Featured image of post UniGames 2026 Sampai ke Karawaci Tangerang, Sepakbola Putri Jadi Buruan Scout Liga Wanita

Foto: Campus League/Bola.com

UniGames 2026 Sampai ke Karawaci Tangerang, Sepakbola Putri Jadi Buruan Scout Liga Wanita

Kawasan Karawaci, Tangerang, bakal jadi panggung olahraga antarkampus skala nasional akhir tahun ini. Campus League mengumumkan UniGames Grand Champions Season 1 digelar di Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Tangerang, pada 6-11 Desember 2026. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/10/2026), dan langsung menarik perhatian karena selain memperebutkan gelar juara umum, ajang itu juga diproyeksikan jadi ladang pencarian bakat untuk sepak bola putri Indonesia.

UniGames menutup satu musim kompetisi Campus League Season 1 yang sejak April 2026 sudah bergulir di berbagai cabang olahraga. Tiga cabor pilar — futsal, bola basket, dan bulu tangkis — sudah lebih dulu dipertandingkan, dan poinnya akan dibawa masuk ke perhitungan akhir. Artinya, siapa pun yang tampil di Karawaci nanti tidak sekadar memperebutkan medali di satu cabor, tetapi juga menentukan kampus mana yang berhak menyandang gelar Grand Champions Season 1.

Tujuh Cabang Olahraga, 103 Nomor Lomba

UniGames 2026 mempertandingkan tujuh cabang olahraga sekaligus: sepak bola putri, biliar, jujitsu, taekwondo, shorinji kempo, kickboxing, dan wushu. Total ada 103 nomor lomba dengan 130 medali yang diperebutkan sepanjang enam hari penyelenggaraan.

Yang membedakan sistemnya, jumlah medali per tim dihitung berdasarkan jumlah pemain yang turun di lapangan, bukan satu medali per kemenangan seperti kebanyakan ajang multisport. Tim bola basket misalnya dihitung lima medali, sedangkan sepak bola dihitung 11 medali. Konsekuensinya, satu kemenangan tim bisa menggeser posisi kampus mereka cukup jauh di klasemen akhir.

Medali kemudian dikonversi menjadi poin: emas bernilai tujuh poin, perak empat poin, dan perunggu dua poin. Poin tersebut diakumulasikan bersama hasil tiga cabor pilar sebelumnya sehingga persaingan menuju gelar Grand Champions tetap terbuka sampai laga terakhir di Karawaci selesai.

“UniGames adalah puncak dari perjalanan Campus League Season 1. Seluruh perjuangan yang sudah dibangun sepanjang musim akan diperhitungkan dalam satu klasemen untuk menentukan Grand Champions,” ujar CEO Campus League Ryan Gozali dalam konferensi pers tersebut.

Ryan menambahkan, ajang ini bukan soal siapa yang paling kuat di satu cabang, melainkan bagaimana kampus menunjukkan konsistensi prestasi di berbagai cabang olahraga sebagai pembuktian di lapangan.

Peluang Beasiswa Rp4,1 Miliar untuk 10 Kampus

Bagi perguruan tinggi peserta, ada taruhannya yang nyata. Selain gelar Grand Champions, 10 kampus dengan posisi terbaik di klasemen akhir berhak atas apresiasi berupa beasiswa pendidikan dengan total nilai Rp4,1 miliar.

Ryan juga menyoroti kontribusi cabang olahraga yang selama ini kurang mendapat sorotan. Menurut dia, posisi Indonesia di SEA Games dan Asian Games justru banyak ditopang cabang olahraga di luar sepak bola, bola basket, dan bola voli.

“Biasanya kita hanya melihat pertandingan cabor-cabor populer. Padahal cabor-cabor inilah yang menyumbangkan medali untuk Indonesia di multievent, tapi tidak kelihatan biasanya,” kata Ryan.

