Featured image of post Samsung Galaxy A Sukses Salip iPhone 17, Jadi Lini Smartphone Terlaris di Dunia

Foto: detikINET/detikcom

Samsung Galaxy A Sukses Salip iPhone 17, Jadi Lini Smartphone Terlaris di Dunia

Samsung Galaxy A Series resmi menempati posisi puncak sebagai lini smartphone dengan pengiriman terbanyak di dunia pada kuartal II 2026. Data dari Strategy Analytics Global (SAG) menunjukkan Galaxy A menguasai 18 persen pangsa pengiriman smartphone global, mengalahkan iPhone 17 Series yang berada di posisi kedua dengan 16 persen.

Capaian ini jadi catatan menarik karena Samsung mampu mempertahankan dominasi di segmen menengah meski tekanan biaya komponen meningkat. Sementara itu, Apple tetap kuat di segmen premium meski jumlah pengirimannya kalah dari Galaxy A.

Dominasi Galaxy A: Volume Jadi Kunci

Berdasarkan laporan SAG yang dirilis minggu ini, Galaxy A Series mencatat pertumbuhan pengiriman sebesar 11 persen secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan ini ditopang oleh beberapa model andalan Samsung, termasuk Galaxy A17 5G, Galaxy A16 4G, Galaxy A56 5G, Galaxy A17 4G, dan Galaxy A07 5G.

“Samsung secara agresif menjaga volume dan pangsa pasar lewat portofolio A Series yang luas, bahkan dengan mengorbankan profitabilitas, sementara Apple terus menikmati permintaan premium yang kuat,” kata Linda Sui, Founder dan Chief Analyst SAG.

Strategi Samsung ini memang sudah terlihat sejak lama. Dengan menjangkau berbagai segmen harga dari Rp 1 jutaan hingga Rp 6 jutaan, Galaxy A mampu menjangkau konsumen yang sensitif terhadap harga. Kemampuan Samsung dalam mengelola biaya komponen juga memberikan ruang untuk bersaing lewat harga, terutama ketika konsumen semakin berhati-hati dalam menggelontorkan uang untuk smartphone baru.

Namun, dominasi Galaxy A tidak berarti tanpa tantangan. SAG mencatat bahwa kenaikan biaya memori dan komponen memberikan tekanan terhadap profitabilitas Samsung. Meski demikian, perusahaan asal Korea Selatan itu memilih untuk mempertahankan volume demi menjaga pangsa pasar.

iPhone 17 Tetap Kuat di Segmen Premium

Meski kalah dari Galaxy A dalam hal jumlah pengiriman, iPhone 17 Series justru mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni 24 persen YoY. Apple juga masih mendominasi daftar smartphone terlaris secara individual.

Tiga smartphone terlaris secara individual pada kuartal II 2026 tetap berasal dari Apple: iPhone 17, iPhone 17 Pro Max, dan iPhone 17 Pro. iPhone 17 Pro Max mendapat sambutan kuat di pasar premium seperti Amerika Serikat dan China. Sementara itu, iPhone 17e juga mencatat kinerja yang lebih baik dari perkiraan di Amerika Serikat dan Jepang.

Perlu dicatat, peringkat tersebut dihitung berdasarkan lini produk (product family), bukan model smartphone individual. Artinya, seluruh model dalam Galaxy A Series digabung dan dibandingkan dengan seluruh model dalam iPhone 17 Series. Ini menjelaskan kenapa Galaxy A bisa menang secara total meski iPhone 17 tetap laris di pasaran.

Android Lain Terpuruk, Huawei Justru Melonjak

Yang menarik, beberapa lini Android lain justru mengalami penurunan pengiriman yang signifikan pada kuartal II 2026. Redmi turun 17 persen, Vivo Y sekitar 18 persen, Oppo A sekitar 18 persen, Honor X 24 persen, Poco sekitar 40 persen, dan Lenovo-Motorola G sekitar 35 persen.

Menurut SAG, lini-lini tersebut lebih rentan karena menyasar konsumen yang sensitif terhadap harga. Kenaikan biaya komponen membuat produsen menghadapi dilema: menaikkan harga atau mempertahankan margin. Samsung menjadi salah satu perusahaan yang mampu mempertahankan volume Galaxy A di tengah kondisi tersebut.

Di sisi lain, Huawei menjadi pengecualian di antara lini Android yang mengalami tekanan. Huawei Nova Series mencatat pertumbuhan 19 persen YoY dan naik 36 persen dibanding kuartal sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong Nova 16, Nova 15, dan Nova 15 Pro. Bahkan, Huawei Changxiang Series melonjak sekitar 94 persen YoY, ditopang Changxiang 90 Pro Max dan Changxiang 90 Plus.

SAG menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan kuatnya momentum Huawei di China serta kemampuannya menjangkau berbagai segmen harga.

Galaxy S Justru Turun

Berbeda dengan Galaxy A yang berorientasi volume, lini flagship Samsung justru mengalami penurunan. Galaxy S Series mencatat penurunan pengiriman sekitar 18 persen YoY pada kuartal II 2026. Galaxy S26 sebelumnya mencatat awal yang solid pada kuartal I, tetapi momentumnya melemah pada kuartal berikutnya setelah efek peluncuran berkurang.

Kondisi ini memperlihatkan perbedaan kinerja antara lini Galaxy A yang berorientasi volume dan Galaxy S yang bermain di segmen premium. Samsung tampaknya perlu menemukan strategi baru untuk membangkitkan Galaxy S agar tidak terus tertinggal dari iPhone di segmen premium.

Prospek Semester II 2026

Persaingan smartphone diperkirakan semakin menarik pada semester II 2026 dengan hadirnya generasi iPhone berikutnya. SAG memperkirakan gabungan pengiriman iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max akan turun dua digit persen dibandingkan generasi iPhone 17 Pro.

Pada saat yang sama, Apple tidak menghadirkan iPhone 18 standar. Perusahaan diperkirakan masih mengandalkan iPhone 17 Series untuk menjaga volume di segmen arus utama. Keputusan ini bisa jadi strategi Apple untuk mempertahankan margin di tengah kenaikan biaya komponen.

Kenaikan biaya memori dan komponen juga menjadi tantangan bagi industri smartphone secara keseluruhan. SAG akan memantau apakah permintaan smartphone premium tetap kuat ketika tekanan harga semakin meluas, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Dampak untuk Konsumen Indonesia

Bagi konsumen Indonesia, data ini menegaskan bahwa Samsung Galaxy A tetap menjadi pilihan utama untuk smartphone di bawah Rp 5 jutaan. Dengan jangkauan model yang luas dan harga yang kompetitif, Galaxy A Series menawarkan nilai terbaik di segmen menengah.

Sementara itu, iPhone 17 tetap menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan pengalaman premium. Meski harganya jauh lebih tinggi, permintaan untuk iPhone tetap kuat di Indonesia, terutama di kalangan profesional dan pengusaha.

Persaingan ini pada akhirnya menguntungkan konsumen karena produsen terus berinovasi dan menawarkan harga yang lebih kompetitif. Kenaikan biaya komponen mungkin akan membuat beberapa produsen menaikkan harga, tetapi tekanan persaingan akan memaksa mereka untuk tetap menjaga daya saing.

Untuk saat ini, data kuartal II 2026 menunjukkan persaingan smartphone global memiliki dua pola berbeda: Samsung mengandalkan luasnya portofolio Galaxy A untuk mengejar volume, sedangkan Apple tetap kuat melalui permintaan perangkat premium.

Sumber: detikINET

Portal Berita Cikayasa & Tangerang Raya
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy