<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Dapur Bocil on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/dapur-bocil/</link><description>Recent content in Dapur Bocil on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/dapur-bocil/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Lahan Terbengkalai Jadi Ladang Rezeki: Keripik Pisang Warga Jatiuwung Raih Juara 2 Wirausaha Muda Banten</title><link>https://cikayasa.com/p/perempuan-jatiuwung-juara2-wirausaha-muda-banten-keripik-pisang-dapur-bocil/</link><pubDate>Mon, 02 Nov 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/perempuan-jatiuwung-juara2-wirausaha-muda-banten-keripik-pisang-dapur-bocil/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/perempuan-jatiuwung-juara2-wirausaha-muda-banten-keripik-pisang-dapur-bocil/cover.jpg" alt="Featured image of post Lahan Terbengkalai Jadi Ladang Rezeki: Keripik Pisang Warga Jatiuwung Raih Juara 2 Wirausaha Muda Banten" /&gt;&lt;p&gt;Sebidang tanah kosong di sekitar rumah di Kelurahan Alam Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, dulu hanya dibiarkan begitu saja. Hari ini, lahan itu menjadi sumber pisang kepok yang diolah menjadi keripik dengan merek Dapur Bocil. Usaha rumahan yang dirintis seorang perempuan asal Jatiuwung, Saputri Indah Ratnasari, itu baru saja membawa pulang penghargaan dari tingkat provinsi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saputri menerima penghargaan Wirausaha Muda Bidang Kuliner dari Gubernur Banten Andra Soni. Dalam ajang Lomba Kreativitas Wirausaha Muda Bidang Kuliner Tingkat Provinsi Banten 2026 tersebut, ia menempati posisi kedua atau juara 2. Papan ucapan selamat yang ia pegang menampilkan nominal hadiah Rp7,5 juta bersama sejumlah piala.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung usaha ini bisa sampai di titik ini. Bisa meraih Juara 2 Bidang Kuliner Wirausaha Muda Dispora Provinsi Banten kemarin,&amp;rdquo; ujar Saputri, Senin (2/11/2026).&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="pisang-kepok-dari-halaman-rumah"&gt;Pisang Kepok dari Halaman Rumah
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Yang membedakan keripik Dapur Bocil dari keripik pisang yang beredar di pasaran adalah asal bahannya. Seluruh pisang kepok yang dipakai berasal dari kebun sendiri. Saputri menanamnya di lahan terbengkalai di sekitar rumahnya, sehingga prosesnya bisa dipantau sejak dari pohon sampai menjadi produk jadi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sejak 2021, Dapur Bocil tidak sekadar memproduksi makanan ringan. Usaha itu merangkai beberapa tahapan yang saling terhubung: memanfaatkan lahan untuk budidaya pisang, mengolah hasil panen, lalu melibatkan sejumlah perempuan dalam proses produksi keripik. Dengan kata lain, satu produk membuka beberapa pintu pekerjaan sekaligus di lingkungan sekitar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perempuan yang bergerak di sektor kuliner rumahan memang kerap menghadapi kendala yang sama: modal terbatas, ruang produksi sempit, dan akses ke pasar yang terbatas. Dapur Bocil mencoba menembus kendala itu dari sisi bahan baku. Dengan menanam sendiri, biaya bahan bisa ditekan dan kualitas pisang lebih terjaga karena panen bisa disesuaikan dengan kebutuhan produksi.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="cemilan-yang-aman-untuk-semua-usia"&gt;Cemilan yang Aman untuk Semua Usia
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Dalam perbincangan, Saputri menegaskan posisi produknya sebagai cemilan keluarga. Menurutnya, keripik olahan Dapur Bocil dibuat dari hasil tanaman sendiri sehingga tidak hanya enak, tetapi juga aman dikonsumsi mulai dari anak usia dua tahun hingga lansia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bedanya dari keripik pisang biasa, Dapur Bocil mengolah dari hasil tanaman sendiri menjadi keripik pisang yang selain enak juga aman dikonsumsi dari anak usia dua tahun sampai lansia. Jadi keripik pisang ini cemilan yang sehat pokoknya,&amp;rdquo; jelasnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pernyataan itu penting dalam konteks pasar cemilan anak. Tidak sedikit produk makanan ringan yang harus dikelola orang tua dengan hati-hati karena kandungan pengawet atau perisa buatan. Dengan mengandalkan bahan dari kebun sendiri, Dapur Bocil menawarkan alternatif yang lebih sederhana dan mudah dipertanggungjawabkan kepada pembeli.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="dari-skala-lokal-ke-pasar-lebih-luas"&gt;Dari Skala Lokal ke Pasar Lebih Luas
