<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Cybersecurity on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/cybersecurity/</link><description>Recent content in Cybersecurity on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Fri, 11 Sep 2026 20:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/cybersecurity/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>IndoSec 2026: Para Pakar Siber Indonesia Berkumpul Hadapi Ancaman Digital yang Melonjak</title><link>https://cikayasa.com/p/indosec-2026-para-pakar-siber-indonesia-berkumpul-hadapi-ancaman-digital-yang-melonjak/</link><pubDate>Fri, 11 Sep 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/indosec-2026-para-pakar-siber-indonesia-berkumpul-hadapi-ancaman-digital-yang-melonjak/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/indosec-2026-para-pakar-siber-indonesia-berkumpul-hadapi-ancaman-digital-yang-melonjak/cover.jpg" alt="Featured image of post IndoSec 2026: Para Pakar Siber Indonesia Berkumpul Hadapi Ancaman Digital yang Melonjak" /&gt;&lt;p&gt;Indonesia bersiap menggelar ajang keamanan siber terbesar di Asia Tenggara. IndoSec 2026, konferensi cybersecurity yang sudah memasuki edisi kesembilan, akan digelar pada 15–16 September 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. Even ini menjadi momen krusial di tengah lonjakan serangan siber yang mengkhawatirkan di Tanah Air.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bukan tanpa alasan acara ini diselenggarakan tepat waktu. Data dari Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN mencatat Indonesia menghadapi 5,5 miliar anomali trafik sepanjang tahun 2025 — angka yang melonjak tujuh kali lipat atau naik 714 persen dibandingkan rata-rata tahunan pada periode 2020–2024. Ancaman itu belum berhenti. Sepanjang 1 Januari hingga 15 April 2026 saja, tercatat sudah 1,52 miliar serangan siber. Jika dirata-ratakan, Indonesia menghadapi sekitar 185 potensi serangan siber per detik.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;IndoSec 2026: Siapa yang Hadir?&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;IndoSec 2026 diselenggarakan oleh Tradepass dan mendapat dukungan resmi dari BSSN, Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi, serta Badan Keamanan Laut atau Bakamla. Konferensi ini menghadirkan lebih dari 2.000 pakar keamanan siber dari 700 organisasi, termasuk kepala keamanan informasi dari sektor perbankan, fintech, telekomunikasi, hingga instansi pemerintah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beberapa nama yang dijadwalkan tampil antara lain Muchtarul Huda dari Direktorat Pengawasan Strategis dan Kebijakan Ruang Digital Komdigi, Giyanto Awan Sularso dari BSSN yang menangani kebijakan keamanan siber dan kripto, serta Col. Adriansyah Putra Harahap dari Bakamla yang akan membahas keamanan siber di sektor maritim. Dari sektor swasta, hadir Rendra Perdana selaku CISO DANA Indonesia, Farina Mutia dari UOB, dan Johansen Sidabutar dari Citibank — semua pemimpin keamanan informasi di organisasi yang mengelola data jutaan pengguna.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Apa yang Dibahas?&lt;/h2&gt;
Topik utama IndoSec 2026 berputar di sekitar penguatan "perisai siber" Indonesia untuk masa depan yang terhubung. Beberapa isu strategis yang masuk agenda antara lain kecerdasan buatan atau AI dalam keamanan siber, keamanan cloud dan data center, perlindungan data pribadi, hingga respons insiden di era serangan yang makin canggih.
&lt;p&gt;Salah satu fokus utama adalah bagaimana AI tidak hanya menjadi alat produktivitas, tetapi juga senjata baru bagi pelaku kejahatan siber. BSSN mencatat 93,78 persen dari anomali trafik tahun lalu berpotensi menjadi malware yang bisa berkembang menjadi ransomware — jenis serangan yang menyandera data korban dan meminta tebusan. Dengan makin populernya AI generatif, pelaku serangan kini bisa membuat phishing yang jauh lebih meyakinkan dan sulit dibedakan dari komunikasi asli.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Ekonomi Digital yang Makin Besar, Target Makin Menarik&lt;/h2&gt;
Indonesia saat ini menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan nilai 130 miliar dolar AS pada 2025 dan diproyeksikan mencapai 360 miliar dolar AS pada 2030. Pertumbuhan ini didorong oleh penetrasi internet yang sudah melampaui 80 persen dan jutaan UMKM yang mulai bertransformasi ke platform digital.
