Featured image of post Perumdam TKR Kerahkan Tiga Alat Berat Normalisasi Intake IPA Gading Serpong

Foto: Humas Perumdam TKR

Perumdam TKR Kerahkan Tiga Alat Berat Normalisasi Intake IPA Gading Serpong

Perumdam TKR mengerahkan tiga unit alat berat untuk normalisasi jalur intake IPA Gading Serpong akibat penurunan debit Sungai Cisadane.

Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang mengerahkan tiga unit alat berat untuk melakukan normalisasi jalur masuk air baku di area intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gading Serpong. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi menghadapi penurunan debit Sungai Cisadane akibat musim kemarau panjang yang melanda wilayah Tangerang dan sekitarnya sejak beberapa bulan terakhir.

Menurut keterangan resmi perusahaan, tiga unit alat berat dikerahkan pada Kamis, 10 September 2026, untuk mengeruk sedimentasi berupa lumpur yang menghambat aliran air dari Sungai Cisadane menuju intake IPA Gading Serpong. Material hasil pengerukan kemudian dipindahkan dari area sungai guna mengurangi risiko terjadinya penumpukan kembali di sekitar jalur masuk air baku.

“Normalisasi jalur intake ini dilakukan sebagai langkah mitigasi agar aliran air Sungai Cisadane tetap dapat masuk secara optimal ke sumber air baku IPA Gading Serpong. Kami terus melakukan pemantauan dan berbagai upaya teknis agar proses produksi air tetap terjaga,” ujar perwakilan manajemen Perumdam TKR dalam keterangan resmi yang diterbitkan pada Minggu, 13 September 2026.

Proses Normalisasi Dilakukan Secara Bertahap

Sebelum alat berat dikerahkan, tim teknis Perumdam TKR terlebih dahulu melakukan pembersihan secara manual di sekitar area intake. Para petugas turun langsung ke sungai untuk membersihkan endapan lumpur yang menghambat aliran air. Pembersihan manual dilakukan selama satu hari penuh sebagai langkah awal membuka jalur aliran, sekaligus mempersiapkan proses normalisasi menggunakan alat berat.

Langkah awal ini penting dilakukan karena kondisi lumpur yang mengeras akibat musim kering memerlukan pendorongan terlebih dahulu sebelum dapat diangkut oleh alat berat. Tim teknis menjelaskan bahwa proses pembersihan manual ini memakan waktu cukup lama karena harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak struktur intake yang sudah ada.

Selama pengerukan berlangsung, tim teknis Perumdam TKR melakukan pendampingan dan pengawasan ketat untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pengawasan ini sekaligus bertujuan menjaga sistem pengambilan air baku tetap aman dan tidak mengganggu operasional pengolahan air yang sedang berlangsung.

Selain melakukan normalisasi jalur intake, petugas juga mengawasi area screen intake untuk memastikan sampah yang terbawa arus sungai tidak menghambat masuknya air baku ke sistem pengolahan. Pemantauan sedimentasi di sekitar titik pompa intake juga dilakukan secara berkala guna mencegah terjadinya penumpukan endapan baru.

Dampak Kemarau Panjang terhadap Ketersediaan Air

Endapan lumpur yang mulai memengaruhi jalur aliran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perlunya pembukaan kembali akses air menuju intake. Penurunan debit Sungai Cisadane akibat musim kemarau panjang menyebabkan sedimentasi semakin parah karena debit air yang rendah tidak mampu membawa endapan lumpur menjauhi area intake.

Kondisi ini diperparah dengan semakin berkurangnya curah hujan di wilayah Tangerang Raya selama beberapa bulan terakhir. Sungai Cisadane yang menjadi sumber air baku utama bagi IPA Gading Serpong mengalami penurunan debit yang cukup signifikan, memaksa perusahaan mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menjaga keberlangsungan pelayanan.

Meskipun debit Sungai Cisadane mengalami penurunan, Perumdam TKR memastikan operasional IPA Gading Serpong hingga saat ini tetap berjalan normal. Langkah antisipasi normalisasi intake ini merupakan bagian dari strategi perusahaan menjaga keberlangsungan pasokan air bersih bagi pelanggan di wilayah Gading Serpong dan sekitarnya.

Pelayanan Air Bersih bagi Masyarakat

Wilayah Gading Serpong sendiri merupakan salah satu kawasan pemukiman padat penduduk di Kabupaten Tangerang yang sangat bergantung pada pasokan air bersih dari IPA Gading Serpong. Gangguan terhadap proses pengolahan air di instalasi ini berpotensi memengaruhi pasokan air bersih bagi ribuan pelanggan di Kecamatan Serpong, Legok, dan sekitarnya.

Kondisi kemarau panjang tahun ini juga berdampak pada beberapa instalasi pengolahan air lain di wilayah Tangerang Raya. Beberapa wilayah di bagian utara Kabupaten Tangerang juga melaporkan penurunan tekanan air yang dirasakan oleh pelanggan. Langkah normalisasi yang dilakukan Perumdam TKR di IPA Gading Serpong ini diharapkan dapat menjadi model bagi instalasi lain dalam menghadapi tantangan serupa.

Perumdam TKR sendiri melayani kebutuhan air bersih bagi ratusan ribu pelanggan di Kabupaten Tangerang. Dengan luas wilayah layanan yang cukup besar, perusahaan terus berupaya menjaga kualitas dan kontinuitas pelayanan meski dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini.

Upaya Jangka Panjang

Perumdam TKR memastikan langkah antisipasi dan pemantauan kondisi air baku terus dilakukan secara berkala untuk menjaga keberlangsungan proses produksi air bersih sekaligus mempertahankan pelayanan kepada pelanggan. Perusahaan juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau kondisi debit Sungai Cisadane secara real-time guna mengantisipasi dampak kemarau yang lebih panjang.

Upaya normalisasi intake yang dilakukan Perumdam TKR ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga layanan air bersih di tengah tantangan cuaca ekstrem. Dengan langkah mitigasi yang dilakukan secara dini, diharapkan dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat dapat diminimalisir. Masyarakat diimbau untuk tetap bijak menggunakan air selama musim kemarau berlangsung.

Sumber: Kabar6.com

Portal Berita Cikayasa & Tangerang Raya
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy