<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Kaligrafi Digital on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/kaligrafi-digital/</link><description>Recent content in Kaligrafi Digital on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Sat, 07 Nov 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/kaligrafi-digital/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>MTQ XVII Tangsel Berlangsung 6-8 November di Puspemkot, Kaligrafi Digital sampai Bahas Etika AI</title><link>https://cikayasa.com/p/mtq-xvii-tangsel-2026-puspemkot-10-cabang-kaligrafi-digital/</link><pubDate>Sat, 07 Nov 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/mtq-xvii-tangsel-2026-puspemkot-10-cabang-kaligrafi-digital/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/mtq-xvii-tangsel-2026-puspemkot-10-cabang-kaligrafi-digital/cover.jpg" alt="Featured image of post MTQ XVII Tangsel Berlangsung 6-8 November di Puspemkot, Kaligrafi Digital sampai Bahas Etika AI" /&gt;&lt;p&gt;Musabaqah Tilawatil Qur&amp;rsquo;an (MTQ) XVII tingkat Kota Tangerang Selatan berlangsung pada 6-8 November 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan, Ciputat, sehingga kawasan pusat pemerintahan berubah menjadi arena lomba sekaligus ruang pertemuan warga yang datang menyaksikan para peserta.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pemerintah Kota Tangerang Selatan menempatkan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur&amp;rsquo;an. Asisten Daerah I Kota Tangerang Selatan, Chaerudin, menyebut kegiatan ini sebagai upaya pemerintah daerah menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur&amp;rsquo;an sekaligus memperkuat pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Melalui MTQ ini, kami ingin mendorong agar Al-Qur&amp;rsquo;an tidak hanya dibaca dan dihafalkan, tetapi juga dipahami serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,&amp;rdquo; ujar Chaerudin di Tangerang Selatan, Kamis (5/11/2026).&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="sepuluh-cabang-utama-dan-kategori-eksibisi"&gt;Sepuluh cabang utama dan kategori eksibisi
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan ketentuan pokok yang diterbitkan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur&amp;rsquo;an (LPTQ) Kota Tangerang Selatan, MTQ XVII tahun ini mempertandingkan 10 cabang utama. Cabang-cabang tersebut meliputi Seni Baca Al-Qur&amp;rsquo;an, Qira&amp;rsquo;at Al-Qur&amp;rsquo;an, Hafalan Al-Qur&amp;rsquo;an, Tafsir Al-Qur&amp;rsquo;an, Fahm Al-Qur&amp;rsquo;an, Syarh Al-Qur&amp;rsquo;an, Seni Kaligrafi Al-Qur&amp;rsquo;an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur&amp;rsquo;an (KTIQ), Hafalan Al-Hadits, dan Qira&amp;rsquo;atul Kutub.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di luar sepuluh cabang utama, panitia juga membuka sejumlah kategori eksibisi. Kategori itu antara lain Tilawah ASN/TNI/Polri, Tartil Al-Qur&amp;rsquo;an Isyarat bagi penyandang disabilitas rungu wicara, serta Festival Seni Islami. Kehadiran kategori isyarat menjadi penanda bahwa panggung MTQ tahun ini disiapkan untuk menjangkau peserta dari kalangan yang selama ini jarang tampil di ajang serupa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada cabang Seni Baca Al-Qur&amp;rsquo;an, perlombaan dibagi ke dalam beberapa golongan, mulai dari tartil, anak-anak, remaja, dewasa, hingga disabilitas netra. Sementara cabang Hafalan Al-Qur&amp;rsquo;an mempertandingkan golongan 1 juz dan tilawah, 5 juz dan tilawah, serta hafalan 10, 20, dan 30 juz. Sebagian besar cabang menerapkan dua tahapan, yakni babak penyisihan dan final, dengan pengecualian untuk cabang kaligrafi, tafsir, dan Qira&amp;rsquo;atul Kutub.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kaligrafi-digital-dan-tema-kecerdasan-buatan"&gt;Kaligrafi digital dan tema kecerdasan buatan
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Salah satu kategori yang paling menyita perhatian tahun ini adalah kaligrafi digital. Peserta ditantang menghasilkan karya seni kaligrafi dengan memadukan ayat-ayat Al-Qur&amp;rsquo;an dan latar belakang visual melalui teknik digital painting, vector, maupun vexel. Pendekatan ini berbeda dari cabang kaligrafi konvensional yang biasanya dinilai dari olah goresan tangan di atas kertas atau kanvas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pergeseran itu bukan satu-satunya hal baru. Materi perlombaan juga diarahkan ke persoalan kontemporer. Pada cabang Syarh Al-Qur&amp;rsquo;an, peserta akan membahas tema Al-Qur&amp;rsquo;an dan etika teknologi di era kecerdasan buatan, tabayun dan akhlak bermedia sosial, ketahanan keluarga di tengah disrupsi digital, hingga gerakan kolektif menghadapi krisis iklim dan polusi global.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tema lain yang diangkat mencakup inovasi keuangan Islam berbasis teknologi, transparansi pemerintahan elektronik, ketahanan pangan, serta kerukunan umat beragama. &amp;ldquo;MTQ harus menjadi momentum untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam membaca dan memahami Al-Qur&amp;rsquo;an, tetapi juga mampu menerapkan ajarannya dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman,&amp;rdquo; jelas Chaerudin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Adapun cabang KTIQ mengangkat tema pelestarian lingkungan dan kerukunan umat beragama. Pada babak penyisihan, peserta diberi waktu sembilan jam, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, untuk menyusun karya tulis. Enam peserta dengan nilai tertinggi, terdiri atas tiga putra dan tiga putri, melaju ke babak final untuk mempresentasikan hasil karyanya di hadapan dewan juri.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="cara-mendaftar-dan-syarat-administrasi"&gt;Cara mendaftar dan syarat administrasi
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan, LPTQ Kota Tangerang Selatan menetapkan persyaratan administrasi bagi calon peserta. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui lembar kerja digital yang disediakan panitia, dan secara luring dengan menyerahkan dokumen dalam bentuk cetak maupun digital.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dokumen persyaratan meliputi surat mandat yang ditandatangani camat, identitas kependudukan, sertifikat kejuaraan, salinan buku rekening atas nama peserta, serta pasfoto. Ketentuan itu berlaku sebagai pintu masuk resmi, sehingga peserta yang datang tanpa kelengkapan dokumen tidak bisa langsung mengikuti cabang yang dipilihnya.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="modal-tangsel-di-panggung-mtq-banten"&gt;Modal Tangsel di panggung MTQ Banten
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Penyelenggaraan MTQ tingkat kota selalu menjadi tahap penyaringan menuju ajang yang lebih tinggi. Kota Tangerang Selatan sendiri punya rekam jejak yang cukup kuat. Pada MTQ tingkat Provinsi Banten 2021, kafilah Tangsel berhasil mempertahankan gelar juara umum. Tradisi itu berlanjut pada 2026, ketika Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberi penghargaan kepada para kafilah berprestasi di MTQ Banten 2026 pada Juli lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi warga, rangkaian tiga hari ini juga menjadi kesempatan melihat langsung bagaimana generasi muda Tangsel berlatih membaca, menghafal, dan menuliskan ayat-ayat Al-Qur&amp;rsquo;an. Lokasi kegiatan di Puspemkot membuat pusat pemerintahan bukan hanya tempat mengurus dokumen, tetapi juga ruang publik yang hidup oleh kegiatan keagamaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tentu kita dari Pemkot Tangsel berharap agar kegiatan MTQ XVII dapat meningkatkan syiar Islam, memperkuat pembinaan generasi Qur&amp;rsquo;ani, serta mendorong masyarakat untuk semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur&amp;rsquo;an dalam kehidupan bermasyarakat,&amp;rdquo; tegas Chaerudin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan sepuluh cabang utama, kategori eksibisi yang inklusif, dan materi yang menyentuh isu teknologi hingga lingkungan, MTQ XVII menjadi ujian bagi Pemkot Tangsel dan LPTQ untuk membuktikan bahwa pembinaan keagamaan bisa berjalan seiring dengan perkembangan zaman. Hasil akhir perlombaan sekaligus menentukan siapa yang akan mewakili Kota Tangerang Selatan ke jenjang berikutnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://berita.tangerangselatankota.go.id/berita/siap-digelar-mtq-xvii-tangsel-6-8-november-2026-puspemkot-jadi-pusat-kegiatan" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Tangerangselatankota.go.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>