<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Kawasan Industri Milenium on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/kawasan-industri-milenium/</link><description>Recent content in Kawasan Industri Milenium on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Fri, 25 Sep 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/kawasan-industri-milenium/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Pencemaran Sungai Cimanceuri Semakin Parah, Kawasan Industri Milenium Masih Belum Punya IPAL</title><link>https://cikayasa.com/p/pencemaran-sungai-cimanceuri-semakin-parah-kawasan-industri-milenium-masih-belum-punya-ipal/</link><pubDate>Fri, 25 Sep 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/pencemaran-sungai-cimanceuri-semakin-parah-kawasan-industri-milenium-masih-belum-punya-ipal/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/pencemaran-sungai-cimanceuri-semakin-parah-kawasan-industri-milenium-masih-belum-punya-ipal/cover.jpg" alt="Featured image of post Pencemaran Sungai Cimanceuri Semakin Parah, Kawasan Industri Milenium Masih Belum Punya IPAL" /&gt;&lt;p&gt;Dua keluhan warga soal dampak lingkungan dari Kawasan Industri Milenium di Kabupaten Tangerang tiba di meja DPRD pekan ini. Air Sungai Cimanceuri berubah hitam pekat dan berbau busuk, sementara udara di sekitar kawasan juga dilaporkan tercemar. Direktur kawasan industri yang beroperasi di lahan seluas 1.800 hektare itu mengakui belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Tangerang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan warga terdampak digelar Kamis (24/9/2026). Wakil Ketua DPRD Kholid Ismail yang memimpin rapat menegaskan bahwa forum tersebut bukan untuk menghakimi, melainkan mencari solusi dari gejolak yang timbul demi menjaga lingkungan maupun iklim investasi di wilayahnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Warga Peternak dan Petani Kena Dampak Langsung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keluhan paling keras datang dari Roi, warga Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, yang berprofesi sebagai peternak kerbau. Air Sungai Cimanceuri yang selama ini menjadi sumber kehidupannya kini tak lagi bisa dimanfaatkan untuk diminum maupun mendinginkan hewan ternaknya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sekarang mah jadi airnya bau dan kotor, udah gak bisa dipake lagi. Kasihan ke bebek sama kerbaunya. Takut kena penyakit. Tadinya mah, warga juga suka ngambil air dari situ. Sekarang udah nggak,&amp;rdquo; keluh Roi dalam forum RDP.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sayut, petani sayuran yang menanam cabai, bonteng, dan kacang, mengaku hal serupa. Tanaman-tanamannya mulai layu karena air irigasi yang tercemar, ditambah kondisi musim kemarau yang semakin memperparah keadaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tanaman saya jadi pada layu, Kang. Airnya jelek, mana musim kemarau lagi,&amp;rdquo; ujarnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pencemaran Ganda: Air dan Udara&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Masalah tidak berhenti di pencemaran air saja. Sekretaris Kecamatan Panongan, Rizki Mizani Fachzi, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa warga Desa Peusar juga mengeluhkan pencemaran udara yang disinyalir kuat bersumber dari perusahaan yang beroperasi di Kawasan Industri Milenium.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kalau tadi warga dari Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, mengeluhkan dugaan pencemaran aliran air Sungai Cimanceuri. Kalau kami, polusi udara,&amp;rdquo; terang Rizki.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Artinya, setidaknya dua kecamatan — Cikupa dan Panongan — terdampak langsung dari aktivitas kawasan industri yang dikembangkan oleh PT Bumi Citra Permai Tbk ini. Kawasan Milenium sendiri merupakan salah satu pusat industri dan pergudangan terbesar di Kabupaten Tangerang yang mengitari tiga kecamatan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Direktur Mengakui, IPAL Baru Dijadwalkan Desember&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam RDP tersebut, Direktur Kawasan Industri Milenium Wagiman Tanto hadir bersama jajaran manajemennya. Ketika dikonfirmasi mengenai dugaan pencemaran Sungai Cimanceuri akibat pembuangan air limbah dari kawasan yang dikelolanya, Wagiman tidak membantah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kita lihat saja nanti, ya (di RDP lanjutan-red). Karena kan kalau masalah yang bersifat lingkungan itu luas, ya, berbagai aspek,&amp;rdquo; jawab Wagiman secara singkat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lebih lanjut, Wagiman mengungkapkan bahwa pihaknya baru sedang dalam proses membangun IPAL yang dijadwalkan selesai pada Desember 2026 mendatang. Artinya, selama bertahun-tahun kawasan industri seluas 1.800 hektare itu beroperasi tanpa sarana pengolahan air limbah yang memadai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pernyataan ini menuai kekhawatiran banyak pihak. Pasalnya, kawasan industri sebesar itu pasti menghasilkan volume limbah yang tidak sedikit setiap harinya. Tanpa IPAL, air limbah dari aktivitas industri langsung dibuang ke lingkungan sekitar termasuk ke aliran sungai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;DPRD Tunda RDP, Minta Dokumen Lengkap&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menanggapi situasi tersebut, Kholid Ismail memutuskan untuk menunda RDP lanjutan hingga pekan depan. Beberapa OPD teknis yang seharusnya hadir belum masuk dalam daftar undangan, termasuk OPD yang menangani urusan tata ruang dan perizinan. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) belum membawa dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Maka nanti kita dalami di RDP lanjutan. Semua OPD, termasuk Satpol PP, dan hasil uji lab serta sejumlah dokumen dan regulasinya harus lengkap,&amp;rdquo; tegas Kholid.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Langkah ini dinilai penting agar pembahasan bisa tuntas dan menghasilkan keputusan yang berkekuatan hukum. Tanpa dokumen lengkap, termasuk hasil uji laboratorium terhadap kualitas air Sungai Cimanceuri, sulit bagi DPRD untuk menetapkan langkah penegakan hukum maupun sanksi terhadap pengelola kawasan industri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dampak Jangka Panjang bagi Warga Tangerang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kasus pencemaran di Kawasan Industri Milenium ini bukan isu baru. Sebelumnya, warga dari beberapa desa di sekitar kawasan sudah beberapa kali menyampaikan keluhan serupa ke pemerintah kecamatan. Namun, baru kali ini masalahnya dibawa ke tingkat DPRD Kabupaten Tangerang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi masyarakat setempat, dampak jangka panjang dari pencemaran ini sangat mengkhawatirkan. Selain kerugian ekonomi langsung dari gagalnya aktivitas pertanian dan peternakan, kualitas air yang tercemar limbah B3 juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi warga yang tinggal di sekitar sungai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketidakhadiran IPAL di kawasan industri sebesar 1.800 hektare menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat dan pengawas lingkungan. Sebagai pengembang properti kawasan industri yang telah beroperasi bertahun-tahun, PT Bumi Citra Permai Tbk seharusnya sudah memenuhi kewajiban penyediaan sarana pengolahan air limbah sejak awal pengoperasian kawasan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketentuan mengenai IPAL ini sejatinya sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan lingkungan hidup. Setiap kawasan industri yang menghasilkan limbah B3 wajib memiliki fasilitas pengolahan limbah sebelum air limbah dibuang ke lingkungan. Ketiadaan IPAL selama ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana pengawasan pemerintah terhadap kawasan industri tersebut selama ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan jadwal RDP lanjutan yang dijadwalkan pekan depan, warga berharap pemerintah Kabupaten Tangerang bisa mengambil tindakan tegas. Apalagi, klaim bahwa IPAL baru akan selesai pada Desember 2026 mendatang berarti pencemaran akan terus berlanjut setidaknya selama tiga bulan ke depan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://kabar6.com/direktur-kawasan-industri-milenium-akui-belum-miliki-ipal-sungai-cimanceuri-tangerang-tercemar/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Kabar6&lt;/a&gt;, &lt;a class="link" href="https://kabar6.com/peternak-kerbau-protes-limbah-kawasan-industri-milenium-tangerang-cemari-sungai-cimanceuri/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Kabar6&lt;/a&gt;, &lt;a class="link" href="https://kabar6.com/sekcam-panongan-ungkap-pencemaran-lingkungan-kawasan-milenium-tangerang/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Kabar6&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>