&lt;p&gt;Namun, besarnya ekonomi digital ini sekaligus menjadikan Indonesia sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber. Serangan phishing meningkat 70 persen dan ransomware melonjak 50 persen dalam setahun terakhir, menurut data BSSN. Kerugian finansial akibat kejahatan siber pada 2025 mencapai Rp14,2 triliun — angka yang terus naik seiring makin banyaknya aktivitas ekonomi yang bergeser ke ranah digital.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Relevansi untuk Warga Tangerang Raya&lt;/h2&gt;
Meskipun IndoSec 2026 digelar di Jakarta, dampaknya langsung terasa di wilayah Tangerang Raya. Ribuan UMKM di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan kini sudah aktif di platform e-commerce dan media sosial. Program digitalisasi yang digencarkan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro serta Dinas Komunikasi dan Informatika menempatkan lebih banyak data warga di ruang digital.
&lt;p&gt;Bagi pelaku usaha, keamanan siber bukan lagi urusan teknisi IT semata. Serangan phishing lewat WhatsApp dan email sudah menjadi ancaman nyata bagi pedagang online yang menerima pembayaran digital. Ransomware bisa melumpuhkan sistem operasional usaha kecil selama berminggu-minggu. Sementara itu, kebocoran data pribadi pelanggan bisa merusak kepercayaan dan reputasi bisnis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri sudah mengambil langkah antisipasi. Dalam workshop yang digelar Diskominfo pada pertengahan 2024 lalu, para operator perangkat daerah diberikan pemahaman tentang tren keamanan data dan bagaimana AI bisa dimanfaatkan untuk memperkuat pertahanan siber. Kolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara menjadi kunci dalam membangun kesadaran keamanan digital di tingkat daerah.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Tantangan Talenta Siber Indonesia&lt;/h2&gt;
Salah satu isu krusial yang selalu muncul dalam diskusi keamanan siber Indonesia adalah kekurangan talenta. Indonesia membutuhkan ribuan analis keamanan siber, insiden responder, dan auditor keamanan untuk mengisi posisi yang terus bertambah seiring pertumbuhan ekosistem digital. IndoSec 2026 menjadi salah satu forum untuk menjembatani kesenjangan ini melalui diskusi tentang pendidikan, sertifikasi, dan pengembangan karier di bidang keamanan siber.
&lt;p&gt;Bagi generasi muda di Tangerang Raya yang tertarik dengan bidang ini, peluang kerjanya sangat luas. Mulai dari perusahaan teknologi lokal, perbankan, hingga instansi pemerintah — semua membutuhkan profesional keamanan siber yang kompeten. Beberapa universitas di Tangerang Raya seperti Universitas Multimedia Nusantara dan Universitas Tangerang Raya sudah mulai membuka program studi terkait keamanan siber dan teknologi informasi.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Langkah Awal yang Bisa Dilakukan Mulai Sekarang&lt;/h2&gt;
Bagi warga dan pelaku usaha di Tangerang Raya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dimulai sekarang untuk meningkatkan keamanan digital. Pertama, aktifkan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication di semua akun penting — email, media sosial, dan perbankan. Kedua, jangan pernah mengklik tautan mencurigakan dari pesan yang tidak diminta, sekalipun terlihat resmi. Ketiga, pastikan perangkat lunak dan sistem operasi selalu diperbarui ke versi terbaru.
&lt;p&gt;Keamanan siber bukan lagi sekadar jargon teknis — ia sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di era digital. Dengan IndoSec 2026 yang digelar minggu ini, diharapkan kesadaran tentang pentingnya melindungi data dan privasi di ruang digital semakin meningkat, tidak hanya di kalangan pelaku industri besar, tetapi juga di kalangan masyarakat umum.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://indosecsummit.com/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;IndoSec 2026 Summit&lt;/a&gt;, &lt;a class="link" href="https://www.manageengine.com/id/blog/siem/statistik-serangan-siber-indonesia.html" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Data BSSN via ManageEngine&lt;/a&gt;, &lt;a class="link" href="https://lestari.kompas.com/read/2026/04/23/192503686/bssn-serangan-siber-naik-7-kali-lipat-pada-2025-dan-berlanjut-di-awal-2026" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Kompas Lestari&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>