<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Keamanan Digital on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/keamanan-digital/</link><description>Recent content in Keamanan Digital on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Thu, 24 Sep 2026 20:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/keamanan-digital/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Waspada Penipuan Google Maps Terbaru: Foto AI Dipasang di Daftar Bisnis untuk Curi Data</title><link>https://cikayasa.com/p/waspada-penipuan-google-maps-terbaru-foto-ai-dipasang-di-daftar-bisnis-untuk-curi-data/</link><pubDate>Thu, 24 Sep 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/waspada-penipuan-google-maps-terbaru-foto-ai-dipasang-di-daftar-bisnis-untuk-curi-data/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/waspada-penipuan-google-maps-terbaru-foto-ai-dipasang-di-daftar-bisnis-untuk-curi-data/cover.jpg" alt="Featured image of post Waspada Penipuan Google Maps Terbaru: Foto AI Dipasang di Daftar Bisnis untuk Curi Data" /&gt;&lt;p&gt;Belakangan ini, masyarakat Indonesia mulai terbiasa mengandalkan Google Maps untuk mencari informasi bisnis lokal — mulai dari nomor telepon restoran, bengkel, hingga klinik kesehatan. Cukup ketikkan nama tempat, lalu tekan tombol panggil, dan hubungi langsung. Namun, kebiasaan sederhana ini kini justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebuah modus penipuan baru terungkap di mana pelaku menggunakan foto hasil kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menyusupkan nomor telepon palsu ke dalam daftar bisnis resmi di Google Maps. Dampaknya? Warga yang mengira sedang menghubungi bisnis ternyata justru berbicara dengan penipu.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="bagaimana-modus-ini-bekerja"&gt;Bagaimana Modus Ini Bekerja?
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Modus penipuan ini pertama kali diungkap oleh seorang spesialis SEO melalui unggahan di LinkedIn. Ia menemukan adanya pola mencurigakan di mana sejumlah foto — yang ternyata dihasilkan oleh AI — diunggah ke berbagai profil bisnis di Google Business.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Foto-foto ini bukan sekadar gambar biasa. Di dalamnya tercantum nomor telepon palsu yang tampak meyakinkan. Ketika seseorang mencari bisnis tertentu di Google Maps dan menemukan daftar tersebut, mereka akan melihat foto dengan nomor telepon yang seolah-olah resmi. Tanpa curiga, mereka menelepon nomor itu — dan justru terhubung ke penipu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lebih dari 150 foto mencurigakan dilaporkan telah diunggah ke berbagai profil bisnis di Amerika Serikat. Temuan ini diperkuat oleh laporan di forum Bantuan Google Maps pada Mei 2026 yang memperingatkan adanya sejumlah akun yang melakukan praktik serupa di Google Business serta daftar lokasi di Maps.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="risiko-bagi-warga-tangerang-raya"&gt;Risiko Bagi Warga Tangerang Raya
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Modus ini tidak hanya terjadi di luar negeri. Di Tangerang Raya sendiri, Google Maps menjadi salah satu platform paling sering digunakan warga untuk menemukan layanan lokal. Dari mencari nomor telepon rumah sakit, klinik gigi, hingga jasa service elektronik — semuanya biasa diakses melalui Maps.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bayangkan jika nomor telepon klinik keluarga Anda digantikan dengan nomor penipu. Alih-alih mendapat layanan kesehatan, Anda justru menjadi korban penipuan yang bisa berujung pada kerugian finansial atau pencurian data pribadi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Modus ini semakin berbahaya karena foto yang digunakan dihasilkan oleh AI sehingga terlihat profesional dan meyakinkan. Berbeda dengan penipuan konvensional yang biasanya menggunakan foto buram atau tidak berkualitas, foto AI dapat menghasilkan gambar yang tampak nyata dan bersih — termasuk logo, tulisan nama bisnis, dan nomor telepon yang tertata rapi.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="tips-melindungi-diri-dari-penipuan-ini"&gt;Tips Melindungi Diri dari Penipuan Ini
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Melansir dari berbagai sumber termasuk laporan Search Engine Land dan SlashGear, berikut tips yang bisa diterapkan warga untuk menghindari jebakan ini:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Selalu Verifikasi Nomor Telepon&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jangan langsung percaya dengan nomor telepon yang tertera di foto daftar Google Maps. Pastikan untuk membandingkan dengan nomor yang tercantum di situs web resmi bisnis tersebut atau di media sosial resmi mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Periksa Profil Google Business&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Klik pada profil bisnis di Google Maps dan perhatikan detailnya. Apakah foto-foto yang diunggah terlihat konsisten? Apakah ada banyak foto dengan nomor telepon berbeda-beda? Ini bisa jadi tanda adanya aktivitas mencurigakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Gunakan Fitur Pesan atau Chat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika tersedia, gunakan fitur pesan langsung melalui Google Maps atau WhatsApp Business untuk menghubungi bisnis, daripada menelepon langsung dari foto. Fitur ini lebih sulit dimanfaatkan oleh penipu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Laporkan Aktivitas Mencurigakan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika menemukan daftar bisnis dengan foto yang mencurigakan atau nomor telepon yang tidak sesuai, gunakan fitur &amp;ldquo;Sarankan Edit&amp;rdquo; di Google Maps untuk melaporkannya. Anda juga bisa melaporkan langsung melalui Google Business.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Jangan Bagikan Data Pribadi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika sudah terlanjur menelepon nomor yang mencurigakan, jangan pernah memberikan informasi pribadi seperti nomor KTP, rekening bank, atau PIN ATM kepada pihak yang mengaku dari bisnis tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="google-merespons"&gt;Google Merespons
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Menyusul ramainya pembahasan tentang modus ini, Search Engine Land melaporkan bahwa Google sudah mengambil tindakan. Perusahaan raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu dilaporkan telah menghapus akun kontributor yang mengunggah foto-foto palsu beserta nomor telepon fiktif tersebut dari platform mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun, mengingat modus ini menggunakan teknologi AI yang terus berkembang, kemungkinan penipu akan terus menemukan cara baru untuk melakukan praktik serupa. Oleh karena itu, kewaspadaan dari pengguna menjadi lapisan pertahanan utama.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="peran-komunitas-dan-pemerintah"&gt;Peran Komunitas dan Pemerintah
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Di era digital saat ini, literasi keamanan siber bukan lagi sekadar kebutuhan individu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah di Tangerang Raya dapat berperan aktif dengan mengedukasi warga melalui program-program digital literacy yang menyasar berbagai kalangan — dari pelajar hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan melalui Google Business.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi pemilik bisnis lokal, penting untuk memastikan profil Google Business mereka aman dan terverifikasi. Aktifkan fitur verifikasi bisnis, perbarui informasi kontak secara berkala, dan pantau aktivitas pada daftar bisnis Anda. Jika menemukan perubahan yang tidak dikenali, segera laporkan ke pihak Google.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penipuan berbasis AI memang semakin canggih, namun dengan kesadaran dan kewaspadaan yang tinggi, warga Tangerang Raya bisa tetap aman menikmati kemudahan teknologi tanpa menjadi korban. Sebagai langkah tambahan, pastikan juga untuk selalu menggunakan aplikasi Google Maps versi terbaru yang sudah dilengkapi fitur keamanan terkini. Pembaruan berkala tidak hanya memberikan fitur baru, tetapi juga perbaikan keamanan yang dapat melindungi pengguna dari ancaman terbaru.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://www.liputan6.com/tekno/read/8298030/waspada-modus-penipuan-google-maps-baru-pakai-foto-ai" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Liputan6.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>