<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Grab on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/grab/</link><description>Recent content in Grab on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Fri, 16 Oct 2026 20:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/grab/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>MBG di Tangsel Kini Serba Digital: Sekolah Pesan Menu Seminggu di Muka Lewat Aplikasi Grab</title><link>https://cikayasa.com/p/mbg-di-tangsel-kini-serba-digital-sekolah-pesan-menu-seminggu-di-muka-lewat-aplikasi-grab/</link><pubDate>Fri, 16 Oct 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/mbg-di-tangsel-kini-serba-digital-sekolah-pesan-menu-seminggu-di-muka-lewat-aplikasi-grab/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/mbg-di-tangsel-kini-serba-digital-sekolah-pesan-menu-seminggu-di-muka-lewat-aplikasi-grab/cover.jpg" alt="Featured image of post MBG di Tangsel Kini Serba Digital: Sekolah Pesan Menu Seminggu di Muka Lewat Aplikasi Grab" /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tangerang Selatan&lt;/strong&gt; - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini identik dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini punya wajah baru di Tangerang Selatan. Di Sekolah Khusus Negeri (SKH) 01 Tangerang Selatan, seluruh proses MBG berjalan lewat sistem digital, mulai dari sekolah memesan menu untuk sepekan ke depan sampai makanan mendarat di tangan siswa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Cara kerja baru itu ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo pada Kamis, 15 Oktober 2026. Ia menyebut apa yang dilihatnya di lapangan berbeda dari konsep SPPG yang selama ini jadi tulang punggung program MBG. Alih-alih dapur sendiri, distribusi di sekolah ini melibatkan platform digital milik Grab dan OVO.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kita lihat prosesnya semuanya full digital. Dari mulai proses pemesanan, sekolah menggunakan aplikasi yang disiapkan oleh Grab untuk memesan menu seminggu ke depan,&amp;rdquo; kata Angga di Tangerang Selatan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="pesan-menu-sepekan-di-muka-kirim-pakai-mitra-driver"&gt;Pesan menu sepekan di muka, kirim pakai mitra driver
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Dalam skema ini, sekolah tidak lagi menunggu pasokan makanan datang tanpa kepastian jumlah. Pihak sekolah memasukkan pesanan menu untuk tujuh hari ke depan melalui aplikasi. Setelah pesanan masuk, makanan diantar oleh mitra pengemudi Grab, bukan oleh armada dapur milik pemerintah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang tak kalah penting, sistem ini menyediakan kanal pelaporan digital. Jika menu yang diterima tidak sesuai atau jumlahnya kurang, sekolah bisa melaporkannya melalui sistem yang sama. Bagi program yang menyasar ratusan ribu anak, mekanisme laporan seperti ini menjadi kunci supaya masalah di lapangan tidak tenggelam.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kemudian proses delivery-nya juga melibatkan mitra dari Grab sendiri, sampai nanti proses pelaporan. Apabila ada kekurangan dalam menu, ada proses pelaporannya,&amp;rdquo; jelas Angga.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut dia, kehadiran Grab dan OVO patut dilihat sebagai bentuk sinergi, bukan sekadar kerja sama bisnis. Keduanya adalah penyelenggara sistem elektronik dan platform digital yang menaungi para driver ojek online. Artinya, infrastruktur yang sehari-hari dipakai warga untuk memesan makanan kini dipakai untuk urusan gizi anak sekolah.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="standar-gizi-dan-higienitas-tetap-milik-bgn"&gt;Standar gizi dan higienitas tetap milik BGN
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Meski teknologi yang dipakai milik swasta, Angga menegaskan bahwa standar penyelenggaraan tetap mengikuti ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN). Mulai dari komposisi gizi, tingkat higienitas, hingga kualitas makanan yang akhirnya disajikan ke siswa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Pihak Grab dan OVO mengikuti standar yang ditentukan oleh BGN. Sama, dari mulai standar gizi, higienitas, sampai makanan itu bisa sampai ke anak-anak,&amp;rdquo; ucapnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia menambahkan, teknologi semacam ini berpotensi dipelajari pemerintah untuk memperkuat aspek pemantauan dan penyediaan makanan dalam program MBG. &amp;ldquo;Tentunya dari sisi monitoring, dari sisi penyediaan makanan, teknologi yang bisa nantinya kita adopsi. Ini kan untuk kebaikan semua,&amp;rdquo; tutur Angga.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari sisi pelaksana, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menjelaskan bahwa program MBG di sekolah tersebut berjalan bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa dan dibiayai dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Neneng menyebut layanan itu sudah berjalan di sekolah yang dikunjungi sejak April 2025 dan akan terus dilanjutkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ini adalah bagian dari komitmen Grab OVO bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa untuk ikut serta dalam program MBG. Jadi kami menggunakan dana CSR untuk memberikan MBG kepada adik-adik yang berkebutuhan khusus,&amp;rdquo; kata Neneng.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="sinyal-untuk-ratusan-dapur-mbg-di-tangerang-raya"&gt;Sinyal untuk ratusan dapur MBG di Tangerang Raya
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Bagi Tangerang Raya, uji coba model digital ini menarik untuk dicermati karena skala programnya sudah sangat besar. Mengutip data Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, pada Juni 2026 ada 305 SPPG di Kabupaten Tangerang yang melayani 707.771 penerima manfaat, tersebar di 29 kecamatan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rinciannya, sebanyak 608.281 penerima manfaat adalah peserta didik, sementara 99.490 lainnya masuk kelompok non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Angka itu menunjukkan bahwa persoalan MBG di wilayah ini bukan lagi soal sekadar menyediakan makanan, melainkan soal tata kelola: memastikan jumlah porsi tepat, menu sesuai standar, dan distribusi tidak bocor di tengah jalan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di titik itulah digitalisasi menjadi relevan. Pemesanan menu yang diinput sekolah memberi data permintaan yang lebih presisi dibanding perkiraan manual. Kanal pelaporan membuat kekurangan menu terekam, bukan hanya jadi keluhan lisan. Untuk program berskala ratusan ribu penerima manfaat, dua hal itu berarti jejak audit yang bisa ditelusuri.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="apa-artinya-bagi-warga-tangerang-raya"&gt;Apa artinya bagi warga Tangerang Raya
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kabar baiknya, pendekatan digital seperti ini tidak menuntut warga membeli perangkat baru. Sekolah hanya perlu satu akun, satu aplikasi, dan koneksi internet yang memadai. Perangkat yang dipakai memang platform yang sudah akrab di tangan warga: aplikasi pesan-antar makanan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kendati begitu, ada beberapa hal yang perlu dijaga jika model ini diperluas ke Tangerang Raya. Pertama, kesiapan jaringan di sekolah-sekolah pinggiran. Kedua, kesiapan sumber daya manusia di sekolah, terutama tenaga administrasi yang akan menginput pesanan setiap pekan. Ketiga, kesinambungan dana, karena program di sekolah yang dikunjungi Wamenkomdigi dibiayai CSR, bukan anggaran negara.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketiga hal itu bukan penghalang, tetapi wajib dihitung sejak awal. Pengalaman sejumlah program digital daerah menunjukkan bahwa kendala terbesar biasanya bukan teknologinya, melainkan kesiapan pengguna di ujung paling jauh, yakni sekolah dan dapur yang harus disiplin mengisi data.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang jelas, arahnya sudah terlihat. Pemerintah tidak hanya mengejar jumlah porsi yang tersalurkan, tetapi mulai menyiapkan sistem pencatatan dan pelaporan digital. Untuk warga Tangerang Raya yang anaknya menerima MBG setiap hari, sistem seperti ini berarti satu hal sederhana yang sangat berarti: kalau menu kurang atau tidak sesuai, keluhan punya jalur resmi untuk ditindaklanjuti.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://inet.detik.com/law-and-policy/d-8708411/sistem-digital-mbg-dari-grab-ovo-pesan-menu-hingga-pantau-pengiriman" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;detikInet&lt;/a&gt;, &lt;a class="link" href="https://rri.co.id/nasional/2814336/digitalisasi-mbg-jadi-perhatian-wamenkomdigi-di-tangsel" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;RRI&lt;/a&gt;, &lt;a class="link" href="https://m.antaranews.com/berita/5617739/ada-305-dapur-mbg-di-tangerang-tak-beroperasi-selama-libur-sekolah" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;ANTARA&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>