<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>AWD on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/awd/</link><description>Recent content in AWD on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Fri, 06 Nov 2026 20:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/awd/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Alat AWD Mulai Terpasang di Sawah Sepatan, Petani Tangerang Belajar Berhenti Menggenangi Lahan Terus-menerus</title><link>https://cikayasa.com/p/dpkp-brin-teknologi-awd-sawah-mekarjaya-sepatan/</link><pubDate>Fri, 06 Nov 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/dpkp-brin-teknologi-awd-sawah-mekarjaya-sepatan/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/dpkp-brin-teknologi-awd-sawah-mekarjaya-sepatan/cover.jpg" alt="Featured image of post Alat AWD Mulai Terpasang di Sawah Sepatan, Petani Tangerang Belajar Berhenti Menggenangi Lahan Terus-menerus" /&gt;&lt;p&gt;Sawah tidak harus selalu tergenang. Gagasan itu kini mulai dipraktikkan di Kabupaten Tangerang. Pada Kamis, 5 November 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) masuk ke tahap lanjutan demonstrasi plot (demplot) padi sawah di kawasan Desa Mandiri Pangan (Demapan), Desa Mekarjaya, Kecamatan Sepatan. Yang dipasang bukan pupuk atau bibit baru, melainkan instrumen pemantau air: alat AWD.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;AWD adalah singkatan dari &lt;em&gt;Alternate Wetting and Drying&lt;/em&gt;, atau pengairan basah-kering bergantian. Cara kerjanya sederhana secara konsep: air irigasi diberikan sesuai kebutuhan tanaman, lalu lahan dibiarkan mengering sampai batas tertentu sebelum diairi kembali. Sawah tidak lagi digenangi terus-menerus dari tanam sampai panen.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menyebut pemasangan alat itu sebagai bagian dari pengembangan inovasi teknologi pertanian lewat kolaborasi dengan BRIN. &amp;ldquo;Teknologi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan air irigasi yang lebih efektif dan efisien,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangan resmi pemerintah daerah.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="bukan-cuma-soal-hemat-air"&gt;Bukan cuma soal hemat air
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Di permukaan, AWD terdengar seperti tips berhemat air untuk sawah yang kekurangan pasokan. Kenyataannya, teknologi ini masuk ke dua persoalan sekaligus: efisiensi irigasi dan emisi gas rumah kaca.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, I Gusti Komang Dana Arsana, menjelaskan bahwa sistem irigasi yang membuat sawah tergenang terus-menerus berkontribusi pada pembentukan metana, salah satu gas rumah kaca. Tanah yang selalu jenuh air menciptakan kondisi anaerob, dan di kondisi itulah mikroba penghasil metana bekerja paling aktif.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam orasi ilmiahnya pada Juni 2026, Komang memaparkan bahwa penerapan AWD dengan interval sekitar delapan hari meningkatkan efisiensi penggunaan air dibandingkan pengairan terus-menerus. Karena lahan sempat kering, kondisi anaerob berkurang dan emisi metana dari sawah ikut ditekan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi Tangerang, urusan ini tidak abstrak. Perubahan iklim membuat pola hujan makin sulit diprediksi, sementara kebutuhan air untuk permukiman dan industri terus naik. Sektor pertanian dituntut beradaptasi dengan air yang lebih sedikit, dan AWD adalah salah satu jawaban teknis yang sudah diuji di tingkat riset.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="drone-ikut-bekerja-di-petak-sawah"&gt;Drone Ikut Bekerja di Petak Sawah
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Selain memasang alat AWD, tim di lapangan melakukan pengukuran lahan dan pemetaan petakan sebagai dasar pelaksanaan Demplot Super Impose. Pemetaan itu dipakai untuk menyusun dosis pemupukan spesifik lokasi menggunakan drone, berdasarkan hasil analisis citra digital.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Artinya, drone di sini bukan alat dokumentasi. Citra udara dipakai untuk membaca variasi kondisi tiap bagian lahan, lalu dosis pupuk disesuaikan per petak, bukan diseragamkan untuk seluruh hektare. Pendekatan seperti ini lazim disebut pertanian presisi: input diberikan sesuai kebutuhan aktual tanaman, bukan berdasarkan kebiasaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tim BRIN juga melakukan aplikasi pupuk organik pada lahan demplot sebagai bagian dari tahapan persiapan dan perlakuan budi daya. Lokasi yang dipakai adalah lahan Kelompok Tani Bina Harapan, seluas satu hektare, pada musim tanam kedua periode Oktober sampai Desember 2026. Program kerja sama DPKP-BRIN di titik ini sendiri sudah berjalan sejak Oktober, dengan fokus awal pada perbaikan tanah dan pupuk organik.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kendala-yang-muncul-justru-saluran-air"&gt;Kendala yang Muncul Justru Saluran Air
