<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Inflasi on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/inflasi/</link><description>Recent content in Inflasi on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Wed, 02 Sep 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/inflasi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Pemkot Tangerang Pantau Harga Daging Ayam di Pasaran untuk Tekan Inflasi Daerah</title><link>https://cikayasa.com/p/pemkot-tangerang-pantau-harga-daging-ayam-di-pasaran-untuk-tekan-inflasi-daerah/</link><pubDate>Wed, 02 Sep 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/pemkot-tangerang-pantau-harga-daging-ayam-di-pasaran-untuk-tekan-inflasi-daerah/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/pemkot-tangerang-pantau-harga-daging-ayam-di-pasaran-untuk-tekan-inflasi-daerah/cover.jpg" alt="Featured image of post Pemkot Tangerang Pantau Harga Daging Ayam di Pasaran untuk Tekan Inflasi Daerah" /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tangerang&lt;/strong&gt; — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali memperketat pemantauan harga komoditas pangan di pasaran, khususnya daging ayam ras (&lt;em&gt;broiler&lt;/em&gt;) yang tercatat sebagai penyumbang inflasi terbesar periode Agustus 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah di tengah kondisi ekonomi yang terus bergerak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang, Suli Rosadi, menjelaskan bahwa perkembangan harga daging ayam ras masih menunjukkan variasi yang cukup signifikan di sejumlah pasar tradisional. Berdasarkan data pemantauan terkini per Rabu (2/9/2026), harga daging ayam ras di pasaran Kota Tangerang berada pada kisaran Rp35 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Harga terendah tercatat di Pasar Laris sebesar Rp35 ribu per kilogram, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp55 ribu per kilogram di Pasar Sipon dan Pasar Malabar Bersih,&amp;rdquo; ungkap Suli.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selisih harga Rp20 ribu per kilogram antara pasar termurah dan termahal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan distribusi yang perlu diwaspadai. Suli menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan harga untuk memastikan fluktuasinya tetap terkendali.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas inflasi daerah, terlebih komoditas ini memberikan andil terhadap inflasi pada bulan ini,&amp;rdquo; ujarnya.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="daging-ayam-penyumbang-inflasi-terbesar"&gt;Daging Ayam Penyumbang Inflasi Terbesar
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang mengungkapkan bahwa komoditas daging ayam ras mengalami inflasi sebesar 5,37 persen dengan andil mencapai 0,07 persen terhadap angka inflasi keseluruhan. Angka ini menjadikan daging ayam sebagai komoditas pangan dengan kontribusi inflasi tertinggi di Kota Tangerang pada periode Agustus 2026.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meskipun demikian, secara keseluruhan Kota Tangerang berhasil mencatatkan angka inflasi sebesar 2,29 persen (&lt;em&gt;year on year&lt;/em&gt;) per Agustus 2026 — terendah di Provinsi Banten. Pencapaian ini menunjukkan bahwa berbagai upaya pengendalian yang dilakukan Pemkot Tangerang mulai membuahkan hasil, meskipun tekanan dari komoditas pangan tertentu masih perlu diwaspadai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suli melanjutkan, Pemkot Tangerang akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala untuk mengantisipasi adanya kenaikan yang dapat memberikan tekanan lebih lanjut pada inflasi daerah. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Perdagangan Republik Indonesia untuk menjaga harga daging ayam tetap sesuai dengan ketentuan Harga Awal Penjualan (HAP) yang berlaku.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="faktor-penyebab-fluktuasi-harga"&gt;Faktor Penyebab Fluktuasi Harga
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Fluktuasi harga daging ayam ras di pasar tradisional Kota Tangerang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah ketersediaan pasokan dari peternak, biaya pakan yang cenderung naik, serta kondisi cuaca yang mempengaruhi produktivitas peternakan. Selain itu, rantai distribusi dari peternak ke pedagang pengepul dan kemudian ke pedagang eceran juga turut andil dalam pembentukan harga akhir di pasaran.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Kota Tangerang, yang enggan disebut namanya, mengungkapkan bahwa harga jual di pasar sangat bergantung pada harga beli dari pengepul. &amp;ldquo;Kalau pengepul naikkan harga, kami mau tidak mau juga menyesuaikan. Tapi kalau terlalu tinggi, pembeli juga berkurang,&amp;rdquo; ujarnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kondisi ini diperparah dengan masih terbatasnya akses peternak lokal untuk menjual langsung ke pasar tanpa melalui perantara. Beberapa peternak di wilayah Kabupaten Tangerang dan sekitarnya mengaku lebih memilih menjual ke pengepul karena faktor kemudahan dan kepastian harga, meskipun margin keuntungan yang diterima lebih kecil.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="antisipasi-terhadap-kenaikan-harga"&gt;Antisipasi Terhadap Kenaikan Harga
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Keprihatinan Pemkot Tangerang terhadap fluktuasi harga daging ayam bukan tanpa alasan. Komoditas ini merupakan salah satu bahan pangan utama yang dikonsumsi masyarakat Kota Tangerang. Ketika harga naik, dampaknya akan langsung dirasakan oleh rumah tangga, terutama golongan ekonomi menengah ke bawah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suli menambahkan, pihaknya akan terus melihat perkembangan yang ada di lapangan, termasuk memastikan ketersediaan dan distribusi komoditas tersebut tetap berjalan baik sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkannya dengan mudah dan harga yang wajar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan untuk memastikan ketersediaan stok pangan di gudang strategis. Kalau ada indikasi kelangkaan, kami siap menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga,&amp;rdquo; tambah Suli.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Operasi pasar sendiri sudah beberapa kali digelar Pemkot Tangerang pada tahun ini, terutama menjelang momen-momen Hari Besar Keagamaan (HBK) seperti Ramadan dan Idul Fitri. Dalam operasi pasar, pemerintah menjual komoditas pangan dengan harga di bawah pasar untuk menekan laju kenaikan harga.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="dampak-terhadap-masyarakat-kota-tangerang"&gt;Dampak terhadap Masyarakat Kota Tangerang
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Bagi masyarakat Kota Tangerang, kenaikan harga daging ayam bukan sekadar masalah statistik inflasi. Daging ayam menjadi salah satu sumber protein utama yang diandalkan keluarga, mengingat harganya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan daging sapi atau ikan laut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ibu RM, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Anyar, mengaku sudah merasakan dampak fluktuasi harga ini. &amp;ldquo;Pembeli kadang komplain kalau harga naik. Tapi kita juga tidak bisa rugi. Yang penting harga masih masuk akal,&amp;rdquo; katanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di sisi lain, beberapa restoran dan usaha kuliner di Kota Tangerang juga mulai menyesuaikan harga menu mereka akibat kenaikan bahan baku. Sejumlah pemilik usaha mengaku terpaksa menaikkan harga jual Rp1.000 hingga Rp2.000 per porsi untuk mengakomodasi kenaikan harga daging ayam.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="langkah-strategis-pengendalian-inflasi"&gt;Langkah Strategis Pengendalian Inflasi
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Pemkot Tangerang sendiri memiliki beberapa langkah strategis dalam pengendalian inflasi daerah. Selain pemantauan harga secara berkala, pemerintah juga menggencarkan program ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat, seperti urban farming dan budidaya ikan air tawar di pekarangan rumah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Program-program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan pangan dari luar daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Dengan demikian, fluktuasi harga komoditas tertentu di pasaran tidak terlalu berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pemkot Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan harga komoditas pangan terbaru melalui laman media sosial Instagram @indagkopukm_tangerangkota dan @perdagangan_tangerangkota. Dengan informasi yang transparan, diharapkan masyarakat bisa lebih bijak dalam berbelanja dan tidak panik jika terjadi fluktuasi harga di pasaran.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Langkah proaktif Pemkot Tangerang dalam memantau harga daging ayam ini menjadi bagian dari strategi besar pengendalian inflasi daerah. Di tengah kondisi perekonomian yang terus bergerak, pengawasan harga komoditas pangan menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi Kota Tangerang. Dengan komitmen yang konsisten, diharapkan laju inflasi daerah bisa tetap terkendali dan manfaatnya dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://tangerangkota.go.id/berita/detail/68517/tekan-inflasi-daerah-pemkot-tangerang-pantau-perkembangan-harga-daging-ayam-di-pasaran" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Pemkot Tangerang Pantau Perkembangan Harga Daging Ayam di Pasaran&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>