Klub kebanggaan warga Tangerang, Persita Tangerang, genap berusia 73 tahun pada Rabu (9/9/2026). Perayaan hari jadi Persita yang didirikan pada 9 September 1953 itu diwarnai dengan kemeriahan luar biasa di Jembatan Kaca, Kota Tangerang. Ribuan suporter setia, yang menamakan diri Laskar Benteng Viola, tumpah ruah sejak pukul 23.00 WIB pada Selasa malam hingga tengah malam untuk merayakan momen bersejarah bagi klub yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas olahraga Tangerang Raya.
Perayaan di Jembatan Kaca itu diwarnai lautan warna ungu — warna kebanggaan Persita — dari suar dan petasan yang dinyalakan para pendukung. Antusiasme suporter dari berbagai wilayah, mulai dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, hingga luar daerah, tampak membanjiri kawasan ikonik di tepian Sungai Cisadane tersebut. Momen ini menjadi bukti bahwa cinta dan loyalitas warga Tangerang terhadap klub yang akrab disapa Pendekar Cisadane itu tidak pernah pudar meski telah melewati liku-liku panjang di kancah sepak bola nasional.
Perjalanan 73 Tahun: Dari Divisi Satu Hingga Kasta Teratas
Sejak didirikan pada 9 September 1953, Persita memiliki perjalanan panjang dalam sejarah sepak bola Indonesia. Meskipun belum pernah merasakan gelar juara di kasta tertinggi, klub ini pernah menorehkan prestasi gemilang. Pada musim 1999-2000, Persita berhasil menjuarai Divisi Satu dan promosi ke kasta yang lebih tinggi. Pencapaian terbaik sepanjang sejarah klub terjadi pada musim 2002, saat mereka finis sebagai runner-up Liga Indonesia — prestasi yang hingga kini masih menjadi kenangan indah bagi pendukung setianya.
Persita juga sempat berlaga di panggung Asia saat tampil di Liga Champions Asia 2002, meski hanya sampai babak kualifikasi. Pengalaman di level internasional itu menjadi catatan penting dalam perjalanan klub, menunjukkan bahwa Persita pernah berada di level tertinggi kompetisi klub di kawasan Asia.
Setelah sempat terpuruk di kasta kedua antara 2017-2019, Persita bangkit dan berhasil bertahan di Liga 1 selama tujuh musim beruntun. Ketahanan ini menunjukkan komitmen klub untuk tetap bersaing di level tertinggi sepak bola nasional, meski perjuangan mereka tidak selalu berakhir manis di papan atas klasemen.
Musim 2026/2027: Ambisi Baru di BRI Super League
Di musim baru BRI Super League 2026/2027, Persita Tangerang datang dengan skuad yang diperkuat sejumlah amunisi anyar. Klub yang dilatih oleh pelatih asal Spanyol, Carlos Pena, itu mendatangkan tiga pemain asing berpengalaman: Tyronne del Pino (eks Persib Bandung dan Malut United), Alexandre Ramalingom (berkebangsaan Madagaskar, pengalaman di liga Azerbaijan, Israel, Belgia, dan Prancis), serta Lucas Morais Do Santos atau akrab disapa Luquinhas (eks PSBS Biak).
Di lini tengah, Persita juga memboyong dua nama lokal: Sutanto Tan (eks Persis Solo) dan Wahyudi Hamisi (eks PSS Sleman). Keduanya diplot sebagai penguat lini tengah Pendekar Cisadane. Pemain asing yang sudah ada — Tamirlan Kozubaev, Eber Bessa, Javlon Guseynov, Rayco Rodríguez, Aleksa Andrejic, dan Pablo Ganet — juga tetap dipertahankan untuk mengarungi musim baru.
Namun, Persita harus menghadapi kenyataan bahwa dua pemain asing mereka, Tamirlan Kozubaev dan Pablo Ganet, gagal bergabung dengan tim nasional masing-masing karena situasi geopolitik di Timur Tengah. Kehilangan ini menjadi catatan tersendiri di awal musim, meski tidak mengurangi kekuatan skuad secara keseluruhan.
Laga Perdana: Imbang di Kandang PSIM
Sebelum momen perayaan ulang tahun, Persita sudah melakoni laga perdana BRI Super League musim ini di kandang PSIM Yogyakarta pada Sabtu (5/9/2026). Bertanding di Stadion Sultan Agung, Bantul, Persita mampu unggul lebih dulu berkat gol Lucas Morais Do Santos pada menit ke-50. Namun, keunggulan itu harus sirna ketika PSIM berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir pertandingan. Hasil akhir 1-1 membuat Carlos Pena mengaku kecewa karena timnya kehilangan dua poin berharga di laga tandang pertama.
Meski demikian, satu poin dari laga tandang tentu bukan hasil yang buruk untuk tim yang baru memulai petualangan di musim baru. Persita kini bersiap untuk menjamu tamu pertamanya di kandang — Java United FC — pada Minggu (13/9/2026) di Utama Sport Center, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
Indomilk Arena Masih Diperbaiki, Persita Sementara di BIS
Kabar penting bagi pendukung Persita: untuk sementara waktu, klub belum bisa menggelar pertandingan kandang di Indomilk Arena Stadium. Perbaikan atap stadion yang rubuh akibat angin kencang pada Maret lalu masih berlangsung. Presiden Klub Ahmed Zaki Iskandar memperkirakan Indomilk Arena akan bisa digunakan kembali paling lambat minggu kedua November 2026.
Untuk sementara, Persita akan menjamu tamunya di Banten International Stadium (BIS), Serang. Meski jaraknya cukup jauh dari markas utama di Tangerang, para suporter setia Persita tetap memberikan dukungan penuh di setiap laga kandang.
Pesan Presiden Klub: Dari 73 Menuju Masa Depan
Di hari jadi ke-73 Persita, Presiden Klub Ahmed Zaki Iskandar menyampaikan pesan penuh harapan. “Semoga Persita menjadi juara dan selalu berkibar di Liga 1 Indonesia,” ujar Zaki kepada media pada Rabu sore. Ia juga menegaskan komitmen manajemen untuk menjaga stabilitas performa tim di lapangan pertandingan.
Lisensi klub AFC yang berhasil diraih Persita dalam dua musim terakhir dengan status granted — tanpa catatan — menjadi bukti bahwa manajemen terus bekerja secara serius dan profesional. “Harapan kami dengan pencapaian lisensi tersebut diharapkan bisa memacu prestasi tim di lapangan. Persita berkomitmen untuk terus berkembang menjadi klub profesional seutuhnya,” imbuhnya.
Melalui akun resmi Instagram klub, Persita mengungkapkan makna mendalam di balik usia 73 tahun ini. “Sejarah memberi kami warisan, perjalanan memberi kami pengalaman, dan identitas telah menjadi bagian dari siapa kami. Kini, semuanya kami bawa untuk menyambut masa depan dalam menghadapi tantangan baru, menulis cerita ke depan, dan membuka babak berikutnya,” tulis Persita Tangerang.
Strategi Carlos Pena: Antusiasme dan Percaya Diri
Pelatih kepala Persita, Carlos Pena, menunjukkan antusiasmenya menghadapi musim baru. “Kami sangat antusias. Semua orang di Persita sudah tidak sabar untuk memulai musim baru,” kata pelatih asal Spanyol yang pernah menukangi Persija Jakarta itu. Ia mengakui persaingan di BRI Super League musim ini bakal lebih sengit karena semua tim makin kuat.
“Persaingan akan sangat ketat karena semua tim makin kuat. Namun, kami sangat antusias dan percaya diri dengan kemampuan yang kami miliki. Kami akan menghadapi musim ini dengan seluruh kekuatan,” ujar Carlos Pena dengan penuh keyakinan.
Dengan skuad yang mencapai 28 pemain, Persita memiliki kedalaman tim yang cukup untuk mengarungi musim panjang di BRI Super League. Perpaduan antara pemain asing berpengalaman dan pemain lokal berkualitas diharapkan mampu membawa Pendekar Cisadane bersaing di papan atas klasemen musim ini.
Dukungan Penuh dari Suporter
Kemeriahan perayaan ulang tahun ke-73 di Jembatan Kaca menjadi bukti nyata bahwa Persita bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari identitas warga Tangerang. Laskar Benteng Viola — sebutan untuk suporter militan Persita — menunjukkan bahwa cinta mereka terhadap klub tidak mengenal batas waktu.
Seiring dengan perjalanan baru musim 2026/2027 dan ambisi untuk meraih prestasi lebih tinggi, Persita Tangerang membawa warisan 73 tahun sejarah sebagai bekal menghadapi masa depan. Dari Jembatan Kaca Tangerang hingga ke lapangan hijau di BRI Super League, satu hal yang pasti: Pendekar Cisadane akan terus bertarung dengan jiwa dan kebanggaan.
Sumber: Suaragarut.id | Bola.com | ANTARA News