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Yang membuat laporan dari lapangan ini layak dicatat adalah pengakuan soal kendala teknis. Saat peninjauan, ditemukan gangguan aliran air akibat pendangkalan saluran irigasi tersier. DPKP pun berkoordinasi dengan UPT SDA V untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran aliran air ke lahan demplot.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, ditemukan sedikit kendala pada aliran air yang disebabkan oleh pendangkalan saluran irigasi tersier,&amp;rdquo; kata Ujang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Temuan itu menunjukkan sisi yang sering terlewat dalam pembicaraan tentang teknologi pertanian. AWD memang dirancang menghemat air, tetapi tetap butuh pasokan yang bisa diatur sesuai jadwal basah-kering. Kalau saluran tersier dangkal dan aliran tersendat, alat pemantau air tidak akan banyak menolong. Modernisasi lewat sensor dan drone tidak bisa mendahului pembenahan infrastruktur dasarnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;DPKP berharap instansi terkait segera menindaklanjuti agar kebutuhan air untuk lahan seluas satu hektare dapat terpenuhi dengan baik. Menurut Ujang, kelancaran jaringan irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan demplot budi daya padi sawah.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="tantangan-terbesar-kebiasaan-bukan-alat"&gt;Tantangan Terbesar: Kebiasaan, Bukan Alat
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;BRIN tidak menyembunyikan bahwa hambatan utama AWD bukan teknologi, melainkan pola pikir. Selama puluhan tahun petani diajarkan bahwa sawah harus selalu berair agar padi tumbuh optimal, ide membiarkan lahan kering beberapa hari terasa berisiko.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Komang menyebut perlunya kelembagaan pengelolaan air yang kuat, seperti Subak di Bali, yang terbukti mampu mengatur distribusi air secara adil berdasarkan kesepakatan warga. Di Tangerang, padanan peran itu bisa diisi kelompok tani dan perkumpulan petani pemakai air, yang mengatur jadwal buka-tutup saluran bersama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ke depan, BRIN menilai pengelolaan air pertanian perlu didukung sensor kelembapan tanah dan sistem digital agar pengairan makin presisi di tingkat lahan. Kolaborasi lintas disiplin, dari hidrologi, ilmu tanah, klimatologi, sampai kebijakan publik, disebut sebagai syarat agar inovasi semacam ini bisa berjalan berkelanjutan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="yang-perlu-dipantau-warga"&gt;Yang Perlu Dipantau Warga
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Bagi warga Tangerang Raya yang tidak bertani, demplot di Desa Mekarjaya tetap relevan. Kabupaten Tangerang termasuk lumbung pangan Banten, sehingga cara bertani di sana memengaruhi pasokan beras dan harga di pasar. Kalau AWD terbukti menekan kebutuhan air tanpa menurunkan hasil, teknologi ini berpeluang diperluas ke desa lain, terutama di wilayah utara yang sering berhadapan dengan persoalan irigasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang bisa dipantau dalam beberapa bulan ke depan cukup jelas: apakah jadwal basah-kering benar-benar dijalankan, bagaimana respons pertumbuhan padi pada musim tanam Oktober-Desember 2026, dan apakah pendangkalan saluran tersier benar-benar diperbaiki. Tanpa perbaikan itu, hasil demplot bisa keliru dibaca sebagai kegagalan teknologi, padahal masalahnya ada di saluran air.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Satu hal yang sudah pasti: tahapan 5 November 2026 menandai alat AWD resmi terpasang di sawah Sepatan. Untuk pertama kalinya di kawasan itu, keputusan mengairi sawah tidak lagi sekadar mengikuti kebiasaan, tetapi mulai mengikuti pembacaan alat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://tangerangkab.go.id/detail-berita/dpkp-kabupaten-tangerang-bersama-brin-uji-coba-teknologi-awd-pada-lahan-sawah-seluas-1-hektare-di-desa-mekarjaya" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;tangerangkab.go.id — DPKP Kabupaten Tangerang Bersama BRIN Uji Coba Teknologi AWD&lt;/a&gt; | &lt;a class="link" href="https://www.brin.go.id/news/128933/sawah-tergenang-picu-emisi-metana-brin-kembangkan-teknologi-irigasi-hemat-air-awd" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;BRIN — Sawah Tergenang Picu Emisi Metana, BRIN Kembangkan Teknologi Irigasi Hemat Air AWD&lt;/a&gt; | &lt;a class="link" href="https://banten.antaranews.com/berita/393791/dpkp-dan-brin-tingkatkan-produksi-padi-di-kabupaten-tangerang" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;ANTARA Banten — DPKP dan BRIN tingkatkan produksi padi di Kabupaten Tangerang&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>