<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Dinas Pendidikan on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/dinas-pendidikan/</link><description>Recent content in Dinas Pendidikan on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Sun, 18 Oct 2026 12:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/dinas-pendidikan/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Dituding Tak Peduli Pendidikan, Pemkab Tangerang Buka Data: 147 Ruang Kelas Baru dan 205 Direhabilitasi</title><link>https://cikayasa.com/p/pendidikan-2026-kabupaten-tangerang-147-ruang-kelas-baru-205-direhabilitasi/</link><pubDate>Sun, 18 Oct 2026 12:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/pendidikan-2026-kabupaten-tangerang-147-ruang-kelas-baru-205-direhabilitasi/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/pendidikan-2026-kabupaten-tangerang-147-ruang-kelas-baru-205-direhabilitasi/cover.jpg" alt="Featured image of post Dituding Tak Peduli Pendidikan, Pemkab Tangerang Buka Data: 147 Ruang Kelas Baru dan 205 Direhabilitasi" /&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Tangerang akhirnya membuka data kegiatan fisik sektor pendidikan tahun 2026. Datanya cukup mengejutkan: sepanjang tahun ini ada 147 ruang kelas baru yang dibangun dan 205 ruang kelas lama yang direhabilitasi di jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Data itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Supriyadi, pada Kamis (15/10/2026). Ia menyebut angka tersebut sebagai jawaban atas anggapan yang selama ini beredar bahwa pemerintah daerah kurang memperhatikan dunia pendidikan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Data tersebut menunjukkan bahwa perhatian pemerintah terhadap pendidikan terus diwujudkan melalui pembangunan yang konkret. Memang kebutuhan sekolah di Kabupaten Tangerang sangat besar sehingga penanganannya dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi, urgensi dan skala prioritas,&amp;rdquo; ujar Supriyadi.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Rincian Pembangunan di Jenjang SD&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Untuk jenjang SD, pembangunan sekolah pada 2026 dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni. Pemerintah daerah menambah 79 ruang kelas dan merehabilitasi 154 ruang kelas. Selain itu, dibangun pula satu Unit Sekolah Baru (USB) yang menambah daya tampung siswa di wilayah yang kebutuhan ruang belajarnya paling mendesak.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Jenjang SMP Dapat Tambahan Ruang dan Fasilitas Penunjang&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Di jenjang SMP, Pemkab Tangerang membangun 68 ruang kelas baru dan merehabilitasi 51 ruang kelas. Sebanyak tiga ruang laboratorium juga ikut diperbaiki agar kegiatan praktik siswa bisa berjalan aman dan layak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Fasilitas penunjang tidak dilupakan. Pemerintah daerah membangun lapangan seluas 10.488 meter persegi serta pagar sepanjang 1.455 meter di sejumlah sekolah. Lapangan baru itu penting bukan sekadar untuk pelajaran olahraga, tetapi juga sebagai ruang terbuka tempat siswa berkumpul dan beraktivitas di luar kelas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Data itu dibuka Supriyadi pada Kamis (15/10/2026), hanya dua hari setelah puncak peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang yang digelar 13 Oktober. Publikasi data kegiatan fisik ini sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk menilai sejauh mana janji pembangunan sektor pendidikan benar-benar berjalan di lapangan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perlu dicatat, penambahan satu Unit Sekolah Baru atau USB di jenjang SD pada dasarnya berbeda dari penambahan ruang kelas. Ruang kelas baru menambah daya tampung di sekolah yang sudah ada, sementara USB membuat sekolah baru dari nol — mulai dari ruang belajar, ruang guru, hingga fasilitas pendukung. Artinya, sepanjang 2026 Pemkab Tangerang tidak hanya memperbesar sekolah lama, tetapi juga membuka titik layanan pendidikan baru bagi warga.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Sekolah yang Belum Tersentuh Bukan Berarti Dilupakan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Supriyadi menegaskan, sekolah yang belum mendapat pembangunan atau rehabilitasi tidak otomatis luput dari perhatian pemerintah. Semua kondisi bangunan sekolah terus diinventarisasi dan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan program tahun berikutnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pernyataan itu muncul terkait kondisi SDN Kadusirung II, Kecamatan Pagedangan. Menurut Supriyadi, penanganan sekolah tersebut akan dilakukan berdasarkan hasil inventarisasi dan kajian teknis bangunan serta skala prioritas, dan direncanakan masuk dalam rencana kerja tahun 2027.