<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Cikokol on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/cikokol/</link><description>Recent content in Cikokol on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Thu, 08 Oct 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/cikokol/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Ramp Cikokol 70 Persen, Pemkot Tangerang Kejar Rampung Sebelum Puncak Hujan</title><link>https://cikayasa.com/p/ramp-cikokol-70-persen-pemkot-tangerang-kejar-rampung-sebelum-puncak-hujan/</link><pubDate>Thu, 08 Oct 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/ramp-cikokol-70-persen-pemkot-tangerang-kejar-rampung-sebelum-puncak-hujan/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/ramp-cikokol-70-persen-pemkot-tangerang-kejar-rampung-sebelum-puncak-hujan/cover.jpg" alt="Featured image of post Ramp Cikokol 70 Persen, Pemkot Tangerang Kejar Rampung Sebelum Puncak Hujan" /&gt;&lt;p&gt;Jalanan Kota Tangerang kembali jadi sorotan. Proyek peningkatan ruas &lt;strong&gt;Jalan Ramp Cikokol&lt;/strong&gt; dilaporkan sudah menembus progres 70 persen per Rabu (7/10/2026). Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyebut pekerjaan kini masuk tahap pengecoran keempat segmen dan ditargetkan tuntas dalam waktu dekat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menegaskan percepatan dilakukan agar rekonstruksi jalan tersebut tidak berlarut-larut. &amp;ldquo;Kami terus mengawal proyek rekonstruksi ruas jalan ini berjalan sesuai dengan target yang ada. Perkembangannya sendiri sudah sangat signifikan, bahkan pengamatan lapangan terakhir sudah mencapai 70 persen dari total keseluruhan,&amp;rdquo; ujarnya.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="bukan-sekadar-tambal-aspal"&gt;Bukan Sekadar Tambal Aspal
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Yang menarik, proyek ini tidak berhenti pada pengaspalan permukaan. Pemkot Tangerang melakukan peningkatan struktur dengan &lt;strong&gt;menebalkan badan jalan hingga 30 sentimeter&lt;/strong&gt;. Pendekatan ini diambil karena karakter lalu lintas di ruas tersebut dinilai tidak ringan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Taufik, seluruh segmen sudah dilakukan pengecoran supaya ruas jalan punya daya tahan memadai menampung beban lalu lintas harian, terutama kendaraan berat. Alasannya jelas: posisi Jalan Ramp Cikokol adalah jalur penghubung menuju jalan utama &lt;strong&gt;Jalan MH Thamrin Cikokol&lt;/strong&gt;, yang menjadi salah satu akses dari arah Tangerang menuju Serpong.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Semua segmen sudah dilakukan pengecoran agar ruas jalannya mempunyai daya tahan yang memadai untuk menampung beban lalu lintas harian yang banyak dilewati kendaraan berat karena posisinya sebagai jalur penghubung ke jalur utama di Jalan MH Thamrin Cikokol (Tangerang-Serpong),&amp;rdquo; jelasnya.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kenapa-ruas-ini-penting-bagi-warga"&gt;Kenapa Ruas Ini Penting bagi Warga
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Bagi warga Kota Tangerang, Jalan Ramp Cikokol bukan nama asing. Ruas ini jadi salah satu simpul pergerakan harian, baik untuk warga yang bekerja di kawasan Cikokol dan Bandara Soekarno-Hatta, maupun mereka yang rutin melintas ke arah Serpong dan Tangerang Selatan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ramp atau jalur penghubung ini berfungsi mengurai kepadatan di persimpangan Cikokol, salah satu titik paling padat di Kota Tangerang. Ketika strukturnya rusak, dampaknya berlapis: perjalanan melambat, kendaraan cepat rusak, dan risiko kecelakaan naik — terutama saat hujan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Peningkatan struktur badan jalan diyakini memperpanjang usia layanan ruas. Sebelumnya, perbaikan tambal sulam kerap hanya bertahan beberapa bulan karena beban kendaraan berat terus menggerus lapisan permukaan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="konteks-lebih-luas-belanja-infrastruktur-kota"&gt;Konteks Lebih Luas: Belanja Infrastruktur Kota
