Featured image of post Selama 10 Tahun Dibekukan, Sengketa Domain .web Akhirnya Sepakat dan Jatuh ke Tangan Verisign

Foto: Domain Name Wire

Selama 10 Tahun Dibekukan, Sengketa Domain .web Akhirnya Sepakat dan Jatuh ke Tangan Verisign

Selama satu dekade, ekstensi domain .web jadi satu dari sedikit nama di internet yang benar-benar terkunci: sudah dilelang, sudah dimenangkan, tapi tidak bisa dipakai siapa pun karena berkas sengketanya berputar di meja hukum. Pada 22 Juli 2026, Verisign mengumumkan bahwa .web resmi masuk ke root zone — sistem alamat inti internet — dan semua sengketa terkait dinyatakan selesai. Detail penyelesaiannya sendiri dirahasiakan.

Artinya, setelah sepuluh tahun berlarut, ekstensi yang dijuluki penantang terberat .com itu kini punya pengelola resmi dan tinggal menunggu waktu dibuka untuk pendaftaran umum.

Sekali Lelang, Rp2 Triliun

Ceritanya berawal dari 2012, ketika ICANN — lembaga internasional yang mengatur nama domain dunia — membuka pendaftaran ekstensi domain generik baru. .web langsung jadi rebutan karena dianggap satu-satunya nama pendek dan berbahasa Inggris yang berpotensi menyaingi .com. Tujuh perusahaan mengajukan aplikasi untuk string yang sama: Nu Dot Co (didanai Verisign), Charleston Road Registry (anak usaha Google), Web.com Group, DotWeb, Ruby Glen, Schlund Technologies (United Internet), dan Afilias.

Karena tidak ada yang mau mundur, ICANN menggelar lelang “auction of last resort” pada 27-28 Juli 2016. Pemenangnya Nu Dot Co dengan tawaran 135 juta dolar AS — setara sekitar Rp2 triliun — rekor termahal untuk satu ekstensi domain sampai saat ini. Angka itu persis sama dengan tawaran tertinggi kedua dari Afilias, yang otomatis jadi penawar terakhir sebelum lelang berhenti.

Yang bikin peserta lain murka bukan cuma soal harga. Nu Dot Co menolak menggelar lelang privat antar pemohon. Di lelang privat, pemohon yang kalah biasanya tetap menerima puluhan juta dolar dari pemenang sebagai kompensasi mundur — satu pemohon bahkan pernah menjanjikan Nu Dot Co minimal 17 juta dolar kalau kalah. Sebaliknya, semua uang lelang masuk ke kas ICANN, dan para pemohon pulang dengan tangan hampa.

Kedok Si Pendana Rahasia

Beberapa hari setelah lelang, terungkap bahwa Nu Dot Co sebetulnya bukan pemain independen. Verisign — perusahaan yang sudah mengelola .com dan .net — mengaku menyediakan dana bagi bid Nu Dot Co, lalu akan membeli hak kelolanya. Perusahaan kecil itu dipakai sebagai kendaraan agar .web jatuh ke tangan Verisign tanpa harus terlihat sebagai penawar langsung.

Strategi ini menuai gugatan. Ruby Glen mengajukan gugatan terhadap ICANN pada Agustus 2016 dengan tuduhan utama bahwa Verisign berencana memakai Nu Dot Co untuk menguasai .web. Gugatan itu ditolak pengadilan pada 28 November 2016, lalu diajukan banding Desember 2016. Pada Februari 2017 Divisi Antitrust Departemen Kehakiman AS membuka penyelidikan terhadap ICANN, dan kasusnya ditutup Januari 2018 tanpa dakwaan.

Perang Hukum Sepuluh Tahun

Donuts (kini Identity Digital) juga menggugat, tetapi gugatannya ditolak hakim. Setelah opsi peradilan biasa habis, Afilias — penawar kedua — mengambil alih perlawanan dengan mengajukan cooperative engagement ke ICANN, lalu naik ke Independent Review Process (IRP), mekanisme banding tertinggi di internal ICANN. Afilias kalah, tapi tidak berhenti. Identity Digital kemudian mengakuisisi Afilias, sementara aplikasi .web tidak ikut terjual dan terus dipegang entitas shell yang terus melawan.

Pada Mei 2022, komite akuntabilitas dewan ICANN bahkan mengirim surat resmi kepada semua pihak yang terlibat agar menuliskan ulang versi masing-masing atas jalannya lelang. Selama proses panjang itu, status .web dibekukan: sudah ada pemenang, tapi domainnya tidak pernah boleh diluncurkan.

Verisign akhirnya mengumumkan penyelesaian pada siaran pers 22 Juli 2026. Kalimatnya singkat: semua sengketa terkait gTLD itu “telah diselesaikan dengan sukses, dan detailnya bersifat rahasia.” Kalimat singkat itu memicu dugaan bahwa permintaan pihak Afilias dibeli dan kasusnya ditutup dengan kesepakatan diam-diam.

Harga .web Bisa Lebih Mahal dari .com

Yang perlu dicatat pengguna internet, penyelesaian hukum tidak otomatis berarti harga murah. Verisign menegaskan .web berada di bawah Base Registry Agreement ICANN, bukan di bawah Cooperative Agreement dengan Departemen Kehakiman AS yang selama ini membatasi tarif .com dan .net. Konsekuensinya, Verisign bebas menentukan harga .web tanpa aturan batas atas.

Pengamat industri domain memperkirakan tarif .web justru akan lebih tinggi dari .com, ditambah penawaran nama premium dengan harga jauh di atas rata-rata. Sampai 30 September 2026 saja, Verisign mencatat 167 juta nama .com dan 12,4 juta nama .net aktif — angka yang menunjukkan betapa besar kepentingan finansial di balik satu ekstensi.

Kapan Bisa Dibeli?

Verisign menyatakan akan mulai menjual nama .web lewat mitra registrar pada sisa 2026 ini, dengan detail jadwal menyusul. Berdasarkan pola peluncuran ekstensi sejenis, urutannya diperkirakan: periode Sunrise khusus pemilik merek dagang yang terdaftar di Trademark Clearinghouse, lalu periode terbatas yang memprioritaskan pemegang nama .com yang sama, dan terakhir General Availability untuk publik — diperkirakan pada kuartal pertama 2027 atau lebih cepat.

Untuk calon pembeli di Indonesia, artinya satu hal sederhana: pendaftaran “pre-registration” yang ditawarkan registrar saat ini masih sebatas antrean, tanpa jaminan apa pun. Nama yang bagus biasanya habis di menit-menit pertama saat jendela dibuka, jadi keputusan soal merek atau nama proyek sebaiknya sudah matang sebelum tanggal resmi diumumkan.

Sepuluh tahun sengketa membuat .web kehilangan momentum yang seharusnya didapat pada era 2016. Pertanyaan tersisa bukan lagi apakah ekstensi ini akan diluncurkan, melainkan seberapa cepat permintaan muncul begitu pintunya terbuka — dan seberapa dalam kantong calon penggunanya.

Sumber: Verisign, Domain Name Wire, BBC News, Wikipedia, 101domain

Portal Berita Cikayasa & Tangerang Raya
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy