<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>CIIC 2026 on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/ciic-2026/</link><description>Recent content in CIIC 2026 on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Thu, 08 Oct 2026 20:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/ciic-2026/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Tiga Startup Teknologi Iklim Raih Dana Rp15 Miliar, Ada yang Bakal Restorasi Mangrove di Pesisir Tangerang</title><link>https://cikayasa.com/p/tiga-startup-teknologi-iklim-raih-dana-rp15-miliar-ada-yang-bakal-restorasi-mangrove-di-pesisir-tangerang/</link><pubDate>Thu, 08 Oct 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/tiga-startup-teknologi-iklim-raih-dana-rp15-miliar-ada-yang-bakal-restorasi-mangrove-di-pesisir-tangerang/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/tiga-startup-teknologi-iklim-raih-dana-rp15-miliar-ada-yang-bakal-restorasi-mangrove-di-pesisir-tangerang/cover.jpg" alt="Featured image of post Tiga Startup Teknologi Iklim Raih Dana Rp15 Miliar, Ada yang Bakal Restorasi Mangrove di Pesisir Tangerang" /&gt;&lt;p&gt;Tiga perusahaan rintisan bidang teknologi iklim keluar sebagai juara Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2026. Ketiganya berhak atas dana katalitik total Rp15 miliar untuk menguji coba solusi mereka di Indonesia, termasuk proyek restorasi mangrove yang menyasar kawasan pesisir yang terdegradasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dana masing-masing Rp5 miliar diserahkan kepada CRecTech, Blueyou, dan MacroCycle Technologies pada Grand Finale yang digelar 6 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="apa-itu-ciic-2026"&gt;Apa Itu CIIC 2026?
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;CIIC merupakan kompetisi teknologi iklim terbesar di Indonesia yang digagas East Ventures bersama Temasek Foundation dan Tencent. Tahun ini adalah edisi keempat sejak pertama kali dihelat pada 2023.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Antusiasme peserta tahun ini tergolong tinggi. Panitia mencatat lebih dari 850 pendaftar yang berasal dari sekitar 60 negara. Dari ratusan pendaftar itu, sembilan finalis dipilih untuk mempresentasikan gagasan mereka di babak puncak. Para finalis juga mendapat pendampingan dari sejumlah pemimpin industri agar proyek mereka lebih matang dan dampaknya lebih luas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kompetisi ini dibagi ke dalam tiga jalur utama: Transisi Energi, Solusi Alam &amp;amp; Pangan, serta Ekonomi Sirkular. Ketiga jalur tersebut dipilih karena dianggap mewakili sektor kunci dalam aksi iklim, baik di tingkat global maupun di Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Climate Impact Innovations Challenge mencerminkan keyakinan kami bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menjawab tantangan iklim saat ini, tetapi juga membangun fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang yang tangguh,&amp;rdquo; ujar Avina Sugiarto, Partner East Ventures.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="crectech-ubah-limbah-sawit-jadi-bio-metanol"&gt;CRecTech: Ubah Limbah Sawit Jadi Bio-Metanol
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Pemenang jalur Transisi Energi adalah CRecTech. Perusahaan ini mengembangkan teknologi untuk mengolah biogas dari limbah cair pabrik kelapa sawit (palm oil mill effluent) menjadi bio-metanol.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Klaimnya cukup ambisius: teknologi itu mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen dan memangkas emisi sampai 93 persen. Dengan dana katalitik dari CIIC, CRecTech berencana mempercepat tahap uji coba sekaligus penerapan komersial di Indonesia bersama mitra lokal, termasuk Pertamina.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kami mengolah biogas yang belum termanfaatkan dari limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi bio-metanol hijau yang terjangkau,&amp;rdquo; kata Lim Kang Hui, Co-Founder dan CEO CRecTech.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi Indonesia, pendekatan ini menarik karena menyentuh dua persoalan sekaligus: limbah industri kelapa sawit yang selama ini jadi beban lingkungan, dan kebutuhan bahan bakar yang lebih bersih.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="blueyou-restorasi-mangrove-dan-pangan-biru"&gt;Blueyou: Restorasi Mangrove dan Pangan Biru
