<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Liga Indonesia on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/liga-indonesia/</link><description>Recent content in Liga Indonesia on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Thu, 17 Sep 2026 07:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/liga-indonesia/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Persikota Tangerang Belum Lunasi Hak 24 Pemain, Total Tunggakan Capai Rp495 Juta</title><link>https://cikayasa.com/p/persikota-tangerang-belum-lunasi-hak-24-pemain-total-tunggakan-capai-rp495-juta/</link><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 07:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/persikota-tangerang-belum-lunasi-hak-24-pemain-total-tunggakan-capai-rp495-juta/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/persikota-tangerang-belum-lunasi-hak-24-pemain-total-tunggakan-capai-rp495-juta/cover.jpg" alt="Featured image of post Persikota Tangerang Belum Lunasi Hak 24 Pemain, Total Tunggakan Capai Rp495 Juta" /&gt;&lt;p&gt;Persikota Kota Tangerang, klub sepak bola kebanggaan warga Tangerang yang dijuluki &amp;ldquo;Bayi Ajaib&amp;rdquo;, kembali menjadi sorotan negatif menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027. Klub yang bermarkas di Kota Tangerang ini disebut masih menunggak pembayaran gaji dan kompensasi kepada 24 pemain dengan total mencapai Rp495.950.342.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tunggakan tersebut tercatat terjadi sejak musim kompetisi 2023/2024 hingga periode 2024/2025. Besaran hak pemain yang belum dibayarkan bervariasi, mulai dari Rp2,5 juta hingga mencapai Rp51 juta per pemain. Persoalan ini bukan sekadar menyangkut gaji pokok, tetapi juga kompensasi yang menjadi hak para pesepakbola selama dua musim terakhir.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="pemain-asing-ikut-jadi-korban"&gt;Pemain Asing Ikut Jadi Korban
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Yang menarik, tunggakan tersebut tidak hanya menimpa pemain lokal. Sejumlah pemain asing yang pernah memperkuat Persikota juga disebut belum menerima hak mereka. Beberapa di antaranya diketahui berasal dari Kamerun. Kondisi ini semakin memperburuk citra klub di mata komunitas sepak bola nasional dan internasional.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Manajemen Persikota hingga saat ini belum memberikan respons atas konfirmasi yang diajukan oleh sejumlah wartawan terkait dugaan tunggakan tersebut. Pada Jumat (4/9/2026) malam, wartawan telah berupaya menghubungi manajemen klub untuk meminta penjelasan, namun belum ada jawaban yang diterima.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="appi-desak-tunggakan-selesai-sebelum-kompetisi"&gt;APPI Desak Tunggakan Selesai Sebelum Kompetisi
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) turut angkat bicara soal persoalan ini. APPI mendesak operator liga, I.League, untuk memastikan seluruh tunggakan gaji pemain diselesaikan sebelum kompetisi musim 2026/2027 bergulir.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Legal Officer APPI Muhammad Agus Riza Hufaida mengungkapkan masalah tunggakan gaji masih menjadi pekerjaan rumah besar di dunia sepak bola Indonesia. Menurutnya, persoalan ini ditemukan di berbagai strata kompetisi, tidak hanya di level bawah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kami ingin menyampaikan evaluasi di musim 2025/2026, yang kami sayangkan adalah ketika semua orang berpikir liga Indonesia naik kelas, tapi masalah gaji masih terjadi di Liga 1, harusnya ini sudah kita tinggalkan sejak lama,&amp;rdquo; kata Agus di Jakarta, Senin (31/8/2026).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Agus menegaskan seluruh klub peserta wajib menyelesaikan persoalan pembayaran gaji pemain. Pasalnya, APPI masih menerima laporan terkait keterlambatan upah dari berbagai klub menjelang kompetisi musim baru.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="dampak-terhadap-performa-tim"&gt;Dampak terhadap Performa Tim