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Langkah Pemkot Tangerang di Ramp Cikokol sejalan dengan belanja infrastruktur yang cukup besar tahun ini. Pemkot Tangerang mengalokasikan sekitar &lt;strong&gt;Rp69 miliar untuk 47 proyek infrastruktur&lt;/strong&gt; pada 2026, mencakup perbaikan jalan, drainase, hingga penataan kawasan. Alokasi itu menunjukkan fokus pemerintah daerah pada perbaikan akses harian warga, bukan cuma proyek ikonik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di sisi lain, kualitas perbaikan jalan memang sempat jadi sorotan. DPRD Kota Tangerang pernah mempertanyakan standar pekerjaan perbaikan jalan yang dinilai cepat rusak. Karena itu, penebalan 30 sentimeter di Ramp Cikokol bisa dibaca sebagai upaya menjawab kritik tersebut — memastikan pekerjaan tidak sekadar &amp;ldquo;kelihatan bagus&amp;rdquo; saat serah terima, tapi benar-benar tahan lama.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="imbauan-selama-pengerjaan"&gt;Imbauan Selama Pengerjaan
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Karena aktivitas konstruksi masih berlangsung, Pemkot Tangerang mengimbau pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan proyek. Pengendara diminta mengikuti pengaturan lalu lintas dan berhati-hati agar proses pengerjaan tidak menimbulkan gangguan maupun risiko kecelakaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi warga yang sehari-hari melintas, beberapa hal praktis layak diperhatikan: kurangi kecepatan di area pengecoran, hindari melintas tepat saat alat berat beroperasi, dan bila memungkinkan pilih jalur alternatif pada jam sibuk pagi dan sore. Pekerjaan yang tengah dikebut justru paling rawan menimbulkan antrean mendadak.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="dampak-ke-mobilitas-harian"&gt;Dampak ke Mobilitas Harian
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Perlu dicatat, perbaikan struktur seperti ini punya efek berganda yang jarang dihitung orang. Jalan yang rata membuat kendaraan tidak perlu sering mengerem mendadak atau menghindari lubang, sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien dan waktu tempuh lebih pendek. Bagi pengemudi ojek daring, angkot, dan kendaraan logistik yang melintas puluhan kali sehari, penghematan itu terasa nyata dalam sebulan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebaliknya, kerusakan jalan yang dibiarkan menimbulkan biaya tersembunyi: ban cepat botak, kaki-kaki kendaraan rusak, sampai klaim asuransi naik. Karena itu, anggaran yang dipakai untuk memperbaiki struktur jalan dengan benar sering lebih murah dibanding perbaikan tambal sulam yang berulang setiap tahun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari sisi tata kota, Jalan Ramp Cikokol juga menopang konektivitas kawasan Cikokol yang kini tumbuh jadi pusat aktivitas — mulai dari kampus, pusat perbelanjaan, sampai kawasan hunian di sekitarnya. Ruas yang andal membuat kawasan ini lebih mudah dijangkau, baik oleh warga lokal maupun pendatang yang bekerja di Tangerang.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="yang-perlu-ditunggu"&gt;Yang Perlu Ditunggu
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Dengan progres 70 persen, sisa pekerjaan tinggal sekitar sepertiga. Tantangan terbesarnya bukan lagi volume cor, melainkan cuaca. Memasuki Oktober, intensitas hujan di Tangerang Raya mulai naik, dan hujan deras bisa memperlambat pengeringan beton serta memicu genangan di area kerja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalau target &amp;ldquo;segera tuntas&amp;rdquo; benar-benar terwujud, dampaknya bakal terasa langsung: perjalanan dari Cikokol ke arah MH Thamrin dan Serpong berpotensi lebih lancar, sekaligus mengurangi risiko kerusakan jalan berulang yang selama ini membebani anggaran daerah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sampai proyek rampung, kesabaran pengguna jalan masih diuji. Tapi bila badan jalan yang lebih tebal itu terbukti bertahan lebih lama, penantian beberapa pekan ini bisa jadi investasi yang sepadan bagi mobilitas warga Kota Tangerang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://kabar6.com/proyek-jalan-ramp-cikokol-capai-70-persen-pemkot-tangerang-klaim-segera-tuntas/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Kabar6.com&lt;/a&gt;, &lt;a class="link" href="https://tangerangkota.go.id/berita/detail/69657/pemkot-tangerang-percepat-proyek-peningkatan-jalan-ramp-cikokol-progres-capai-70-persen" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;tangerangkota.go.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>