<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Betawi on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/betawi/</link><description>Recent content in Betawi on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Sun, 23 Aug 2026 20:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/betawi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Pawai Nenteng Rantang 2026 Perayaan Budaya Betawi di Serpong Utara</title><link>https://cikayasa.com/p/pawai-nenteng-rantang-2026/</link><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/pawai-nenteng-rantang-2026/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/pawai-nenteng-rantang-2026/cover.jpg" alt="Featured image of post Pawai Nenteng Rantang 2026 Perayaan Budaya Betawi di Serpong Utara" /&gt;&lt;p&gt;Pawai Nenteng Rantang Kota Tangerang Selatan 2026 akan digelar pada 19–20 September 2026 di Area Kecamatan Serpong Utara, menjadi salah satu rangkaian dari &amp;ldquo;7 Calendar of Event Kota Tangerang Selatan&amp;rdquo; tahun ini. Festival budaya ini mengangkat tradisi &amp;ldquo;nenteng rantang&amp;rdquo; — kebiasaan membawa rantang berisi makanan yang merupakan warisan budaya Betawi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tradisi nenteng rantang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi. Rantang berisi berbagai jenis makanan tradisional dibawa dari satu rumah ke rumah lain sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan. Melalui pawai ini, tradisi tersebut dihidupkan kembali dalam format perayaan budaya yang meriah.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="menghidupkan-kembali-tradisi-betawi-di-serpong-utara"&gt;Menghidupkan Kembali Tradisi Betawi di Serpong Utara
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kecamatan Serpong Utara menjadi tuan rumah untuk pawai budaya ini setelah sebelumnya Kecamatan Setu menjadi lokasi Festival Lenong Betawi. Dengan bergantian menjadi tuan rumah, setiap kecamatan di Tangerang Selatan mendapat kesempatan untuk menampilkan keunikan budaya lokal mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pawai Nenteng Rantang bukan sekadar arak-arakan biasa. Peserta pawai akan mengenakan busana tradisional Betawi dan membawa rantang-rantang berisi makanan tradisional. Rute pawai melewati jalan-jalan utama di Kecamatan Serpong Utara, memberikan kesempatan kepada warga sekitar untuk menyaksikan langsung keindahan tradisi ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain pawai, rangkaian acara juga menghadirkan pertunjukan seni Betawi lainnya, termasuk musik gambang kromong, tari-tarian tradisional, dan bazaar kuliner khas Betawi. Suasana festival yang kental dengan nuansa tradisional menjadi daya tarik tersendiri.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="peran-festival-dalam-pelestarian-budaya"&gt;Peran Festival dalam Pelestarian Budaya
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Tangerang Selatan memiliki komitmen kuat dalam melestarikan warisan budaya Betawi. Melalui &amp;ldquo;7 Calendar of Event&amp;rdquo; yang disusun untuk tahun 2026, pemerintah kota berusaha memastikan setiap kecamatan memiliki kesempatan untuk menjadi tuan rumah perayaan budaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Festival-festival ini juga menjadi wadah bagi komunitas seni dan budaya untuk terus berkarya. Lembaga Budaya Betawi Kota Tangerang Selatan, selaku penggagas utama rangkaian event ini, terus berupaya menghidupkan kembali tradisi-tradisi Betawi yang mulai tergerus zaman.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pawai Nenteng Rantang menjadi penutup yang manis untuk rangkaian festival budaya di Tangerang Selatan tahun ini. Setelah Festival Ciputat, Festival Maen Pukul, dan Festival Lenong Betawi, pawai ini menjadi puncak perayaan keberagaman budaya di kota yang terus berkembang ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tanggal Pelaksanaan: 19–20 September 2026
Lokasi: Area Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan
Tiket: Gratis (terbuka untuk umum)
Penyelenggara: Lembaga Budaya Betawi Kota Tangerang Selatan&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="makna-budaya-di-balik-tradisi-nenteng-rantang"&gt;Makna Budaya di Balik Tradisi Nenteng Rantang