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Menurut Agus, klub seharusnya memitigasi persoalan gaji sebelum kompetisi dimulai. Jadwal kompetisi telah disusun oleh operator liga setelah musim sebelumnya berakhir, sehingga tidak ada alasan bagi klub untuk menunda-nunda pembayaran.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia menilai persoalan gaji tidak seharusnya muncul ketika sepak bola Indonesia berupaya meningkatkan kualitas kompetisi. &amp;ldquo;Jika penunggakan gaji pemain ini dibiarkan berlarut-larut, tentu performa tim akan berpengaruh karena pemain tidak mendapatkan haknya,&amp;rdquo; jelasnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pernyataan Agus ini menggambarkan dampak nyata dari tunggakan gaji terhadap kesejahteraan dan motivasi pemain. Ketika hak finansial tidak dipenuhi, konsentrasi pemain di lapangan tentu akan terganggu. Hal ini pada akhirnya berdampak pada hasil pertandingan dan posisi klub di klasemen.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="catatan-buruk-sepak-bola-indonesia"&gt;Catatan Buruk Sepak Bola Indonesia
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kasus Persikota ini bukan pertama kalinya klub sepak bola Indonesia terjerat masalah gaji pemain. Sepanjang sejarah kompetisi domestik, berbagai klub dari berbagai level pernah mengalami persoalan serupa. Bahkan klub-klub besar sekalipun pernah tercatat menunggak gaji pemain.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Persoalan ini menjadi catatan penting bagi PSSI dan operator liga untuk memperketat aturan finansial klub. Dengan sistem regulasi yang lebih ketat, diharapkan kasus-kasus seperti yang menimpa Persikota tidak terulang di masa depan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="tantangan-keuangan-klub-klub-daerah"&gt;Tantangan Keuangan Klub-klub Daerah
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Persikota bukan satu-satunya klub di Tangerang Raya yang menghadapi tantangan finansial. Sejumlah klub lain di wilayah ini juga pernah mengalami kesulitan serupa. Persita Tangerang, misalnya, harus berjuang keras untuk mempertahankan eksistensinya di Super League meskipun mendapat dukungan dari berbagai pihak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Klub-klub daerah sering kali bergantung pada sponsor lokal yang tidak selalu stabil. Berbeda dengan klub-klub besar yang memiliki pendapatan besar dari penjualan tiket, merchandise, dan hak siar, klub-klub daerah harus berkreasi dengan sumber daya yang terbatas. Kondisi ini membuat mereka rentan mengalami masalah finansial ketika pemasukan tidak sesuai harapan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="peran-pemerintah-daerah"&gt;Peran Pemerintah Daerah
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Kota Tangerang diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan sepak bola di daerahnya. Selama ini, dukungan pemerintah daerah terhadap klub-klub sepak bola lokal masih tergolong terbatas. Padahal, sepak bola memiliki potensi besar untuk menjadi sarana promosi daerah dan meningkatkan kebanggaan masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beberapa kota di Indonesia berhasil membangun ekosistem sepak bola yang sehat dengan melibatkan pemerintah daerah sebagai penggerak utama. Model ini bisa menjadi referensi bagi Pemkot Tangerang untuk mendukung Persikota dan klub-klub lain di wilayahnya.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="menanti-sikap-manajemen"&gt;Menanti Sikap Manajemen
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Hingga berita ini ditulis, manajemen Persikota masih belum memberikan klarifikasi resmi. Warga Tangerang yang selama ini mendukung klub kebanggaan mereka tentu menanti transparansi dari pihak manajemen terkait langkah-langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan tunggakan gaji tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kompetisi musim 2026/2027 sudah di depan mata. Persikota harus segera menuntaskan persoalan finansial ini agar pemain dapat fokus berperforma di lapangan. Tanpa penyelesaian yang cepat dan tepat, bayang-bayang sanksi dari operator liga dan APPI akan terus menghantui klub yang pernah berjaya di era sepak bola Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kasus ini menjadi pengingat bahwa pembinaan sepak bola di Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan semangat dan prestasi di lapangan. Fondasi finansial yang kuat sama pentingnya dengan kualitas pemain dan pelatih. Tanpa itu, mimpi untuk menjadikan sepak bola Indonesia lebih baik akan sulit terwujud.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://aktualtangerang.com/olahraga/persikota-tangerang-tunggak-rp495-juta-gaji-24-pemain/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Aktual Tangerang&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>