pendekar Cisadane, sekaligus menorehkan kekalahan pertama Persija pada musim ini.
Namun pertandingan yang menyajikan lima gol itu tidak berjalan mulus. Kick-off babak kedua tertunda sekitar 30 menit karena kericuhan di area stadion, dan pelatih Persita, Carlos Pena, sampai menyinggung Tragedi Kanjuruhan saat memberi tanggapan seusai laga.
Gol cepat Luquinhas jadi pembuka
Persita tampil menekan sejak menit awal. Belum genap lima menit laga berjalan, gawang Persija yang dijaga Nadeo Argawinata sudah kebobolan. Luquinhas menyambut umpan Rayco Rodriguez dengan sundulan yang tak mampu dijangkau kiper.
Gol itu membuat tuan rumah bermain lebih percaya diri. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Persija, sementara kubu tamu tampak terkejut dengan tempo yang dibangun Persita.
Calonego menyamakan, laga sempat terhenti
Persija tidak butuh waktu lama untuk bangkit. Penguasaan bola mulai beralih ke Macan Kemayoran, dan usaha mereka berbuah pada menit ke-18. Fabio Calonego menyambar bola hasil sapuan yang tidak sempurna dari Javlon Guseynov di dalam kotak penalti, mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Sebelum turun minum, kedua tim sama-sama punya peluang tambahan. Luquinhas hampir mencetak gol keduanya pada menit ke-38, tetapi tembakannya masih melebar dari gawang Persija. Beberapa menit berselang, giliran Rizky Ridho yang mengancam, namun bola masih bisa diamankan kiper Igor Rodrigues.
Saat jeda berlangsung, situasi di dalam stadion memanas. Kick-off babak kedua pun mundur hingga setengah jam. Laporan yang beredar menyebut insiden bermula dari aksi pelucutan banner milik suporter Persija, The Jakmania, yang terpasang di stadion. Ketidakpuasan atas perlakuan itu membuat sebagian suporter melakukan aksi kejar-kejaran di area tribun.
Rayco Rodriguez kembali membawa Persita unggul
Ketika laga akhirnya dilanjutkan, Persija langsung mengambil inisiatif menyerang. Macan Kemayoran lebih agresif mencari gol kedua. Justru di tengah gempuran itulah Persita kembali memimpin.
Skema sepak pojok yang tersusun rapi berujung pada tembakan jarak jauh Rayco Rodriguez pada menit ke-61. Bola gagal dijangkau Nadeo, dan Persita unggul 2-1. Rayco menerima operan Pablo Ganet saat berdiri bebas di depan kotak penalti sebelum melepaskan eksekusi tersebut.
Penalti Jeremejeff dan drama menit terakhir
Persija tak tinggal diam. Pergerakan Rayhan Hannan di kotak penalti yang diwarnai gangguan Dion Markx membuat wasit Rio Permana Putra menunjuk titik putih pada menit ke-74. Sempat dilakukan pemeriksaan lewat VAR, keputusan penalti tetap dipertahankan.
Alexander Jeremejeff yang maju sebagai eksekutor sukses menipu Igor Rodrigues. Skor kembali sama kuat, 2-2, dan pertandingan berjalan menuju menit-menit akhir yang menegangkan.
Ketika waktu normal hampir habis, kesalahan di lini pertahanan Persija berbuah fatal. Hokky Caraka merebut ruang di sisi kiri, menggiring bola masuk ke area pertahanan tamu, lalu melepas umpan ke depan gawang. Aleksa Andrejic yang berdiri di posisi tepat menuntaskan peluang itu pada menit 90+5.
Skor 3-2 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Persita menegaskan statusnya sebagai tim yang belum terkalahkan sampai pekan kelima, sementara Persija harus menerima kenyataan pahit kekalahan perdananya musim ini.
Carlos Pena singgung Tragedi Kanjuruhan
Di ruang konferensi pers, Carlos Pena tidak hanya berbicara soal taktik. Pelatih asal Spanyol itu menyoroti kericuhan yang membuat pertandingan berjalan tidak sebagaimana mestinya.
“Ini pukulan yang sangat berat untuk sepak bola Indonesia. Apa yang terjadi di lapangan tadi, Anda pernah merasakan hal itu di negeri ini beberapa tahun lalu,” kata Pena, mengacu pada Tragedi Kanjuruhan 2022.
Menurutnya, hal semacam itu tidak boleh terulang di sepak bola Indonesia. Ia menegaskan sepak bola adalah tontonan yang seharusnya dinikmati, termasuk oleh keluarga yang datang bersama anak-anak mereka.
“Sepak bola untuk bersenang-senang, dan sepak bola bukan untuk bertarung,” ujarnya. Ia juga meminta para pengurus sepak bola nasional memberantas aksi kekerasan suporter.
Hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi soal korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Situasi dilaporkan kembali kondusif setelah laga selesai. Meski begitu, beredar rekaman yang menunjukkan aksi persekusi di jalanan usai pertandingan, dan warga biasa yang sedang pulang kerja disebut menjadi korban.
Kericuhan ini hampir dipastikan berbuah sanksi. Persita selaku tuan rumah, Persija, dan The Jakmania berpotensi mendapat hukuman dari penyelenggara kompetisi. Wacana pengetatan sanksi bagi klub yang suporternya anarkis memang tengah menguat di kompetisi domestik.
Arti hasil ini bagi klasemen
Tambahan tiga poin mengangkat Persita ke peringkat ketiga klasemen BRI Super League dengan koleksi 11 poin dari lima pertandingan. Rinciannya tiga kemenangan dan dua hasil imbang, tanpa satu pun kekalahan.
Di sisi lain, Persija tetap memuncaki klasemen dengan 12 poin. Rivalitas kedua tim musim ini terbilang seimbang, dan hasil di Serang membuat peta persaingan di papan atas jadi lebih terbuka.
Bagi warga Tangerang Raya, khususnya pendukung yang berbasis di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang, hasil ini menjadi modal penting. Persita sudah beberapa kali memainkan laga kandangnya di Stadion Internasional Banten, Serang, karena kondisi markas mereka di Indomilk Arena, Kelapa Dua. Catatan tak terkalahkan itu pun menjadi bahan perbincangan tersendiri di lingkungan suporter Pendekar Cisadane.
Susunan pemain
Persita Tangerang: Igor Rodrigues; Aep Nursofyan, Javlon Guseynov, Dion Markx, Mario Jardel; Wahyudi Hamisi, Pablo Ganet; Tyronne Del Pino, Luquinhas, Rayco Rodriguez; Alexandre Ramalingom.
Persija Jakarta: Nadeo Argawinata; Kyohei Yoshino, Radovan Pankov, Denis Kolinger; Dony Tri Pamungkas, Rizky Ridho, Fabio Calonego, Istjepan Loncar; Kwon Chang-hoon, Arlyansyah Abdulmanan; Alexander Jeremejeff.
Kemenangan ini sekaligus menutup pekan kelima dengan catatan menarik bagi Persita: mereka sudah dua kali meraih kemenangan dramatis lewat gol di masa injury time musim ini. Kini perhatian beralih ke laga berikutnya, dengan tantangan menjaga konsistensi di tengah jadwal kompetisi yang padat.
Sumber: detikSport dan detikSport, CNN Indonesia, BolaSport
