<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Layanan Digital on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/layanan-digital/</link><description>Recent content in Layanan Digital on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2026 20:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/layanan-digital/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Jumpa Melati, Layanan Adminduk Malam di Pasar Kemis yang Diserbu 150 Pemohon</title><link>https://cikayasa.com/p/jumpa-melati-layanan-adminduk-malam-pasar-kemis/</link><pubDate>Sat, 24 Oct 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/jumpa-melati-layanan-adminduk-malam-pasar-kemis/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/jumpa-melati-layanan-adminduk-malam-pasar-kemis/cover.jpg" alt="Featured image of post Jumpa Melati, Layanan Adminduk Malam di Pasar Kemis yang Diserbu 150 Pemohon" /&gt;&lt;p&gt;Warga Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, kini tidak lagi harus mengambil cuti kerja hanya untuk mengurus dokumen kependudukan. Pada Jumat (23/10/2026) malam, pemerintah kecamatan membuka layanan administrasi kependudukan (adminduk) di luar jam kerja melalui program &amp;ldquo;Jumpa Melati&amp;rdquo; — akronim dari Jum&amp;rsquo;at Malam Pelayanan Administrasi Kependudukan Terintegrasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Antusiasme warga melampaui perkiraan. Kuota awal yang disiapkan hanya 100 nomor antrean, tetapi pada pelaksanaan perdana petugas melayani hingga 150 pemohon. Layanan dibuka pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, melanjutkan jam operasional reguler hari Jumat yang berjalan 07.30–16.00 WIB.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ini adalah lompatan kecil yang dampaknya besar,&amp;rdquo; kata Camat Pasar Kemis, H. Nurhanudin, saat meninjau langsung pelayanan malam tersebut. Ia menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari pengamatan sederhana: sebagian besar warga tidak bisa meninggalkan pekerjaan atau sekolah pada pagi hingga petang.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="layanan-digital-jadi-menu-utama"&gt;Layanan digital jadi menu utama
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Yang menarik, program ini bukan sekadar memindahkan jam layanan. Menu yang disediakan justru menyentuh langsung lini transformasi digital kependudukan. Warga bisa mengurus pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), akta lahir, akta kematian, Kartu Keluarga (KK), surat pindah, pengajuan KTP, hingga perekaman e-KTP — semuanya gratis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menu yang paling relevan dengan agenda digitalisasi adalah pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD). IKD adalah versi digital dari dokumen kependudukan yang tersimpan dalam aplikasi di ponsel, dan menjadi pintu masuk bagi berbagai layanan publik berbasis elektronik di masa depan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perekaman e-KTP di lokasi juga menjadi penting karena masih ada warga yang belum menyelesaikan tahap itu. Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025, Disdukcapil Kabupaten Tangerang mencatat 48.661 warga wajib KTP belum melakukan perekaman KTP elektronik hingga 31 Desember 2025. Angka itu bukan berarti mereka belum punya KTP, melainkan belum menjalani perekaman.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk IKD, capaian aktivasi di Kabupaten Tangerang sampai pertengahan 2026 sekitar 268.552 NIK, atau baru sekitar 10,49 persen dari total penduduk wajib KTP. Artinya, masih terbuka ruang sangat lebar untuk menggenjot kepemilikan identitas digital, dan layanan seperti Jumpa Melati menjadi salah satu pintu masuk yang paling dekat dengan warga.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="hambatan-bukan-cuma-soal-jam"&gt;Hambatan bukan cuma soal jam
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Tangerang, Farhanah, pernah menyampaikan bahwa rendahnya aktivasi IKD bukan semata soal kemauan warga. Ada dua kendala utama: belum semua masyarakat memiliki telepon pintar yang mendukung aplikasi IKD, dan masih banyak warga yang belum memahami manfaat identitas digital tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sebagian masyarakat merasa belum membutuhkan IKD karena belum mengetahui manfaatnya. Padahal, IKD memudahkan akses dokumen kependudukan dan menjadi bagian dari transformasi layanan publik berbasis digital di masa depan,&amp;rdquo; ujarnya beberapa waktu lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena itu, kehadiran layanan tatap muka di malam hari punya fungsi ganda. Selain menyelesaikan dokumen fisik dan perekaman, petugas di lokasi bisa menjelaskan langsung kegunaan IKD, membantu proses aktivasi, dan menjawab keraguan warga — hal yang sulit dilakukan lewat pengumuman atau media sosial saja.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="pasar-kemis-dan-ritme-kerja-industri"&gt;Pasar Kemis dan ritme kerja industri
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Pilihan Pasar Kemis sebagai lokasi percontohan bukan tanpa alasan. Kecamatan ini merupakan salah satu pusat industri dan permukiman padat di Kabupaten Tangerang. Ribuan warganya bekerja dengan pola shift, berangkat sebelum kantor kecamatan buka dan pulang setelah layanan tutup.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi kelompok itu, satu jam layanan malam bernilai jauh lebih besar daripada sepuluh pengumuman. Veronika Sri Hartati, warga Perumahan Bumi Indah Tahap 1, Kelurahan Kutajaya, mengaku sangat terbantu. Ia menyoroti jarak tempuh dan ongkos transportasi yang harus dikeluarkan jika harus mengurus dokumen ke pusat pemerintahan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Program ini sangat membantu ya, apalagi bagi anak sekolah dan para pekerja. Mau ke kecamatan kadang izin kan susah. Saya bersyukur atas hadirnya pelayanan ini, sangat memuaskan bagi kami masyarakat kecil,&amp;rdquo; tutur Veronika.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="evaluasi-dan-rencana-penambahan-jadwal"&gt;Evaluasi dan rencana penambahan jadwal
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Nurhanudin menegaskan program ini masih dalam tahap uji dan akan dievaluasi. Jika animo warga tetap tinggi, opsi membuka layanan dua kali sebulan sedang dipertimbangkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ke depan akan kita evaluasi, kalau memang kebutuhan masyarakat cukup antusias, cukup banyak yang datang, kita akan buka lagi jam pelayanannya menjadi sebulan dua kali,&amp;rdquo; tambahnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi warga yang belum sempat ikut pada gelaran pertama, ada beberapa hal yang perlu disiapkan: dokumen pendukung sesuai jenis layanan, fotokopi KK, serta memastikan data kependudukan di wilayah kecamatan setempat sudah sesuai. Untuk perekaman e-KTP dan aktivasi IKD, pemohon disarankan membawa ponsel pribadi agar proses aktivasi bisa langsung dicoba di lokasi.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="dari-layanan-malam-ke-ekosistem-digital"&gt;Dari layanan malam ke ekosistem digital
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Yang dilakukan Kecamatan Pasar Kemis sebenarnya menyentuh persoalan klasik digitalisasi layanan publik di daerah: teknologi tidak pernah menjadi masalah utama, tetapi akses dan pemahaman warga sering jadi penghalang. Membuka layanan di malam hari adalah cara paling praktis memangkas hambatan itu tanpa harus membangun sistem baru.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika pola ini direplikasi ke kecamatan lain di Kabupaten Tangerang, dampaknya bisa lebih besar. Setiap dokumen yang tuntas di tingkat kecamatan mengurangi beban antrean di pusat layanan, memangkas perjalanan warga, dan pada saat yang sama mempercepat migrasi data kependudukan ke format digital.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tantangan berikutnya ada pada konsistensi. Program yang bergantung pada semangat petugas dan evaluasi berkala mudah mengendur ketika antusiasme awal mereda. Di sinilah pentingnya dukungan Disdukcapil Kabupaten Tangerang, khususnya ketersediaan perangkat perekaman, jaringan, dan petugas terlatih untuk membantu aktivasi IKD di lapangan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk sementara, warga Pasar Kemis punya satu kepastian baru: urusan dokumen kependudukan tidak lagi wajib mengorbankan jam kerja. Dan dari 150 pemohon pada malam pertama, sinyalnya cukup jelas — layanan publik yang mengikuti ritme hidup warga akan selalu punya pembeli.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://tangerangkab.go.id/detail-berita/jumpa-melati-inovasi-layanan-adminduk-permudah-warga-pasar-kemis" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;tangerangkab.go.id — Jumpa Melati, Inovasi Layanan Adminduk Permudah Warga Pasar Kemis&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>