Menurutnya, dari sisi prestasi nasional, cabang bela diri menyumbang sekitar 97 persen medali Indonesia di ajang multievent — angka yang jarang dibahas karena sorotan publik selama ini condong ke olahraga populer. Karena itu pula tujuh cabor di UniGames sengaja diangkat ke level yang lebih tinggi.

Sepakbola Putri dan Radar Liga Wanita Indonesia

Sisi paling menarik dari UniGames 2026 adalah kehadiran sepak bola putri sebagai salah satu cabor yang dipertandingkan. Perwakilan Sepakbola Wanita Indonesia, Ramadhana Wulandhani, menegaskan bahwa kompetisi semacam inilah yang dibutuhkan untuk menggenjot partisipasi pemain putri di Tanah Air.

Dalam konferensi pers yang sama, dia menyebut angka dari basis data FIFA yang menunjukkan partisipasi sepak bola wanita di Indonesia baru berada di kisaran tiga persen. Angka tersebut, menurutnya, membuktikan bahwa kebutuhan akan wadah kompetisi masih sangat besar, dan tidak bisa hanya mengandalkan federasi atau pemerintah.

“Dalam basis data FIFA, partisipasi sepak bola wanita di Indonesia masih 3 persen. Jadi butuh banget sektor swasta, seperti yang dilakukan UniGames, untuk menyediakan tempat bagi para pemain agar bisa bermain,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyebut para pemain yang berprestasi di UniGames berpeluang masuk radar pencari bakat Liga Wanita Indonesia. Artinya, mahasiswi yang tampil gemilang di Karawaci nanti tidak mustahil mendapat tawaran bermain di kompetisi kasta tertinggi sepak bola putri nasional.

“Pemain-pemain yang bisa berprestasi di UniGames menjadi andalan scout untuk Liga Wanita Indonesia, dan bukan tidak mungkin untuk masuk radar pencari bakat sepak bola wanita,” kata dia.

Menjelang Musim Baru Liga Wanita

Konteks ini terasa pas dengan perkembangan sepak bola putri di Indonesia yang sedang memasuki musim baru. Liga Wanita Indonesia dijadwalkan kickoff pada 17 Oktober 2026, dengan laga pembuka mempertemukan Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Jakarta. Persita sendiri sudah lebih dulu menjalani latihan rutin bersama tim putrinya jelang musim 2026-2027.

Artinya, ekosistem sepak bola putri nasional sedang bergerak di dua jalur sekaligus: kompetisi profesional di satu sisi, dan wadah pembinaan antarkampus seperti UniGames di sisi lain. Bagi pemain muda, keduanya sama-sama membuka pintu yang sebelumnya sangat sempit.

Poin Penting untuk Warga Tangerang

Untuk warga Tangerang, khususnya di kawasan Karawaci dan sekitarnya, UniGames 2026 adalah kesempatan langka menyaksikan kompetisi multisport antarkampus berskala nasional tanpa harus ke kota lain. Enam hari penyelenggaraan pada 6-11 Desember 2026 menempatkan UPH Karawaci sebagai venue tunggal seluruh rangkaian laga.

Sebagai catatan, ini bukan kali pertama olahraga antarkampus bergulir di Tangerang. Kota dan Kabupaten Tangerang selama ini sudah terbiasa menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, mulai dari Pekan Olahraga Provinsi hingga turnamen antar sekolah. UniGames menambah satu lagi daftar agenda olahraga di kawasan ini, kali ini dengan skala nasional dan melibatkan mahasiswa dari perguruan tinggi lintas daerah.

Selain sepak bola putri, warga juga bisa menyaksikan langsung cabang bela diri yang selama ini jadi mesin medali Indonesia: jujitsu, taekwondo, shorinji kempo, kickboxing, dan wushu, ditambah biliar. Bagi pelajar dan mahasiswa Tangerang, ajang ini sekaligus jadi gambaran bahwa jalan menuju tim nasional tidak harus dimulai dari klub profesional — bisa juga dimulai dari kampus tempat mereka belajar sekarang.

Sumber:

Portal Berita Cikayasa & Tangerang Raya
Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy