Featured image of post Persita Tumbang 0-1 di Kandang, Rekor Tak Terkalahkan Pendekar Cisadane Resmi Berakhir

Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani (dokumentasi Persita Tangerang)

Persita Tumbang 0-1 di Kandang, Rekor Tak Terkalahkan Pendekar Cisadane Resmi Berakhir

Persita Tangerang akhirnya merasakan kekalahan pertama di BRI Super League 2026/2027. Menjamu Isenmulang Kalteng FC pada pekan ke-9 di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (7/11/2026) malam, Pendekar Cisadane menyerah 0-1 lewat gol tunggal Adilson Silva pada menit ke-68. Bagi warga Tangerang Raya yang menaruh harapan besar pada tim kebanggaan mereka, hasil ini terasa seperti tamparan dingin di tengah musim yang sebelumnya berjalan mulus.

Kekalahan itu bukan sekadar kehilangan tiga poin. Sejak kompetisi bergulir, Persita adalah tim yang paling sulit dikalahkan: tujuh pertandingan dilalui tanpa sekali pun menyerah, dengan empat kemenangan dan tiga hasil imbang. Rekor tersebut runtuh di hadapan tim yang justru sedang berjuang keluar dari dasar klasemen.

Babak Pertama yang Menipu

Secara statistik penguasaan bola, laga berjalan sesuai dugaan. Persita mengambil inisiatif sejak peluit kick-off, menggulirkan bola dari kaki ke kaki, dan menekan lini belakang Isenmulang. Namun tekanan tanpa penyelesaian akhir yang tajam membuat keunggulan itu tidak berarti apa-apa.

Isenmulang memilih pendekatan berbeda: bertahan rapat dengan garis pertahanan rendah, lalu melepaskan serangan balik cepat begitu merebut bola. Cara itu terbukti merepotkan. Sepanjang babak pertama, tim tamu melepaskan enam tembakan, satu di antaranya mengarah tepat ke gawang Persita. Sementara itu, peluang terbaik tuan rumah justru lahir dari skema yang tak biasa.

Pada menit ke-7, Adilson Silva — yang sepanjang malam menjadi momok bagi pertahanan Persita — mengirim umpan terobosan kepada Adriel Fernandez. Fernandez menusuk ke kotak penalti, tetapi sepakan kerasnya masih bisa diblok kiper Persita, Igor Rodrigues. Sampai turun minum, papan skor bertahan 0-0.

Menit ke-68 yang Mengubah Segalanya

Babak kedua berjalan dengan arah berbeda. Isenmulang yang semula menunggu, kini berani mengambil alih tempo. Persita sebaliknya kehilangan intensitas: pressing melemah, jarak antarlini melebar, dan bola kedua lebih sering jatuh ke kaki pemain lawan.

Kebuntuan pecah pada menit ke-68. Douglas Cruz melepaskan umpan matang ke ruang kosong, dan Adilson Silva yang bergerak tanpa kawalan melepaskan tembakan terukur yang tidak mampu dijangkau Igor Rodrigues. Gawang Persita bobol, kedudukan berubah 0-1 untuk keunggulan tim tamu.

Tertinggal satu gol, Persita mencoba merespons dengan menambah agresivitas. Serangan lebih sering dibangun dari kedua sisi sayap, memanfaatkan kecepatan para pemain sayap untuk melepas umpan silang ke kotak penalti. Akan tetapi, pertahanan Isenmulang yang dikawal Leo Lelis dan Ardi Ramdani tampil disiplin, sementara kiper Lucas Frigeri tampil sebagai tembok terakhir yang sulit dilewati.

Hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada gol balasan. Bagi Isenmulang, kemenangan ini memutus rentetan tiga pertandingan tanpa kemenangan. Bagi Persita, ini adalah malam yang harus segera dilupakan — tetapi tidak boleh diabaikan.

Bukan Kekalahan Pertama Secara Keseluruhan

Perlu dicatat, hasil di BIS bukan kekalahan pertama Persita musim ini jika menghitung seluruh kompetisi. Pada Selasa (3/11/2026), anak asuh Carlos Pena takluk 1-3 dari Dewa United dalam lanjutan Grup C I.League Cup. Dua gol Denilson Pereira Junior dan satu gol Rafael Struick memastikan kekalahan itu.

Bedanya, laga tersebut berlangsung di kompetisi yang berbeda. Di BRI Super League, Persita tetap memegang status tim tak terkalahkan hingga Sabtu malam. Kini status itu hilang, dan yang tersisa adalah dua kekalahan beruntun di semua ajang — catatan yang menuntut pembenahan cepat sebelum jadwal padat berikutnya.

Peta Klasemen Mulai Berubah

Kekalahan ini membuat Persita tertahan di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 15 poin. Posisi itu belum berubah dibandingkan pekan sebelumnya, tetapi jarak dengan papan atas berpotensi melebar mengingat Persija Jakarta sukses menumbangkan Persebaya 1-0 dan naik ke puncak klasemen pada pekan yang sama.

Di sisi lain, tiga poin dari BIS mengangkat Isenmulang Kalteng FC keluar dari zona degradasi. Klub asal Kalimantan Tengah itu kini menempati peringkat ke-15 dengan enam poin. Kemenangan di kandang Persita menjadi suntikan moral besar bagi tim yang sebelumnya lebih sering menjadi bulan-bulanan, termasuk ketika dihajar Persib Bandung 4-0.

Evaluasi: Ketajaman dan Konsistensi

Dari sisi permainan, ada dua persoalan yang mencuat. Pertama, efektivitas serangan. Persita mendominasi penguasaan bola, tetapi dominasi itu tidak berbanding lurus dengan jumlah peluang bersih. Catatan enam tembakan dengan hanya satu yang tepat sasaran di babak pertama menggambarkan betapa tumpulnya penyelesaian akhir pada malam itu.

Kedua, konsistensi intensitas. Persita tampil menekan di babak pertama, lalu menurun setelah jeda. Pola seperti ini berbahaya ketika menghadapi tim yang bermain disiplin dan mengandalkan serangan balik, karena satu kesalahan posisi saja bisa berbuah gol — dan itulah yang terjadi pada menit ke-68.

Carlos Pena sebelumnya sudah menyebut kekalahan di I.League Cup sebagai bahan pelajaran. Ujian sesungguhnya kini datang: apakah pelajaran itu benar-benar diterjemahkan ke lapangan, atau justru terulang di kompetisi yang jauh lebih menentukan.

Ujian Berikutnya: Dewa United

Jadwal tidak memberi ruang untuk berlama-lama meratapi hasil. Pada pekan berikutnya, Persita kembali menghadapi Dewa United di BRI Super League — tim yang baru saja mengalahkan mereka di I.League Cup. Laga ini otomatis menjadi ajang pembuktian: apakah kekalahan 1-3 di kompetisi cup itu murni karena rotasi pemain, atau memang ada masalah yang lebih mendasar.

Sementara itu, Isenmulang Kalteng FC akan menjalani derbi Kalimantan dengan menjamu Borneo FC di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya. Kemenangan di Serang jelas menaikkan kepercayaan diri mereka, dan derbi selalu punya dinamika yang sulit diprediksi.

Arti Hasil Ini bagi Pendukung di Tangerang Raya

Bagi pendukung Persita — terutama Benteng Viola yang setia menyuarakan dukungan dari tribun maupun dari kampung-kampung di Tangerang Raya — kekalahan ini memang menyakitkan. Apalagi laga kandang harus ditempuh jauh ke Serang, sehingga perjalanan pulang selepas laga terasa lebih panjang dari biasanya.

Namun, satu kekalahan tidak menghapus capaian yang sudah dibangun. Persita masih berada di papan tengah dengan modal poin yang cukup untuk kembali menempel kelompok atas. Yang dibutuhkan sekarang bukan pembenaran, melainkan kerja keras di sesi latihan: memperbaiki penyelesaian akhir, mengembalikan intensitas selama 90 menit, dan menjaga mental pemain agar tidak terjebak dalam tren negatif.

Musim masih panjang. Bagi klub sekota Kabupaten Tangerang ini, rintangan seperti ini adalah bagian dari perjalanan menuju posisi yang lebih tinggi — dan pendukung di Cikasungka, Adiyasa, hingga seluruh penjuru Tangerang Raya tentu berharap kebangkitan datang secepat mungkin, idealnya sudah terlihat pada laga melawan Dewa United.

Sumber: ANTARA News — Gol Adilson Silva paksa Persita telan kekalahan kandang pertama | Kompas.com — Hasil Persita Vs Isenmulang 0-1 | detikcom — Menang 1-0, Isenmulang FC Bawa Pulang 3 Poin dari Markas Persita

Portal Berita Cikayasa & Tangerang Raya
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy