<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Kresek on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/kresek/</link><description>Recent content in Kresek on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Thu, 08 Oct 2026 12:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/kresek/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Bupati Tangerang Lepas 7 Siswa Berprestasi Kuliah Gratis ke Tiongkok, Ditopang Dana Aspirasi DPRD</title><link>https://cikayasa.com/p/bupati-tangerang-lepas-7-siswa-berprestasi-kuliah-gratis-ke-tiongkok-ditopang-dana-aspirasi-dprd/</link><pubDate>Thu, 08 Oct 2026 12:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/bupati-tangerang-lepas-7-siswa-berprestasi-kuliah-gratis-ke-tiongkok-ditopang-dana-aspirasi-dprd/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/bupati-tangerang-lepas-7-siswa-berprestasi-kuliah-gratis-ke-tiongkok-ditopang-dana-aspirasi-dprd/cover.jpg" alt="Featured image of post Bupati Tangerang Lepas 7 Siswa Berprestasi Kuliah Gratis ke Tiongkok, Ditopang Dana Aspirasi DPRD" /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tangerang&lt;/strong&gt; — Tujuh anak muda asal Kabupaten Tangerang bersiap menyeberang ke negeri Panda untuk menempuh pendidikan tinggi. Mereka dilepas secara resmi oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam sebuah acara pelepasan di Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (7/10/2026). Ketujuh calon mahasiswa itu seluruhnya berasal dari keluarga kurang mampu yang terdata pada Desil 1 sampai Desil 5, dan semuanya merupakan lulusan tahun ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pelepasan ini bukan sekadar seremoni. Di baliknya ada skema pembiayaan yang menarik: pemerintah daerah bekerja sama dengan DPRD Kabupaten Tangerang dan Yayasan SMK Jaya Buana membiayai keberangkatan mereka, dengan sumber dana yang berasal dari dana aspirasi dewan. Artinya, biaya tiket, kuliah, dan kebutuhan selama menempuh studi di Tiongkok tidak dibebankan kepada keluarga mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pendidikan layak bukan angan-angan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah menjamin akses pendidikan yang layak bagi seluruh warga, terutama anak-anak dari keluarga prasejahtera. Ia menuturkan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah terwujud jika jaminan pendidikan tetap hanya jadi retorika.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Target mewujudkan Indonesia Emas adalah kebohongan jika tidak dibarengi jaminan akses pendidikan yang layak. Tujuan kami adalah memfasilitasi anak-anak agar tumbuh cerdas dan siap menjadi pemimpin masa depan secara nyata, bukan sekadar angan-angan,&amp;rdquo; ujar Bupati.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan SMK Jaya Buana dan DPRD Kabupaten Tangerang yang dinilai berhasil membuka peluang pendidikan internasional ini. Pesannya kepada para calon mahasiswa cukup lugas: fokus belajar, jaga kesehatan, dan selesaikan studi tepat waktu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Jangan risau soal biaya, fokus raih gelar dan bangun keterampilan. Sekembalinya ke tanah air, saya harap kalian bisa langsung bekerja dan menggerakkan sektor industri maju seperti kendaraan listrik di Kabupaten Tangerang,&amp;rdquo; katanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berawal dari undangan sekolah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Rapiudin Akbar, menjelaskan asal mula program ini. Semua bermula dari undangan SMK Jaya Buana untuk belajar ke Tiongkok, yang kemudian mendapat respons cepat dari pemerintah daerah dan legislatif.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kami tidak tinggal diam melihat peluang emas ini. Dukungan pendanaan ini menjadi kunci agar siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap bisa berangkat mengejar mimpinya,&amp;rdquo; jelas Rapiudin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan lembaga pendidikan merupakan terobosan dalam tata kelola pendidikan yang patut dipertahankan. Pendanaan dari dana aspirasi dewan disebutnya sebagai kunci agar tidak ada siswa berprestasi yang gugur hanya karena persoalan biaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sosok Rahmawati dari Kresek&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salah satu perwakilan mahasiswa, Rahmawati, asal Kampung Koper, Kecamatan Kresek, mengaku sudah siap berangkat. Lulusan SMK Jaya Buana ini akan mengambil program studi Teknik Mesin di Liuzhou University, Tiongkok.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Persiapan yang saya lakukan terutama kesiapan mental dan penguasaan bahasa. Harapan saya bisa mengharumkan nama sekolah dan daerah serta membanggakan orang tua,&amp;rdquo; ujarnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pilihan jurusan Teknik Mesin sejalan dengan arah industri yang ingin didorong Pemkab Tangerang, khususnya sektor kendaraan listrik yang belakangan ini gencar dikembangkan di kawasan industri daerah tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tiga pihak, satu skema&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Program pelepasan kuliah ke Tiongkok ini menunjukkan model kerja tiga pihak yang cukup rapi: sekolah menyediakan jalur dan calon penerima, pemerintah daerah menyiapkan kebijakan dan memfasilitasi, sementara DPRD ikut mendukung lewat anggaran yang diperuntukkan bagi aspirasi warga. Model sejenis sebelumnya sudah pernah diterapkan Pemkab Tangerang saat melepas 30 mahasiswa penerima beasiswa ke Swiss German University pada September 2025, ketika pemerintah daerah menanggung biaya pendidikan, fasilitas, dan konsumsi selama masa studi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Investasi jangka panjang bagi daerah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Konteks ekonomi membuat program semacam ini makin relevan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Tangerang pada 2025 tercatat sebesar 5,9 persen. Angka itu menjadi salah satu alasan pemerintah daerah terus memperluas jalur pendidikan dan pelatihan, mulai dari job fair, program kartu kuning, sampai pemberangkatan calon tenaga kerja terampil ke luar negeri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kecamatan Kresek sendiri selama ini dikenal sebagai kawasan pertanian dan permukiman padat di sisi timur Kabupaten Tangerang. Bagi warga di sana, kesempatan menempuh studi di Tiongkok dengan pembiayaan penuh tentu bukan hal yang bisa diperoleh setiap tahun. Kehadiran Rahmawati sebagai salah satu penerima juga memberi contoh konkret bahwa jalur itu terbuka bagi siapa pun yang mau berusaha.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di sisi lain, pemilihan Tiongkok sebagai destinasi studi bukan tanpa pertimbangan. Negara itu kini menjadi salah satu pusat manufaktur kendaraan listrik dunia, sementara Kabupaten Tangerang memiliki kawasan industri besar yang mulai mengarah ke rantai pasok otomotif baru. Ilmu yang dibawa pulang nanti berpotensi langsung terserap, sebagaimana harapan Bupati agar mereka terlibat dalam pengembangan industri kendaraan listrik di daerah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang jelas, tujuh pemuda asal Kresek dan sekitarnya kini punya kesempatan yang tidak banyak dimiliki teman sebayanya: belajar di luar negeri tanpa membebani keluarga. Tinggal bagaimana mereka menjaga komitmen menyelesaikan studi tepat waktu dan kembali membawa bekal yang bermanfaat bagi daerah asalnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://tangerangkab.go.id/detail-berita/bupati-tangerang-lepas-tujuh-siswa-berprestasi-lanjut-kuliah-ke-tiongkok" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Web Terpadu Kabupaten Tangerang&lt;/a&gt; · &lt;a class="link" href="https://banten.tribunnews.com/kab-tangerang/159576/pemkab-tangerang-kirim-7-siswa-berprestasi-dari-keluarga-kurang-mampu-kuliah-ke-tiongkok" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Tribun Banten&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>