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Jalur Solusi Alam &amp;amp; Pangan dimenangkan Blueyou. Perusahaan ini memadukan restorasi mangrove di lahan terdegradasi dengan produksi pangan biru tanpa pakan tambahan dan tanpa bahan kimia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Model bisnisnya menargetkan peningkatan pendapatan petani kecil hingga tiga kali lipat. Menurut Blueyou, Indonesia punya potensi besar untuk merehabilitasi mangrove di dalam kolam budidaya perairan yang masih aktif.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Penghargaan CIIC akan memainkan peran penting dan katalitik dalam membuka mekanisme yang diperlukan untuk memperluas budidaya perairan terpadu berbasis mangrove hingga mencakup ribuan hektare di Indonesia dan di luar negeri,&amp;rdquo; ujar Jonas Walker, General Manager &amp;amp; Head of Aquaculture Blueyou.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="relevansi-untuk-pesisir-tangerang"&gt;Relevansi untuk Pesisir Tangerang
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Pendekatan Blueyou ini menyentuh persoalan yang sudah lama mengemuka di pesisir utara Kabupaten Tangerang. Kawasan hutan lindung di pesisir Tangerang — membentang dari Kecamatan Kronjo hingga Kosambi, meliputi Desa Tanjung Pasir, Kohod, Mauk Barat, Kramat, Lontar, Lemo, Muara, Pakuhaji, dan Kronjo — tercatat mengalami penyusutan tutupan mangrove yang signifikan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Data Kementerian Kehutanan yang dihimpun sejumlah lembaga lingkungan menunjukkan, dari luas sekitar 1.603 hektare kawasan hutan lindung di pesisir Tangerang, tutupan mangrove yang tersisa hanya berkisar 500 hektare. Sisanya sudah berubah menjadi tambak, badan air, permukiman, hingga lahan terbuka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sejumlah kegiatan rehabilitasi memang sudah berjalan di kawasan Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga. Berbagai pihak, mulai dari perusahaan pelat merah, organisasi masyarakat sipil, komunitas lingkungan, hingga kelompok wartawan, tercatat pernah menggelar penanaman bibit mangrove di sana.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun para pegiat lingkungan mengingatkan, keberhasilan rehabilitasi tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang ditanam. Tingkat kelangsungan hidup tanaman, pemantauan pertumbuhan, hingga keterlibatan warga sekitar dinilai jadi penentu apakah program restorasi benar-benar berkelanjutan atau hanya berhenti sebagai seremoni tahunan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di sinilah model yang dibawa Blueyou menjadi menarik untuk dicermati. Alih-alih sekadar menanam lalu meninggalkan, pendekatannya menggabungkan restorasi mangrove dengan aktivitas ekonomi warga — budidaya perairan yang diklaim bisa menaikkan pendapatan petani kecil. Jika berhasil diuji coba, model semacam ini berpotensi direplikasi di kawasan pesisir Tangerang yang menghadapi tekanan abrasi dan alih fungsi lahan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="macrocycle-daur-ulang-poliester-tekstil"&gt;MacroCycle: Daur Ulang Poliester Tekstil
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Pemenang ketiga adalah MacroCycle Technologies yang menyabet jalur Ekonomi Sirkular. Perusahaan ini mengembangkan teknologi daur ulang tekstil ke tekstil untuk poliester.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Teknologi tersebut diklaim menggunakan energi 80 persen lebih rendah, menghasilkan emisi CO₂ 80 persen lebih rendah, dan memakai air 99 persen lebih sedikit dibanding proses konvensional — dengan harga yang setara dengan produk biasa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Makna kemenangan ini cukup besar bagi kawasan Asia. Lebih dari 80 persen manufaktur tekstil dunia beroperasi di Asia, dan Indonesia menjadi salah satu pemain utamanya. Limbah tekstil yang menumpuk di kawasan ini pun jadi persoalan lingkungan tersendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Penghargaan ini memungkinkan kami untuk secara resmi meluncurkan proyek pertama kami yang berbasis di Asia dan mulai menangani secara langsung besarnya volume limbah tekstil yang terdapat di kawasan ini, khususnya di Indonesia,&amp;rdquo; kata Stwart Pena Feliz, Co-Founder &amp;amp; CEO MacroCycle Technologies.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="komitmen-tambahan-di-luar-hadiah-utama"&gt;Komitmen Tambahan di Luar Hadiah Utama