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Yang belum tertangani bukan berarti tidak diperhatikan. Semuanya kami data dan petakan. Prinsipnya, kami ingin anak-anak Kabupaten Tangerang mendapatkan ruang belajar yang aman, nyaman dan layak,&amp;rdquo; tegasnya.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Bukan Cuma Bangunan, Akses Pendidikan Juga Dibuka&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Komitmen pemda, kata Supriyadi, tidak berhenti pada pembangunan fisik. Ada dua program yang menyasar langsung kantong warga: program sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP swasta di Kabupaten Tangerang, serta Program Beasiswa Tangerang Gemilang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beasiswa Tangerang Gemilang menyasar mahasiswa baru, mahasiswa aktif, hingga mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi. Sepanjang 2025 hingga 2026, program itu sudah menjangkau lebih dari 1.000 penerima manfaat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Jadi perhatian pemerintah bukan hanya membangun dan merehabilitasi sekolah. Kami juga berupaya memastikan anak-anak Kabupaten Tangerang tetap mendapatkan akses pendidikan, termasuk melalui sekolah gratis dan dukungan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,&amp;rdquo; katanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kebijakan di sektor pendidikan itu juga mendapat apresiasi berupa penghargaan kategori pendidikan bagi Pemkab Tangerang, salah satunya atas program Beasiswa Tangerang Gemilang yang dinilai memperluas kesempatan warga mengenyam pendidikan tinggi.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Apa Artinya bagi Warga Kabupaten Tangerang&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Bagi orang tua siswa di kecamatan padat penduduk seperti Cikupa, Pasar Kemis, Balaraja, Curug, Pagedangan, Cisauk, hingga Tigaraksa, penambahan ruang kelas berarti lebih sedikit rombongan belajar yang kelebihan siswa. Ruang kelas baru juga membuka peluang berkurangnya jadwal masuk bergiliran, yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan di sekolah-sekolah dengan daya tampung terbatas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rehabilitasi 205 ruang kelas menyasar sisi lain yang tak kalah penting: bangunan yang bocor, kusen jendela lapuk, atau atap rusak. Perbaikan seperti ini kerap dianggap sepele, padahal langsung berpengaruh pada kenyamanan belajar, terutama saat musim hujan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meski begitu, publik tetap punya pekerjaan rumah untuk mengawasi. Daftar sekolah mana saja yang mendapat 147 ruang kelas baru dan 205 rehabilitasi itu belum dipublikasikan lengkap. Warga yang mengetahui kondisi sekolah anaknya masih memprihatinkan bisa menyampaikan laporan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang agar masuk ke dalam inventarisasi kebutuhan.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Program 2027 Sedang Disusun&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Pemkab Tangerang memastikan pembangunan sektor pendidikan tidak berhenti di 2026. Inventarisasi kebutuhan ruang kelas, rehabilitasi bangunan sekolah, pembangunan fasilitas pendukung, serta pemerataan akses pendidikan akan menjadi dasar penyusunan program pada tahun anggaran berikutnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Artinya, angka 147 ruang kelas baru dan 205 ruang kelas yang direhabilitasi pada 2026 kemungkinan baru sebagian dari daftar panjang kebutuhan sekolah di Kabupaten Tangerang. Dengan jumlah sekolah dan siswa yang terus bertambah, laju pembangunanlah yang akan menentukan seberapa cepat ruang belajar yang layak bisa dirasakan semua anak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://lensametro.com/buka-data-pendidikan-2026-pemkab-tangerang-tambah-147-kelas-baru-dan-rehab-205-ruang/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;LensaMetro.com&lt;/a&gt; | &lt;a class="link" href="https://www.radarbanten.co.id/2026/10/16/pemkab-tangerang-tambah-147-ruang-kelas-dan-rehabilitasi-205-ruang-pada-2026/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;RadarBanten.co.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>