Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan meninjau langsung sejumlah proyek infrastruktur pengendalian banjir di Kecamatan Pondok Aren, Kamis (8/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan turap dan pemasangan pompa berjalan sesuai perencanaan serta rampung tepat waktu sebelum puncak musim penghujan.
“Kita lakukan peninjauan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan bisa selesai tepat waktu,” ujar Pilar saat meninjau lokasi.
Ada tiga titik yang menjadi sasaran peninjauan hari itu: pembangunan turap dan pompa di kawasan Pasar Ceger, pembangunan turap di Taman Mangu Indah, serta pembangunan turap di Pondok Safari. Ketiganya merupakan bagian dari upaya Pemkot Tangsel menekan genangan yang berulang setiap tahun di wilayah Pondok Aren.
Pasar Ceger Dapat Dua Pompa Baru
Di kawasan Pasar Ceger, Pemerintah Kota Tangsel menambah dua unit pompa pada tahun ini. Pompa tersebut berfungsi membantu mengatasi aliran air di lingkungan pasar sekaligus kawasan permukiman di belakangnya yang dihuni sekitar 22 rumah.
Pasar Ceger sendiri merupakan salah satu titik langganan genangan di Pondok Aren. Selain aktivitas pasar yang padat, kawasan ini berada di hilir sejumlah saluran yang menampung limpasan air dari permukiman sekitar. Penambahan pompa dinilai menjadi solusi cepat untuk mempercepat surutnya air ketika hujan deras turun dalam durasi panjang.
Pompa bekerja menyedot air dari saluran yang lebih rendah, lalu mendorongnya ke saluran pembuangan berikutnya. Dengan tambahan dua unit, kapasitas pembuangan air di kawasan pasar dan permukiman sekitarnya diharapkan meningkat, sehingga air tidak berlama-lama menggenang di jalan maupun halaman rumah warga.
Taman Mangu Indah Capai 90 Persen
Dari hasil peninjauan, pekerjaan di Taman Mangu Indah telah mencapai sekitar 90 persen. Penanganan di lokasi ini dilakukan melalui pembangunan turap beton yang menggantikan turap batu kali, rekondisi jalan beton, serta penyiapan pompa.
“Untuk Taman Mangu Indah itu berseberangan dengan Pasar Ceger. Kita lakukan peninjauan sekitar tahun lalu, permasalahannya sudah diidentifikasi, kita buat perencanaan di tahun 2025, lalu pelaksanaannya di tahun 2026 ini,” jelas Pilar.
Penggantian turap batu kali menjadi turap beton dilakukan karena konstruksi beton dinilai lebih kuat menahan tekanan air dan lebih tahan lama. Pada titik-titik tertentu, turap batu kali mudah bergeser atau rontok ketika debit air meningkat, sehingga dinding saluran ikut ambrol dan materialnya menyumbat aliran.
Ia memperkirakan pekerjaan di Taman Mangu Indah dapat tuntas lebih cepat dari target akhir tahun, yakni sekitar November 2026. Sementara itu, pekerjaan turap di Pondok Safari dilaporkan telah rampung 100 persen.
Pilar juga membuka kemungkinan penambahan pompa di bagian depan kawasan Taman Mangu Indah apabila kondisi dan anggaran memungkinkan pada tahun berikutnya. Menurutnya, bagian belakang kawasan tersebut sudah memiliki beberapa pompa, sehingga penambahan di sisi depan akan melengkapi sistem yang ada.
“Di Taman Mangu Indah belum ada penambahan pompa, baru penyelesaian turap. Ke depan, bila dimungkinkan, kita tambahkan pompa untuk bagian depan, karena di belakang kawasan itu sudah ada beberapa pompa. Mungkin nanti ke depan kita anggarkan lagi,” ujar dia.
Bukan Hanya Turap, Kebersihan Kali Ikut Menentukan
Pilar menegaskan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan turap dan pemasangan pompa. Kebersihan serta kondisi aliran sungai juga harus dijaga agar sistem drainase dapat bekerja optimal, terutama saat musim penghujan.
“Walaupun turapnya sudah kita naikkan, lebih baik kondisi kalinya dinormalisasi supaya bersih,” kata dia.
Ia berharap aparatur kewilayahan bersama warga ikut menggerakkan kerja bakti membersihkan kali di lingkungan masing-masing. Sampah yang menumpuk di saluran dinilai menjadi salah satu penyebab utama air tidak lancar dan meluap ke jalan permukiman ketika hujan datang.
Bagian dari Rangkaian Penanganan Banjir Tangsel
Peninjauan di Pondok Aren ini melengkapi rangkaian pekerjaan pengendalian banjir yang sebelumnya juga dilakukan Pemkot Tangsel di sejumlah lokasi lain. Sebelumnya, Pilar meninjau lanjutan pembangunan turap di Puri Bintaro Indah serta proyek turap Kali Ciater Hilir pada segmen Serpong Park hingga Laverde.
Pola penanganannya kurang lebih sama: titik-titik genangan dipetakan lebih dulu, permasalahan diidentifikasi, perencanaan disusun, lalu pelaksanaan fisik dilakukan bertahap mengikuti ketersediaan anggaran. Pendekatan ini dipilih agar pekerjaan tidak menumpuk di satu kawasan saja, mengingat wilayah rawan banjir di Tangsel tersebar di beberapa kecamatan.
Bagi warga Pondok Aren, kehadiran turap beton dan tambahan pompa diharapkan langsung terasa pada musim hujan kali ini. Warga yang tinggal di sekitar Pasar Ceger dan Taman Mangu Indah termasuk yang paling sering terdampak, terutama saat air dari saluran meluap ke jalan dan halaman rumah.
Yang Bisa Dilakukan Warga
Meski infrastruktur terus dibenahi, Pemkot mengingatkan bahwa pembangunan fisik hanya satu sisi dari solusi. Perilaku warga dalam membuang sampah, menjaga kebersihan saluran, dan tidak menyumbat drainase menjadi faktor yang sama pentingnya agar investasi turap dan pompa tidak sia-sia.
Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan warga menjelang musim hujan:
- Tidak membuang sampah ke kali, saluran air, atau lubang drainase di depan rumah.
- Membersihkan saluran di lingkungan masing-masing secara rutin, terutama sebelum hujan deras.
- Melaporkan titik genangan atau saluran tersumbat ke aparat kelurahan agar bisa ditindaklanjuti.
- Ikut serta dalam kerja bakti normalisasi kali yang digerakkan kewilayahan.
Pemkot Tangsel menargetkan seluruh pekerjaan penanganan banjir di lokasi-lokasi tersebut rampung pada akhir tahun ini, dengan sejumlah titik berpotensi selesai lebih cepat pada November mendatang. Setelah konstruksi tuntas, tahap berikutnya adalah memastikan saluran dan pompa dirawat serta dioperasikan secara rutin, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Sumber: Humas Kota Tangerang Selatan