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Tradisi nenteng rantang memiliki makna yang sangat dalam dalam budaya Betawi. Rantang yang berisi makanan bukan sekadar wadah, tetapi simbol kepedulian, gotong royong, dan kebersamaan antar tetangga. Dulu, tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Melalui Pawai Nenteng Rantang, tradisi ini dihidupkan kembali dalam format yang lebih besar dan meriah. Peserta pawai membawa rantang-rantang berisi makanan tradisional seperti kue lapis, serabi, klepon, dan berbagai jajanan pasar lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pawai ini juga menjadi ajang unjuk kreativitas. Peserta tidak hanya membawa rantang, tetapi juga mengenakan busana tradisional Betawi yang berwarna-warni. Atribut seperti kerudung kepala, baju koko, dan sarung menjadi bagian dari kostum yang ditampilkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi generasi muda, pawai ini menjadi pengalaman belajar budaya yang menyenangkan. Mereka bisa melihat langsung bagaimana tradisi leluhur dihidupkan kembali dengan cara yang kreatif dan menarik.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kolaborasi-antar-kecamatan-dalam-melestarikan-budaya"&gt;Kolaborasi Antar Kecamatan dalam Melestarikan Budaya
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Pawai Nenteng Rantang menjadi penutup rangkaian &amp;ldquo;7 Calendar of Event Kota Tangerang Selatan&amp;rdquo; tahun 2026. Sejak Festival Ciputat di bulan Juni hingga pawai ini di bulan September, setiap kecamatan telah mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah perayaan budaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kolaborasi antar kecamatan ini menjadi kekuatan utama dalam melestarikan budaya Betawi di Tangerang Selatan. Setiap kecamatan membawa keunikan dan ciri khas budaya lokal mereka, menciptakan mozaik budaya yang kaya dan beragam.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pawai Nenteng Rantang juga menjadi ajang silaturahmi antar warga dari berbagai kecamatan. Dalam suasana pawai yang meriah, batas-batas kecamatan menjadi cair dan semua warga Tangerang Selatan bisa merasakan kebanggaan yang sama sebagai pewaris budaya Betawi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Event budaya seperti ini menjadi investasi jangka panjang bagi pelestarian warisan leluhur. Dengan terus menghidupkan tradisi dan budaya, generasi mendatang akan tetap memiliki akar yang kuat meskipun terus menghadapi modernisasi dan globalisasi.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="dress-code-dan-kostum-tradisional-betawi"&gt;Dress Code dan Kostum Tradisional Betawi
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Salah satu daya tarik utama Pawai Nenteng Rantang adalah kostum tradisional Betawi yang dikenakan oleh peserta. Berbagai elemen busana Betawi ditampilkan dengan warna-warni yang menarik, menciptakan visual yang sangat instagramable.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kerudung kepala atau destar menjadi aksesoris wajib yang dikenakan oleh peserta pria. Sementara itu, peserta wanita mengenakan kebaya dengan warna-warni cerah yang menjadi ciri khas busana Betawi. Kombinasi antara destar, kebaya, dan rantang tradisional menciptakan tampilan yang sangat khas dan autentik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain kostum, beberapa peserta juga membawa properti tambahan seperti payung lipat tradisional, tongkat, hingga kipas yang semuanya merupakan bagian dari budaya Betawi. Kreativitas peserta dalam mengkombinasikan elemen-elemen tradisional dengan sentuhan modern menjadi salah satu highlight pawai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pawai ini menjadi ajang fotografi yang sangat menarik. Banyak warga dan fotografer yang berdiri di sepanjang jalur pawai untuk mengabadikan momen-momen indah pertunjukan budaya Betawi ini.
Sumber: &lt;a class="link" href="https://www.instagram.com/p/DXu92z4klGV/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Instagram @lembagabudayabetawi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>