<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>East Ventures on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/east-ventures/</link><description>Recent content in East Ventures on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Sat, 12 Sep 2026 20:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/east-ventures/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Banten Peringkat 4 Daya Saing Digital Indonesia, Skor 57,4 Ungguli Yogyakarta dan Bali</title><link>https://cikayasa.com/p/banten-peringkat-4-daya-saing-digital-indonesia-skor-574-ungguli-yogyakarta-dan-bali/</link><pubDate>Sat, 12 Sep 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/banten-peringkat-4-daya-saing-digital-indonesia-skor-574-ungguli-yogyakarta-dan-bali/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/banten-peringkat-4-daya-saing-digital-indonesia-skor-574-ungguli-yogyakarta-dan-bali/cover.jpg" alt="Featured image of post Banten Peringkat 4 Daya Saing Digital Indonesia, Skor 57,4 Ungguli Yogyakarta dan Bali" /&gt;&lt;p&gt;Provinsi Banten berhasil menempati peringkat keempat secara nasional dalam laporan East Ventures – Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2026. Dengan skor 57,4 poin, Banten mengungguli sejumlah provinsi besar seperti DI Yogyakarta (55,9), Kalimantan Timur (52,3), dan Bali (51,7).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi digital di wilayah Tangerang Raya dan sekitarnya terus bergerak ke arah yang lebih baik, meski masih menyimpan tantangan tersendiri terkait pemerataan dan ketersediaan talenta digital.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="ev-dci-2026-indonesia-capai-rekor-tertinggi"&gt;EV-DCI 2026: Indonesia Capai Rekor Tertinggi
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;EV-DCI 2026 merupakan laporan kolaborasi antara East Ventures, perusahaan venture capital pionir di Indonesia, bersama Katadata Insight Center. Laporan ini mengukur daya saing digital di 38 provinsi dan 157 kota/kabupaten di Indonesia menggunakan tiga subindeks utama: Input, Output, dan Penunjang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Skor median EV-DCI nasional tahun ini mencapai 42,2 poin, naik dari 38,8 pada 2025. Angka ini menandai rekor tertinggi sejak EV-DCI pertama kali diluncurkan pada 2020. Dalam kurun waktu tujuh tahun, rata-rata skor provinsi mengalami peningkatan lebih dari 50 persen dari basis 27,9 poin pada 2020.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Selama tujuh tahun terakhir, transformasi digital Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang progresif, dengan rata-rata skor provinsi yang meningkat lebih dari 50 persen sejak 2020,&amp;rdquo; tulis tim EV-DCI dalam laporannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Peningkatan ini tidak terjadi secara merata. Namun, dari 38 provinsi yang diukur, 37 di antaranya mencatat perbaikan skor. Hanya satu provinsi yang mengalami penurunan, menunjukkan bahwa gelombang digitalisasi benar-benar merata ke hampir seluruh pelosok negeri.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="banten-konsisten-di-atas-rata-rata-nasional"&gt;Banten Konsisten di Atas Rata-Rata Nasional
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Skor Banten sebesar 57,4 poin menempatkannya jauh di atas rata-rata nasional. Secara konsisten selama enam tahun terakhir, provinsi ini selalu masuk dalam jajaran 10 besar bersama DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur yang menempati tiga posisi teratas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Posisi strategis Banten sebagai gerbang menuju ibu kota, ditambah dengan keberadaan kawasan industri besar seperti Tangerang, Cikupa, dan Bitung, menjadi faktor pendorong utama. Infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang relatif matang, ditumbuhkan oleh ekosistem bisnis dan industri yang masif, memberikan fondasi kuat bagi adopsi teknologi digital di wilayah ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain itu, keberadaan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pelatihan digital di kawasan Tangerang Raya turut menyumbang pada aspek Sumber Daya Manusia (SDM) digital, yang merupakan salah satu pilar penilaian EV-DCI.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="lima-provinsi-tertinggi-masih-dominan-jawa"&gt;Lima Provinsi Tertinggi Masih Dominan Jawa
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Sepuluh provinsi dengan skor EV-DCI tertinggi pada 2026 masih didominasi oleh wilayah Pulau Jawa. Susunannya adalah: (1) DKI Jakarta 79,6; (2) Jawa Barat 63,9; (3) Jawa Timur 58,0; (4) Banten 57,4; (5) DI Yogyakarta 55,9; (6) Kalimantan Timur 52,3; (7) Jawa Tengah 51,7; (8) Bali 51,7; (9) Kepulauan Riau 50,9; dan (10) Sulawesi Selatan 48,9.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;DKI Jakarta masih mendominasi dengan skor 79,6 poin, hampir dua kali lipat dari provinsi dengan peringkat terbawah. Konsistensi DKI dan Jawa Barat di dua posisi teratas selama enam tahun terakhir menunjukkan bahwa konsentrasi ekosistem digital di kawasan metropolitan masih menjadi pembeda utama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menariknya, Papua Barat Daya mencatat lonjakan peringkat terbesar tahun ini, naik 15 posisi. Peningkatan ini didorong oleh perbaikan pada pilar Infrastruktur, khususnya peningkatan rasio desa yang mendapat sinyal 4G, serta pertumbuhan metrik kewirausahaan digital.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="tantangan-kesenjangan-dan-ketersediaan-talenta-digital"&gt;Tantangan: Kesenjangan dan Ketersediaan Talenta Digital
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Meski tren secara keseluruhan positif, laporan EV-DCI 2026 menyoroti bahwa kesenjangan antarprovinsi belum menyempit secara signifikan. Selisih hampir 60 poin antara peringkat pertama dan terbawah menunjukkan bahwa satu provinsi bisa hampir dua kali lipat lebih siap secara digital dibanding provinsi lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tantangan lain yang tidak kalah krusial adalah ketersediaan talenta digital. Menurut laporan ini, laju perkembangan talenta digital di Indonesia mulai melandai. Sementara itu, kemajuan pesat kecerdasan buatan (AI) membentuk ulang keterampilan yang dibutuhkan dalam ekonomi digital.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Perubahan ini menggeser fokus dari literasi digital dasar menjadi kompetensi yang lebih lanjut dan terapan, terutama kemampuan mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis, produk, dan layanan publik,&amp;rdquo; demikian kutipan dari laporan tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di tengah perlombaan negara-negara Asia Tenggara dalam mengakselerasi investasi talenta AI, penguatan kesiapan angkatan kerja menjadi semakin mendesak. Untuk Banten, ini berarti memastikan bahwa bonus demografi yang dimiliki dapat diubah menjadi keunggulan kompetitif di era AI.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="empat-prioritas-untuk-penguatan-daya-saing-digital"&gt;Empat Prioritas untuk Penguatan Daya Saing Digital
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan temuan EV-DCI 2026, terdapat empat prioritas utama yang direkomendasikan untuk memperkuat daya saing digital Indonesia ke depan:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, mendorong kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, startup, akademisi, dan komunitas lokal dalam mempercepat transformasi digital. Pendekatan tata kelola kolaboratif dianggap kunci untuk memastikan inovasi bisa berjalan inklusif dan terukur.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, perluasan konektivitas digital untuk mempercepat pemerataan. Investasi pada infrastruktur digital, kualitas internet, dan keterjangkauan harga layanan digital menjadi syarat mutlak agar peluang ekonomi bisa tersebar ke seluruh daerah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, digitalisasi UMKM untuk mendorong inklusi ekonomi lokal. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun banyak yang masih menghadapi hambatan pembiayaan, teknologi, dan akses pasar. Pemanfaatan rekam jejak transaksi digital sebagai basis penilaian kelayakan usaha dapat menjadi solusi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;, peningkatan jumlah talenta dan kapabilitas digital. Strategi pelatihan, peningkatan keterampilan, dan penguatan kompetensi AI sangat diperlukan untuk menyelaraskan kemampuan lokal dengan pertumbuhan infrastruktur digital yang pesat.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="apa-artinya-bagi-warga-tangerang-raya"&gt;Apa Artinya bagi Warga Tangerang Raya?
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Peringkat Banten di posisi keempat EV-DCI 2026 bukan sekadar angka statistik. Bagi warga Tangerang Raya, ini mencerminkan bahwa ekosistem digital di wilayah ini memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang lebih jauh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kawasan seperti BSD City, Gading Serpong, dan Lippo Village sudah lama dikenal sebagai pusat inovasi digital. Dengan skor daya saing digital yang terus meningkat, peluang bagi startup lokal, UMKM yang ingin go digital, dan talenta muda di bidang teknologi menjadi semakin terbuka lebar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tantangannya adalah bagaimana memastikan bahwa pertumbuhan ini tidak hanya terpusat di kawasan metropolitan, tetapi juga merata hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Konektivitas internet yang merata dan program literasi digital yang berkelanjutan menjadi kunci agar manfaat transformasi digital benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan skor 57,4 poin dan posisi keempat secara nasional, Banten memiliki modal yang kuat untuk terus mengejar ketertinggalan dari DKI Jakarta dan Jawa Barat. Kuncinya ada pada kolaborasi semua pihak untuk memastikan bahwa kemajuan digital tidak berhenti di angka, melainkan benar-benar menjadi daya saing yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://east.vc/id/report/east-ventures-digital-competitiveness-index-2026" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;East Ventures – Digital Competitiveness Index 2026&lt;/a&gt; | &lt;a class="link" href="https://databoks.katadata.co.id/teknologi-telekomunikasi/statistik/6a8563a9250a2/ev-dci-daya-saing-digital-indonesia-tumbuh-progresif" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Databoks Katadata&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>