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Penghargaan tingkat provinsi itu sendiri diharapkan menjadi pijakan, bukan garis finis. Saputri menyebut prestasi tersebut sebagai bukti bahwa usaha mikro yang dirintis dari rumah bisa melangkah lebih jauh ketika diimbangi kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia berharap keripik pisang Dapur Bocil terus berkembang hingga mampu menembus toko-toko retail modern. Saat ini mayoritas usaha sejenis masih beredar di pasar tradisional, warung, dan penjualan daring. Masuknya produk ke gerai retail modern berarti membutuhkan ketelitian produksi, kemasan yang konsisten, dan kelancaran pasokan — tantangan yang berbeda dari produksi skala rumahan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di sisi lain, keberhasilan membuka peluang pemberdayaan perempuan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kisah ini. Dapur Bocil melibatkan perempuan-perempuan sekitar dalam proses produksi, sehingga manfaat usaha tidak berhenti di satu keluarga, melainkan mengalir ke lingkungan yang lebih luas.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="wirausaha-muda-dan-semangat-kota-tangerang"&gt;Wirausaha Muda dan Semangat Kota Tangerang
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Penghargaan Wirausaha Muda diselenggarakan Pemerintah Provinsi Banten sebagai apresiasi bagi generasi muda yang membuka usaha dengan inovasi nyata. Bagi Kota Tangerang, prestasi warganya di tingkat provinsi menjadi pengingat bahwa potensi usaha mikro tersebar di banyak kelurahan, bukan hanya di kawasan bisnis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kecamatan Jatiuwung sendiri dikenal sebagai kawasan padat dengan campuran permukiman dan kawasan industri. Di tengah lanskap itu, usaha rumahan seperti Dapur Bocil menunjukkan bahwa lahan sempit sekalipun bisa diubah menjadi sumber penghasilan asal ada kemauan mengolahnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kisah Saputri membawa pesan yang sederhana: penghargaan besar bisa berawal dari halaman rumah yang tadinya terbengkalai. Yang diperlukan adalah keberanian memulai, ketekunan mengolah, dan kesediaan melibatkan orang lain dalam perjalanan usaha. Dalam situasi ekonomi yang menuntut ketahanan, usaha berbasis pangan rumahan seperti ini juga relatif tahan banting karena kebutuhan cemilan harian tidak pernah benar-benar hilang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tantangan ke depan memang tidak ringan. Skala produksi rumahan kerap terganjal keterbatasan peralatan, sementara tuntutan pasar modern menuntut standar higienitas dan kemasan yang konsisten. Namun pengakuan dari tingkat provinsi setidaknya membuka pintu konsultasi, jejaring, dan kemungkinan akses pembiayaan yang selama ini sulit dijangkau pelaku usaha mikro.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan bekal juara 2 tingkat provinsi dan produk yang sudah memiliki karakter jelas, langkah berikutnya tinggal bagaimana Dapur Bocil menjaga kualitas sambil membuka akses ke pasar yang lebih luas. Bagi warga Jatiuwung, nama usaha itu kini bukan lagi sekadar merek cemilan, melainkan bukti bahwa ekonomi lokal bisa tumbuh dari halaman rumah sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://tangerangkota.go.id/berita/detail/70377/tanam-sendiri-sampai-jadi-keripik-pisang-sehat-perempuan-asal-jatiuwung-raih-penghargaan-wirausaha-muda-banten" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Pemerintah Kota Tangerang&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>