<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Boccia on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/boccia/</link><description>Recent content in Boccia on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2026 07:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/boccia/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Handayani, Atlet Boccia Cilegon Peraih Emas Asian Para Games 2026, Dapat Rumah hingga Rp30 Juta dari Pemprov Banten</title><link>https://cikayasa.com/p/handayani-atlet-boccia-cilegon-emas-asian-para-games-2026/</link><pubDate>Sun, 01 Nov 2026 07:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/handayani-atlet-boccia-cilegon-emas-asian-para-games-2026/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/handayani-atlet-boccia-cilegon-emas-asian-para-games-2026/cover.jpg" alt="Featured image of post Handayani, Atlet Boccia Cilegon Peraih Emas Asian Para Games 2026, Dapat Rumah hingga Rp30 Juta dari Pemprov Banten" /&gt;&lt;p&gt;Medali emas Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, mengantar Handayani ke panggung penghargaan di kampungnya sendiri. Atlet boccia asal Temu Putih, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon itu menerima apresiasi dari Pemerintah Provinsi Banten berupa satu unit rumah, satu unit mobil, dan uang tunai Rp30 juta. Penghargaan diserahkan langsung Gubernur Banten Andra Soni dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Sekretariat Daerah Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (28/10/2026).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di balik seremoni itu, tersisa satu pekerjaan rumah yang belum tuntas: Pemerintah Kota Cilegon belum memberikan penghargaan apa pun kepada Handayani. Padahal, medali emas yang ia bawa pulang bukan hanya milik Kota Cilegon, melainkan sudah mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kado-sumpah-pemuda-dari-kp3b"&gt;Kado Sumpah Pemuda dari KP3B
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Momen penyerahan hadiah itu bertepatan dengan peringatan ke-98 Hari Sumpah Pemuda. Gubernur Andra Soni menyebut prestasi Handayani bukan hasil yang datang tiba-tiba, melainkan buah dari proses panjang yang layak diapresiasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Handayani adalah atlet difabel, atlet paralympic atau para games yang bertanding di Asian Para Games Nagoya. Dan alhamdulillah, beliau mendapatkan medali emas. Medali emas ini tentu harus kita apresiasi karena ini proses perjuangannya panjang,&amp;rdquo; kata Andra di hadapan awak media, seperti dikutip BantenNews.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Andra, rekam jejak Handayani memang sudah terbentuk jauh sebelum Nagoya. Atlet asal Cilegon ini pernah meraih gelar juara SEA Games, mencatat prestasi di tingkat nasional, hingga menembus persaingan level dunia pada cabang olahraga yang ia tekuni. Karena itu, rumah, mobil, dan uang apresiasi Rp30 juta dari Pemprov Banten disebutnya sebagai bentuk penghormatan masyarakat Banten kepada atlet yang membawa nama daerah ke pentas dunia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oleh karena itu, banyak apresiasi datang ke beliau. Alhamdulillah, hari ini diserahkan rumah dan sebuah kendaraan mobil, juga dari Pemprov sebesar 30 juta, ya, yang dari Pemprovnya,&amp;rdquo; ujar Andra. &amp;ldquo;Dan semoga itu bermanfaat buat Handayani. Inilah bentuk apresiasi masyarakat kepada Handayani.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="siapa-handayani-dan-apa-itu-boccia-bc1"&gt;Siapa Handayani dan Apa Itu Boccia BC1
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Bagi sebagian warga, nama Handayani mungkin belum sepopuler atlet cabang lain. Ia berlaga di boccia, cabang olahraga paralimpik yang dipertandingkan khusus untuk atlet dengan disabilitas fungsi motorik berat, terutama cerebral palsy dan kondisi neurologis sejenis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Boccia dimainkan di atas lapangan datar dari kursi roda. Prinsipnya mirip permainan bola yang mendekatkan sasaran: setiap atlet melempar bola kulit berwarna menuju bola target atau jack. Bola yang paling dekat dengan jack menghasilkan poin. Pada klasifikasi BC1, atlet melempar bola dengan tangan dan boleh dibantu asisten untuk menempatkan atau menstabilkan kursi roda, tetapi tidak untuk mengarahkan lemparan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena dikenal luas sebagai cabang yang menuntut ketenangan, akurasi, dan kontrol gerak minimal, boccia sering jadi tempat lahirnya atlet-atlet yang jarang terekspos media arus utama. Handayani adalah salah satunya. Ia menembus Asian Para Games 2026 di Nagoya dan pulang dengan medali emas, capaian yang menempatkannya sejajar dengan atlet-atlet difabel terbaik Asia.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="enggak-nyangka-dan-pesan-untuk-sesama-difabel"&gt;&amp;ldquo;Enggak Nyangka&amp;rdquo; dan Pesan untuk Sesama Difabel
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Handayani mengaku tak menyangka bakal menerima rumah dan mobil dari pemerintah provinsi. Ia menyebut penghargaan itu sebagai kejutan yang tidak pernah masuk hitungan, sekaligus dorongan untuk mengejar target berikutnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Enggak nyangka banget, pokoknya. Senang banget, alhamdulillah banget, dan menjadi motivasi buat Handayani buat semakin berprestasi ke depannya,&amp;rdquo; ujarnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Pemprov Banten atas apresiasi tersebut. Namun, yang lebih penting bagi Handayani adalah efek berantai dari prestasinya: ia berharap pencapaian itu memantik semangat penyandang disabilitas lain agar berani mengenali kemampuan diri, mengasah bakat, dan tidak menyerah sebelum mencoba.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Semoga buat teman-teman difabel semakin bisa termotivasi buat belajar apa pun, kembangkan bakat, minat bakat dan potensinya, jangan pernah menyerah, dan semoga prestasi-prestasi gemilang bermunculan,&amp;rdquo; tutur Handayani.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="pemkot-cilegon-masih-berproses"&gt;Pemkot Cilegon Masih Berproses
