Tangerang Selatan bersiap menyambut gelaran olahraga terbesar di Provinsi Banten. Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15–23 November mendatang, dengan 60 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Delapan kontingen dari kabupaten dan kota se-Banten akan berdatangan ke kota ini, membawa ribuan atlet, pelatih, ofisial, serta pendamping.
Persiapan teknis sudah memasuki tahap krusial. Wakil Wali Kota Tangsel sekaligus Ketua Umum Panitia Besar Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa kesiapan tuan rumah tidak hanya diukur dari pembukaan atau pertandingan pertama. Ada pekerjaan panjang yang harus diselesaikan sebelum, selama, dan sesudah kompetisi berlangsung.
Kesiapan yang Diuji dari Hulu ke Hilir
“Prinsipnya, sukses Porprov itu adalah sukses pelaksanaan dan sukses pertanggungjawaban,” kata Pilar pada Sabtu (12/09/2026). Ia menjelaskan bahwa ukuran kesiapan sebuah kota tuan rumah mencakup hal-hal yang terlihat sederhana tetapi menentukan: apakah atlet dapat menuju arena dengan mudah, apakah tempat pertandingan layak digunakan, apakah layanan kesehatan tersedia, apakah pengamanan berjalan, dan apakah masyarakat mengetahui apa yang sedang berlangsung di kotanya.
Pilar menekankan bahwa Porprov bukan sekadar urusan pemerintah dan organisasi olahraga. Sejak awal, struktur persiapan melibatkan Pemkot Tangsel, KONI Tangsel, dan KONI Provinsi Banten sebagai unsur utama. Namun, pelaku usaha, pengelola hotel, UMKM, institusi pendidikan, dunia kesehatan, hingga media juga masuk dalam lingkaran persiapan yang lebih luas.
“Pada penyelenggaraan sebelumnya, pengunjung mencapai lebih dari 400 ribu orang selama periode kompetisi. Ini menunjukkan olahraga bisa menjadi magnet wisata sekaligus menggerakkan ekonomi,” ujar Pilar, merujuk pada pengalaman event olahraga serupa di kota lain di Banten.
Arena Tersebar di Penjuru Kota
Karakter Tangerang Selatan membuat Porprov kali ini tidak bertumpu pada sebuah kawasan olahraga tunggal. Arena tersebar di berbagai wilayah, dengan fasilitas pemerintah digunakan berdampingan bersama sarana olahraga milik kampus, swasta, dan institusi lainnya.
Dengan demikian, selama Porprov berlangsung, arena sesungguhnya bukan hanya lapangan pertandingan. Sebagian kota ikut menjadi bagian dari penyelenggaraan. Jalan yang dilalui kontingen, hotel tempat atlet dan ofisial menginap, restoran yang menerima tamu dari daerah lain, fasilitas kesehatan, hingga ruang publik yang dilewati para pendukung akan ikut membentuk pengalaman mereka terhadap Tangerang Selatan.
Pilar melihat momentum tersebut sekaligus sebagai kesempatan memperkenalkan kota. Tangsel memiliki pusat kuliner, hotel, kawasan perdagangan, dan sejumlah ruang yang mungkin belum banyak dikenal oleh warga Banten dari daerah lain. Porprov menjadi jendela bagi masyarakat provinsi untuk melihat langsung perkembangan kota ini.
Sosialisasi dan Keterlibatan Masyarakat
Sebuah pesta olahraga provinsi tidak otomatis menjadi pesta masyarakat hanya karena pertandingan berlangsung di sebuah kota. Warga perlu mengetahui kapan pertandingan berlangsung, cabang olahraga apa yang dapat disaksikan, di mana arena berada, dan bagaimana menuju lokasi. Itulah sebabnya sosialisasi menjadi salah satu pekerjaan penting yang mulai mendapat perhatian besar memasuki September.
Kick-off Porprov VII telah berlangsung beberapa bulan sebelumnya. Menurut Pilar, publikasi akan semakin diperluas melalui media daring, surat kabar, media luar ruang, media sosial, dan berbagai saluran publikasi lainnya hingga menjelang November.
Panitia juga mengharapkan keterlibatan komunitas dan pemangku kepentingan di Tangerang Selatan untuk ikut menyampaikan informasi kepada masyarakat. “Ayo kita hadir untuk meramaikan, untuk mendukung Porprov Banten ke-7 yang ada di Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.
Ajakan tersebut menjadi penting karena penonton juga merupakan bagian dari atmosfer sebuah pesta olahraga. Stadion atau arena yang memenuhi standar pertandingan memang diperlukan. Namun, sebuah kompetisi akan terasa berbeda ketika tribunnya juga diisi masyarakat yang datang menyaksikan atlet daerahnya berjuang.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Selain dimensi olahraga, Porprov VII Banten 2026 berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Tangerang Selatan. Ribuan kontingen dari delapan kabupaten/kota di Banten datang bukan hanya untuk bertanding. Mereka membawa pelatih, ofisial, dan pendukung yang ikut membuat Tangsel menjadi pusat aktivitas selama penyelenggaraan berlangsung.
Hotel-hotel di sekitar venue diprediksi akan penuh terisi selama periode kompetisi. UMKM dan pelaku kuliner di berbagai sudut kota mendapatkan peluang untuk menjangkau audiens baru dari luar Tangsel. Potensi ini menjadi bagian dari strategi pengembangan sport tourism yang terus digaungkan oleh Pemerintah Kota Tangsel.
Menurut data dari panitia, 60 cabang olahraga yang akan dipertandingkan mencakup cabang-cabang populer seperti sepak bola, bulu tangkis, bola voli, dan atletik, serta cabang-cabang yang mulai diminati masyarakat seperti e-sport dan olahraga tradisional. Setiap cabang akan menyeleksi atlet terbaik dari masing-masing kabupaten/kota untuk bersaing memperebutkan gelar juara umum.
Dengan jumlah cabang olahraga yang mencapai 60 cabang, Porprov VII Banten 2026 akan menjadi salah satu ajang multi-olahraga terbesar yang pernah digelar di Tangerang Selatan. Persiapan yang matang dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci agar pesta olahraga ini tidak hanya sukses secara prestasi, tetapi juga meninggalkan bekas positif bagi perkembangan kota. Tiga bulan menuju pelaksanaan, seluruh pihak kini berpacu menyelesaikan persiapan teknis agar Tangsel layak menyandang status sebagai kota tuan rumah yang sukses.
Sumber: daerah.sindonews.com