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Selain dana katalitik Rp15 miliar, sejumlah komitmen pendanaan dan investasi juga diumumkan pada Grand Finale CIIC 2026. Tencent memberikan komitmen pra-pembelian kredit karbon senilai US$1 juta kepada Yagasu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sinar Mas Agribusiness &amp;amp; Food menyerahkan dana hibah US$50.000 kepada CRecTech. Mana Impact memberikan investasi US$50.000 kepada Blueyou, sementara Vinerock Capital menanamkan investasi US$50.000 ke CRecTech.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Grand Finale CIIC 2026 sendiri dihadiri Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, dalam sesi panel diskusi. Acara itu juga dibuka dengan kata sambutan dari Agus Rusly, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular, Kementerian Lingkungan Hidup.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kenapa-ini-penting-untuk-warga-tangerang-raya"&gt;Kenapa Ini Penting untuk Warga Tangerang Raya
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Bagi warga Tangerang Raya, perkembangan ini menarik karena tiga hal. Pertama, soal pesisir. Kabupaten Tangerang punya garis pantai yang panjang dan menghadapi persoalan abrasi serta penyusutan mangrove. Masuknya inovator iklim internasional ke Indonesia membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas pesisir setempat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kedua, soal limbah tekstil. Tangerang Raya dikenal sebagai salah satu sentra industri manufaktur dan garmen. Teknologi daur ulang poliester seperti yang dibawa MacroCycle berpotensi relevan bagi pabrik-pabrik di kawasan ini yang ingin menekan limbah produksi sekaligus memenuhi tuntutan pasar akan produk ramah lingkungan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketiga, soal energi. Kabupaten Tangerang dan sekitarnya memiliki sejumlah kawasan industri yang menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar. Teknologi pengolahan limbah menjadi bahan bakar seperti yang dikembangkan CRecTech membuka alternatif bagi industri untuk mengelola limbahnya sekaligus memangkas biaya energi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang jelas, kompetisi ini menegaskan satu hal: inovasi iklim kini bergerak dari sekadar wacana di atas panggung menjadi proyek nyata yang diuji coba di lapangan. Bagi Indonesia — termasuk warga Tangerang Raya yang tinggal di wilayah pesisir dan kawasan industri — dampaknya akan terasa bertahap, tergantung seberapa cepat solusi ini melewati tahap uji coba menuju penerapan luas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://katadata.co.id/digital/startup/6ac629ab05073/tiga-startup-raih-dana-rp15-miliar-untuk-kembangkan-teknologi-iklim-di-ri" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Katadata.co.id&lt;/a&gt; | &lt;a class="link" href="https://east.vc/id/berita/press-release/climate-impact-innovations-challenge-2026-menyalurkan-dana-katalitik-sebesar-rp15-miliar-kepada-crectech-blueyou-dan-macrocycle-technologies" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;East Ventures&lt;/a&gt; | &lt;a class="link" href="https://climateimpactinnovations.com/climate-impact-innovations-challenge-2026-awards-rp15-billion-in-catalytic-funding-to-crectech-blueyou-and-macrocycle-technologies/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Climate Impact Innovations Challenge&lt;/a&gt; | &lt;a class="link" href="https://mongabay.co.id/2025/07/06/warga-pesisir-tangerang-khawatir-hutan-mangrove-tersisa-hilang/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Mongabay Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>