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Sementara Pemprov Banten sudah bergerak, Pemerintah Kota Cilegon baru menyatakan akan menindaklanjuti. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Cilegon, Sakri, mengakui prestasi Handayani sebagai pencapaian luar biasa yang pantas diapresiasi dan berjanji menyampaikannya kepada Wali Kota Cilegon.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ini luar biasa. Dia sudah membawa nama negara di tingkat internasional. Nanti akan kami sampaikan juga kepada Pak Wali Kota agar ada apresiasi dari Pemerintah Kota Cilegon,&amp;rdquo; kata Sakri, Kamis (29/10/2026).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia menambahkan, Handayani sebelumnya pernah diterima di rumah dinas Wali Kota Cilegon, dan pemerintah daerah telah memberikan perhatian atas prestasi atlet tersebut. Hanya saja, soal bentuk dan waktu penghargaan dari Pemkot Cilegon, Sakri belum memberikan kepastian. Rencananya masih akan dikomunikasikan dengan kepala daerah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi sebagian kalangan, jeda itu terasa janggal. Seorang atlet yang sudah membawa medali emas dari kompetisi internasional umumnya mendapat respons cepat di daerah asalnya, bukan sekadar janji untuk dibicarakan lebih lanjut. Hingga berita ini disusun, belum ada kepastian bentuk maupun jadwal pemberian penghargaan dari Pemkot Cilegon.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="pelajaran-buat-pembinaan-atlet-di-banten"&gt;Pelajaran buat Pembinaan Atlet di Banten
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kasus Handayani menyentuh persoalan yang lebih luas: seberapa serius daerah menyiapkan dan merawat atletnya. Di Banten, isu ini bukan hal baru. Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VII 2026 yang digelar di Kota Tangerang Selatan, sejumlah cabang olahraga bahkan mengeluhkan pemangkasan anggaran pemusatan latihan atau training center.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Anggaran pemusatan latihan yang semula direncanakan berjalan enam bulan disebut hanya cukup untuk satu bulan. Ketua KONI Kota Cilegon, Irfan Ali Hakim, menilai persoalan itu semestinya sudah diantisipasi melalui pembinaan berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan program jangka pendek menjelang pertandingan. Menurutnya, dana pembinaan tahunan idealnya menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menghadapi kompetisi empat tahunan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Logika yang sama berlaku untuk atlet difabel. Handayani tidak lahir dari program yang dadakan. Ia menempuh jalur panjang: latihan rutin, kejuaraan nasional, ASEAN Para Games, hingga Asian Para Games. Tanpa dukungan yang konsisten, prestasi seperti itu sulit dipertahankan, apalagi direplikasi oleh atlet-atlet muda yang kini berlatih di klub-klub boccia di Banten.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk kawasan Tangerang Raya, pembinaan atlet difabel juga masih jadi pekerjaan rumah. Fasilitas latihan khusus, pelatih berlisensi, hingga pendampingan administrasi untuk mengikuti kejuaraan nasional belum merata. Padahal, ajang seperti Peparpeda dan Popda di tingkat daerah seharusnya menjadi pintu masuk bagi atlet difabel sebelum melangkah ke level nasional dan internasional.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="bukan-sekadar-hadiah"&gt;Bukan Sekadar Hadiah
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Penghargaan berupa rumah, mobil, dan uang tunai memang penting, terutama bagi atlet yang bertahun-tahun berlatih dengan biaya sendiri. Namun, nilai sesungguhnya dari apresiasi terletak pada pesan yang dikirim ke publik: bahwa prestasi atlet difabel dihitung, bukan dianggap pelengkap.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Handayani sudah melakukan bagiannya. Ia berlatih, bertanding, dan membawa medali emas dari Nagoya. Kini giliran pemerintah daerah, termasuk Pemkot Cilegon, untuk menuntaskan bagiannya dengan kepastian yang jelas, bukan sekadar pernyataan akan dibicarakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://www.bantennews.co.id/raih-emas-asian-para-games-2026-handayani-belum-terima-penghargaan-dari-pemkot-cilegon/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;BantenNews – Raih Emas Asian Para Games 2026, Handayani Belum Terima Penghargaan dari Pemkot Cilegon&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber pendukung: &lt;a class="link" href="https://www.bantennews.co.id/atlet-difabel-cilegon-peraih-emas-asian-para-games-diganjar-rumah-dan-mobil-dari-pemprov-banten/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;BantenNews – Atlet Difabel Cilegon Peraih Emas Asian Para Games Diganjar Rumah dan Mobil dari Pemprov Banten&lt;/a&gt;, &lt;a class="link" href="https://www.bantennews.co.id/anggaran-tc-dipangkas-cabor-cilegon-pesimis-penuhi-target-emas-porprov-banten-2026/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;BantenNews – Anggaran TC Dipangkas, Cabor Cilegon Pesimis Penuhi Target Emas Porprov Banten 2026&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>